Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
88


__ADS_3

Setelah melihat makanannya di terima Jeje langsung melajukan mobilnya. Sampai di kantor polisi Jeje memasukan obat ke dalam minumannya lalu ia turun dari mobil.


Melihat Jeje datang mengunjunginya Zaki sangat senang. Dia cepat-cepat duduk di bangku mereka duduk berhadapan.


" Sayang, aku pikir kamu tidak akan datang, aku kangen sama kamu, apa kamu juga kangen sama aku?". Jeje sebenernya sudah muak sama pria di depannya itu, apa lagi dia sudah membuat Pak Yusuf kabur.


"Iya, makanya aku kesini" Jawab Jeje pura-pura sambil tersenyum ke arahnya. Zaki memegangi tangan Jeje sambil menciumnya..


" Tolong aku sayang, kamu mau kan bayarin uang jaminan aku" Pinta Zaki


" Hmmm, dia pikir gua kesini untuk membebaskannya!!, jangan mimpi kamu Zaki!!". Batin Jeje.


" Sayang Kenapa kamu diam?". Tanyanya lagi.


" Oke, aku akan bayar, tapi dengan satu syarat".


" Apa syarat nya?"


” Aku minta rekaman itu?".


Zaki langsung diam dan melepaskan tangannya dari tangan Jeje.


Jeje pura-pura berdiri hendak pergi.


" Oke!, aku akan kasih rekaman itu, tapi aku ingin uang itu ada di hadapan aku dulu, stelah itu baru aku kasih".

__ADS_1


" Oke" Jawab Jeje sambil duduk lagi.


" Kamu suka minuman itu kan, minumlah agar kamu merasa tenang". Jeje memberikan minumannya yang sudah di buka. Zaki langsung ambil dan segera meneguknya..


" Oke, aku pamit ya, kamu jaga diri baik-baik".


" Iya, aku tunggu uangnya ". Ujar Zaki.


Jeje membawa sisa minumannya, lalu pergi dari kantor polisi. Jeje melangkahkan kakinya keluar sambil tersenyum jahat.


Zaki langsung masuk lagi ke dalam sel, dia berharap Jeje tidak ingkar janji.


Di rumah Luna masih asik ngobrol. " Non, tuan mengirim puding dan juga cake untuk anda". Ujar Lila sambil meletakkannya di meja.


" Wah, sepertinya itu enak" Ujar Mila tergiur dengan makanan yang baru saja Lila hidangkan.


" Apa kamu mau, kamu boleh mencobanya" Ucap Luna menawarkan. Mila langsung mengangguk dia langsung mengambilnya dan melahapnya. Melihat cara Mila makan Luna langsung kenyang. Setelah makan cake nya Mila merasa haus .


" Hmmm, apa saya boleh minta air minum?". Ujar Mila sambil memegangi tenggorokannya yang merasa panas.


" Lila, tolong bawakan air minum untuk Mila" Ujar Luna. Wajah Mila langsung pucat dan bibirnya mulai biru.


" Mil, kamu gak papakan?". Luna mulai hawatir, Mila hanya menggelengkan kepalanya.


Lila segera membawa minumannya. Luna cepat-cepat memberikannya sama Mila. Tenggorokan Mila makin sakit. Mila tidak bisa mengeluarkan suaranya dia hanya menatap ke arah Luna. Tangannya terus memegangi lehernya.

__ADS_1


" Uhuk, uhuk. Mila batuk-batuk matanya langsung merah dan mulutnya mengeluarkan busa. Luna langsung melotot melihatnya dan memecahkan gelas di tangannya.


" Mil!, Mila!!, kamu kenapa??". Mila tidak menjawabnya, Mila terus menahan tangan di lehernya dan tiba-tiba tubuhnya ambruk di sofa.


" Lila!, tolong. Luna berteriak meminta tolong. " Mil, kamu kenapa?". Luna terus menggoyangkan tubuh Mila. Lila melihatnya langsung melotot dan menghubungi Semi.


>> Halo.


>> Tuan! tolong!, temannya nona kejang-kejang!.


>> Apa??.


Lila menceritakan semuanya. Semi langsung meminta bantuan untuk mengirimkan ambulans ke rumah. Luna yang shock hanya bisa menangis sambil mengelap busa yang keluar dari mulut Mila.


" Mil, kamu kenapa" Ujarnya lirih sambil menangis. Tidak lama ambulans datang, Mila segera di bawa ke ambulans. Luna melihatnya sedih, dia langsung ikut naik ke mobil ambulans.


Lila mau mencegahnya namun terlambat karena Luna sudah naik ke dalam mobil.


" Aduh gimana ini, kenapa nona ikut kesana!" Lila langsung panik dia cepat-cepat menghubungi Semi lagi. Semi yang masih di jalan ke arah kantor tidak menjawab teleponnya.


Luna sedih melihat kondisi Mila yang tidak sadarkan diri lagi baring. Dia merasa bersalah.


" Mil, semoga kamu gak kenapa-kenapa yah" Ujarnya sambil menangis.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2