Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
70


__ADS_3

Ziya di bantu Jeje di masukan ke dalam mobil, Jeje terlihat bahagia akhirnya dia bisa mengusir mama mertuanya itu tampa membunuhnya.


Jeje langsung pergi ke dapur dan membuat kan makanan. Aku akan buat makanan yang enak untuk kamu sayang.


Jepri langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, di mobil Jepri segera mengambil tisu lalu mengelap mulutnya merasa jijik tadi di ciumnya.


Jepri melihat ibunya masih tertidur pulas di belakang. Ia membawanya ke apartment dimana Zapran berada. Jepri di bantu Zapran membawa ibunya ke apartemen.


" Kasian ibu gara-gara aku dia jadi begini!'. Zapran merasa bersalah karena sudah membuat ibunya seperti itu. Jepri menepuk pundak Zapran.


" Gimana bisa kamu punya rencana soal kematian kamu sendiri?". Zapran menatap Jepri.


" Aku ingin lihat dia, apa dia sedih mendengar aku mati. ternyata tidak!, bahkan aku liat dari jauh di sangat senang mendengar soal kematian aku. Zapran merasa sedih melihat wanita yang sangat ia sayangi telah tega ingin membunuhnya.


" Lalu gimana soal polisi itu?".


" Dia sahabat ku, dan dia juga yang mengaturnya, itu tempat dimana Pak Yusuf kecelakaan dan mobilnya masuk ke dalam jurang.


" Lalu apa rencana selanjutnya?".


" Aku akan mengilang bersama ibu beberapa waktu, sampai waktunya tiba kita seret wanita iblis itu ke tiang gantung!!". Jepri mengangguk.


" Jepri kamu harus hati-hati sama wanita iblis itu!. Jepri mengangguk lalu pamit pergi..


Zapran melihat ibunya pingsan merasa hatinya sakit. Ia menciumnya lalu membalai rambutnya.


Maafkan anakmu ini bu, saya salah mencintai wanita yang berhati iblis.


Ziya membuka matanya langsung melihat anaknya bahagia.


" Zapran!, ini kamu kan nak, kamu masih hidup". Ziya langsung memeluknya erat tidak henti-hentinya Ziya menangis bahagia.


" Ibu yakin kamu masih hidup sayang"


" Iya bu aku masih hidup, berkat Jepri yang sudah menolongku!”. Ziya melepaskan pelukannya lalu melihat ke sekitarnya.


" Kita dimana nak?, jadi Jepri yang sudah menolongmu?".


" Kita di tempat yang aman bu!.


" Maksudnya?".


Zapran memegangi tangan ibunya ia mulai menceritakan semuanya. Tangis Ziya langsung pecah mendengarnya ia tidak menyangka bahwa Jeje di balik ini semuanya. Ziya mencium Zapran terus menerus.


" Maafkan ibu ini nak, hampir ibu membunuh kamu sayang!". Ziya bicara sambil menangis sedih. Zapran menenangkan ibunya agar berhenti menangis.


" Di mana Jepri?".


" Mungkin dia menemui Luna!".


" Wanita itu lagi!!


" Bu, Luna orang baik, bahkan dia yang sudah menyembuhkan Jepri dari luka yang ia simpan sejak lama. Zapran menceritakan lagi semuanya, soal Jepri dan Jeje. Ziya makin terkejut mendengar kebenarannya.


Ziya langsung ingat dulu Jeje pernah meminta Jepri agar berkata jujur. Mendengar cerita dari Zapran Ziya langsung sedih kerena sudah tidak peduli sama Jepri.


" Jadi waktu itu dia pergi gara-gara wanita itu, bahkan Jepri meninggalkan ibu gara-gara wanita itu!". Zapran mengangguk. Ziya ingin sekali memeluk Jepri dan berkata kalau dia sangat menyayangi nya


" Ajak ibu untuk menemui Jepri nak, ibu mohon, ibu ingin sekali memeluknya. Sambil menangis Ziya memohon sama Zapran.


" Keadaannya belum aman bu, kami sedang bersandiwara untuk menjebak wanita itu!". Zapran menceritakan lagi soal Jeje dan Zaki dan Luna. Ziya mendengarnya sedih.


Ziya merasa bersalah selama ini ia begitu tidak peduli sama Jepri dan tidak percaya sama Luna.

__ADS_1


"Sebaiknya kita pergi dari kota ini bu sebelum wanita itu tau kita masih hidup. Ziya mengangguk sambil memeluk Zapran.


" Tapi ibu ingin sekali memeluk Jepri sebelum ibu pergi!" Zapran mengangguk.


Di kantor Jepri mulai resah karena Jeje makin nekat dan berani, ia takut Luna kenapa-kenapa.


" Tuan, hari ini ada metteng sama perusahaan c di restoran". Ucap Semi yang baru masuk.


" Sem, semlam saya nanya sama Luna dirumahnya ada tempat rahasia apa mungkin Pak Yusuf disana?.


" Mungkin saja tuan, kalau begitu kita atur rencananya agar bisa masuk ke sana tampa Zaki ketahui. Jepri mengangguk.


" Oiya Sem. Jepri menceritakan semuanya soal Zapran dan Jeje dan isi chatting Jeje dan Zaki. Semi mendengarnya langsung mengerti.


" Tuan, saya akan usahakan dalam dekat ini pak Yusuf akan saya temukan, saya janji!". Jepri menganguk.


" Oke Sem!". Terdengar suara ketukan pintu.


" Tuan, nona Jeje ingin bertemu dengan anda!". Tidak lama Jeje masuk sebelum Jepri jawab.


" Hai sayang, aku bawakan makanan untuk kamu!". Semi dan sekertaris nya melongo mendengarnya. Jeje terlihat bahagia dan sangat cantik.


" Bisa tinggalkan kami berdua?". pintanya. Semi langsung pamit dan pergi.


" Jia, bisa tidak kamu gak ke kantor, kamu tau kan Luna masih istri sah saya, dan saya tidak mau semua karyawan di kantor ini bergosip soal hubungan kita!". Jeje senang Jepri memanggil nya dengan sebutan Jia, itu panggilan sayang kepadanya waktu dulu.


" Oke Ji, tapi kamu janji ya jangan pulang telat nanti malam, karena aku akan memberikan kamu kejutan!" Jepri hanya mengangguk. Jeje mendekatinya sambil berdiri didepan nya.


" Kamu lupa, setiap aku mau pergi kamu selalu mencium aku duluan!". Jepri merasa muak sebenarnya namun ia tidak ingin merusak rencananya.


Jepri mencium pipinya.


" Bukan itu, tapi ini!" Jeje menujuk bibirnya. Jepri tidak bergeming ia masih berdiri kaku.


" Aku sayang kamu Ji". Jeje langsung pergi meninggalkan ruangan Jepri sambil tersenyum.


Jepri meleparkan semua barang di atas mejanya. " Arggggggggggg!!". Jepri teriak. Semi mendengarnya langsung masuk dan melihat barang berserakan.


" Tuan, apa anda baik-baik saja?". Jepri mengusap wajahnya. Ia menenangkan dirinya sendiri sambil mengatur napasnya sambil duduk.


Semi memanggil kelining serpis untuk merapikan barang-barang yang pecah di lantai.


Mendengar ponsel Jepri bunyi, Semi segera memberikannya langsung kepada Jepri.


Jepri segera menggeser tombol hijaunya.


>> Sayang apa anda sudah makan?. Jepri langsung mengalihkan ke video call. Setelah melihat wajah Luna amarah Jepri langsung berangsur membaik.


" Apa saya menggangu anda?". Jepri menggelengkan kepalanya.


" Apa anda sudah makan?". Lagi-lagi Jepri menggelengkan kepalanya.


" Sayang, apa anda baik-baik saja?”.


" Saya baik, saya hanya ingin melihat wajahmu saja!". Luna tersipu malu mendengarnya. Luna langsung diam.


" Kenapa diam?". Luna bingung mau bicara apa lagi.


" Temani saya hari ini, kamu jangan tutup teleponnya. Luna menganguk.. Jepri meletakkan ponselnya di depan wajahnya.


Untung ada nona, kalau tidak moodnya pasti jelek. Batin Semi. Semi langsung keluar setelah merapikan ruangannya.


Luna menatap suaminya di ponsel, ia sangat merindukan Jepri.

__ADS_1


" Baru beberapa jam kamu pergi aku sangat merindukanmu sayang!" . Luna keceplosan ngomongnya dan langsung menutup mulutnya. Mendengar Luna berkata seperti itu Jepri langsung menatap ponselnya.


" Apa!,, tadi kamu bilang apa,, coba ulang?".


" Tidak, saya tidak bilang apa-apa!".


" Oh kamu mulai bohong yah!!". Mendengar Jepri marah, Luna langsung berkata jujur.


" Iya saya merindukan anda sayang'". Jepri ingin tertawa terbahak-bahak namun ia tahan.


" Apa!, saya tidak dengar,, coba ulangi lagi".


" Saya sangat merindukan anda sayang.


"Coba ulangi lagi!".. Luna terus bicara kalau dia sangat merindukan suaminya. Jepri makin semangat bekerjanya.


Merasa capek Luna memberi alasan.


" Oiya sayang saya haus, saya tutup teleponnya yah!".


" Berani kamu tutup teleponnya awas saja!!"..Luna tidak jadi matikan teleponnya ia memilih diam.


Aku lupa dia kan bisa baca pikiranku. Batin Luna. Jepri menahan tawanya ia pergi ke kamar mandi lalu ia tertawa. Luna tidak tau kalau dirinya di kerjain.


Jepri memasang wajah cool lagi di depan ponselnya. Melihat istrinya lelah Jepri menyuruhnya untuk istrhat.


Hari semakin larut. Jeje sudah siap menyambut kedatangan Jepri. Ponselnya berdering Jeje melihat nama yang menghubunginya.


"Zaki!" Jeje tidak menjawabnya.


Kemana dia, apa dia mau menghindar dariku!". Zaki mengirimkan Vidio lewat pesan kepada Jeje.


Jeje terkejut melihat vidio dirinya sedang bercumbu dengan Zaki. Jeje langsung menghubungi balik.


Zaki tertawa melihat Jeje langsung menghubunginya.


Nah gitu donk, kamu pikir bisa menghindar dari aku. Zaki segera menggeser tombol hijaunya.


>> Halo sayang.


>> Kamu mau jebak aku!!..


>> Jebak, siapa yang mau menjebak mu?.


>> Kamu lah siapa lagi!!, itu vidio kamu sengaja kan agar aku mau menuruti semua keinginan kamu!!.


>> Kamu memang wanita pintar sayang, ia aku sengaja karena aku gak mau kehilangan kamu!. Jeje langsung kesal.


>> Mau kamu apa sekarang??.


>> Aku mau kamu temani aku malam ini.


>> Gila kamu gak bisa!!"


>> Oh gituh,, ya udah aku akan sebarluaskan vidio ini di sosial media.


>> Tunggu², oke-oke tapi tidak malam ini, siang nanti aku akan kesana .


>> Tidak bisa sayang,, saya maunya malam ini juga!, kalau kamu tidak bisa ia gak apa-apa, besok siang kamu akan liat vidio itu. Sambungan telepon terputus. Jeje Teriak sekencang nya.


" Sialan kamu Zaki!!". Teriaknya.


*****

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih


__ADS_2