SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Minta ditraktir Makan


__ADS_3

Sesampainya Elisa di rumah.. Tiba-tiba ada pesan WA.. Segera dia membacanya..


"Sudah sampai rumah Sa?" tanya Reyhan.


"Ya.. Apa kamu masih ditepi jalan seperti sedang mencari seseorang?"


"Enggak Sa, aku sudah balik.. Aku tadi melihat mu melewati ku.."


"Iyakah? Mungkin itu hanya perasaan mu saja Han.. Salah melihat bisa jadi.." ujar Elisa mengalihkan fakta.


"Enggak Sa, itu jelas kamu.. Firasat ku benar.. Kamu berbohong demi menghindar dari ku.. Ya kan Sa?" tanya Reyhan.


"Urus pacar kamu saja lah.. Tidak perlu bertanya sesuatu yang kamu sendiri pun tahu akan jawabannya.." jawabnya sedikit emosi.


"Semakin kamu menghindar semakin ingin aku mengejar mu Sa.." katanya agresif.


"Terserah kamu mau ngomong apa Han.. Aku malas chat sama kamu Reyhan.."


Setelah itu Reyhan berhenti untuk chat Elisa..


Elisa murung tanda dia sangat kesal dengan Reyhan..


Karna Elisa sangat membeci ketidakjujuran Reyhan waktu itu.. Elisa merasa seperti ditipu dan dipermainkan..

__ADS_1


Malam berlalu dan sang mentari mulai memancarkan sinarnya.. Elisa terbangun dari tidurnya.. Gara-gara meladeni chat Reyhan semalam.. Dia jadi bangun kesiangan.. Segera dia beranjak dari tempat tidurnya, dan bergegas ke kamar mandi untuk siap-siap berangkat kerja.. Saat itu adalah hari minggu.. Hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Elisa dan teman-temannya.. Ya, karna setiap hari minggu, Elisa dan teman-temannya mendapatkan gaji dari bosnya atas kerja kerasnya selama seminggu itu..


Setelah mandi, Elisa memakai baju dan bersiap untuk sarapan.. Sehabis sarapan, dia berangkat kerja seperti biasanya dengan diantar oleh papanya.. Sesampainya ditempat kerja Elisa bertemu dengan partnernya.. Dan mereka asyik mengobrol.. Ketika itu pula Elisa membuat story di WA.nya..


"Hari yang ditunggu-tunggu.. Nanti malam gajian.. Yeay.. Senangnya.."


Tak lama setelah itu Reyhan melihat story Elisa dan mengomentari story itu..


"Boleh dong sekali-kali ditraktir makan-makan" ujar Reyhan.


Elisa teringat saat pertama kali bertemu dengan Reyhan, dia lah yang mentraktirnya.. Tapi di hati Elisa ingin mentraktir Reyhan dengan prinsip dia tak ingin berhutang apapun dengan orang lain.. Lantas dia membalas komentar dari Reyhan..


"Boleh saja kalau kamu pengen.." jawab Elisa.


"Yess.. Akhirnya aku punya kesempatan untuk bertemu dengan mu Sa.." balasnya ke Elisa.


"Ok nanti malam aku jemput kamu Sa.." sambungnya.


"Terserah kamu saja.. Sudah dulu aku mau mulai kerja.." jawabnya cuek.


"Ok Sa.. Semangat kerjanya.." ujar Reyhan.


"Ya" jawabnya singkat.

__ADS_1


Akhirnya 12 jam berlalu.. Yang dinanti Reyhan pun tiba, keinginan untuk bisa berjalan bareng dengan Elisa.. Seperti biasa, Reyhan menunggu di tepi jalan sebelah timur..


"Sa, toko sudah tutupkah? Aku sudah menunggu ditempat biasa ya.. Kamu kesini saja ya.." ujarnya.


"Aku enggak mau menghampiri lelaki.. Kalau kamu gentle ya kamu yang kedepan toko dong.." jawabnya meminta.


"Aku jelek Sa.. Aku enggak enak sama teman-teman kamu.. Malu aku tuh.." ujar Reyhan.


"Malu? Malu karna aku jelek kali bukan kamu yang jelek, kalau kamu enggak mau ya sudah kamu pulang saja.." jawab Elisa sedikit emosi.


"Ok ok.. Aku enggak akan pulang, aku akan samperin kamu didepan toko.." jawab Reyhan mantap.


"Nah itu baru benar.. Buruan geih sudah malam juga.." jawab Elisa.


Tak lama setelah itu Reyhan tiba didepan toko dan melihat hanya ada Elisa seorang, karna teman-teman Elisa sudah pada pulang dengan naik motor masing-masing.. Hanya Elisa yang biasanya menunggu jemputan papanya..


"Teman-teman kamu mana Sa? Kenapa kamu duduk didepan toko sendirian?" tanyanya heran.


"Kamu enggak lihat jam kah? Ini sudah jam 9 malam sedangkan toko tutup pukul 20.30 WIB.. Jelas mereka sudah pada balik lah.." jawabnya judes.


"Hehehe.. Kamu tuh ya dari kemarin kayaknya sebel banget sama aku sih.. Ayok naik Sa.." pinta Reyhan.


"Ya" jawabnya singkat.

__ADS_1


__ADS_2