SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Perkenalan dengan Reno


__ADS_3

Setelah membeli beberapa roti kemudian datanglah partner-partner dari arah tempat parkir motor. Dan seperti biasa, Elisa pun melihat Emeli yang dari jauh sudah nampak senyam senyum kepada dirinya.


"Nah loh, kenapa senyam senyum seperti itu? Habis menang lotre bu?" sindirnya ke Emeli.


"Ya seneng saja karna ada partner baru kan hari ini, dan ini juga hari minggu, nanti malam kan kita gajian Sa.."


"Oh iya ya Mel.. Aku baru ingat saja.. Kalau kamu enggak ngomong ya aku enggak bakal ngerti ow.."


"Itu yang dibungkusan plastik di tangan mu itu apa Sa?"


"Oh ini, tadi tuh aku mampir ke toko roti sebelah, aku beli beberapa untuk nanti kita makan.."


"Nanti? Kita? Maksudnya kamu sama aku gitu?"


"Iya lah Mel terus siapa lagi? Enggak mungkin kan aku bagi ke Toto.." bisiknya ke Emeli sembari meledek.


"Awas loh Sa jangan keras-keras nanti dia dengar pula.."


"Ya enggak lah.."


Tiba-tiba dari kejauhan nampak calon partner baru itu turun dari motor, dia berangkat diantar oleh teman lelaki dan kebetulan juga dia langsung menghampiri Toto.


"Loh loh loh.. Kok dia menghampiri Toto sih Mel?"


"Iya ya Sa.. Jangan bilang kalau dia pacarnya Toto.."


"What?? Ini pasti enggak mungkin dong Mel, lelaki setampan dia masa iya sih pacarnya lelaki juga alias gay.."


"Bisa jadi, kayak kamu enggak ngerti sifat.e Toto aja.. Dia kalau lihat lelaki tampan tuh langsung suka.."


"Benar juga sih, dia kan enggak normal ya Mel.."


"Tuh kamu tahu.."


Mereka masih memperhatikan lelaki itu yang masih asyik mengobrol dengan Toto bahkan nampak mereka sangat akrab dan bercanda bersama. Waktu menujukkan pukul 08.40 WIB. Toko pun sudah mulai buka. Seperti biasa peraturan dan rutinitas keseharian toko harus selalu dijalani. Elisa yang saat itu mengelap etalase pun memperhatikan tingkah lelaki itu yang menempel terus sama Toto. Elisa merasa kesal.


"Sakit mata aku lihat mereka berdua-duaan kayak gitu Mel.."


"Sudah lah Sa biarkan saja, mungkin mereka saling kenal kali.. Sudah kita fokus bersih-bersih dulu ya.."


Setelah selesai bersih-bersih, lantas Elisa pun membuka kasir sementara Emeli seperti biasa membantu Eny dan mbak Marni menata barang-barang.

__ADS_1


Tiba-tiba saja datang lelaki itu yang merupakan partner baru ke meja kasir Elisa.


"Mbak, maaf aku mau ngecek harga barang ini bisa.."


"Oh ya bisa dong.."


"Makasih mbak.."


"Sebentar, nama kamu siapa? Aku Elisa.."


"Nama ku Reno, mbak.."


"Jangan panggil mbak lah.. Panggil saja Elisa.."


"Tapi nampaknya kamu lebih tua dari ku, enggak sopan dong kalau hanya panggil nama.."


"Darimana kamu tahu kalau umur ku lebih tua dari kamu?"


"Ya hanya menebak saja.."


"Kalau aku bilang umur ku masih 20 tahunan apa kamu percaya?"


"Enggak, karna kamu terlalu dewasa meskipun fisik mu mungil.." jawab Reno dengan serius.


"Oh ya silahkan.."


Elisa makin penasaran dengan Reno. Bahkan terpikir dalam fikirannya untuk bisa bertukar nomer WA dengannya.


"Cie.. Yang habis kenalan sama partner baru.." tiba-tiba saja Emeli datang ke kasir menaruh barang dan meledek Elisa.


"Apaan sih kamu Mel.. Pasti kamu kepo lewat CCTV ya.."


"Hahaha tahu saja sih Sa.. Oh ya aku bisa tebak kalau kamu pasti pengen dekat sama dia kan Sa?"


"Sssttt.. Jangan keras-keras Mel nanti kedengaran sama yang lain kan malu Mel.."


"Oh ya aku lupa kalau aku masih ada kerjaan Sa.. Aku balik dulu ya.."


"Ya udah sana nanti kena semprot mbak Marni loh.."


Tiba-tiba ponsel Elisa bergetar ternyata Reyhan lagi.

__ADS_1


"Sa, aku mau minta tolong boleh?"


"Kok kamu lagi sih Han? Katanya kita enggak usah komunikasi dulu.."


"Ini penting Sa.. Tolong ya kamu chat ke Erna, aku khawatir banget karna sudah beberapa hari ini dia enggak pulang ke rumah.."


"Apa Erna punya pacar?"


"Punya, tapi dia di ibukota Sa.."


"Bisa jadi Erna pergi nemuin pacarnya Han.."


"Kalau emang bener pergi untuk mencari lelaki itu bener-bener kelewat batas Sa.."


"Udah lah kamu kayak enggak ngerti Erna saja, dia kan udah gede, biarlah dia mau melakukan apa saja.."


"Ya tapi aku khawatir Erna melakukan hal melebihi batas Sa yang bisa bikin aib keluarga.."


"Khawatir? Terus apa kamu enggak khawatir kalau suatu saat aku bakal buat aib untuk keluarga aku?"


"Kok kamu tiba-tiba ngomong gitu sih Sa?"


"Kamu pasti enggak bisa jawab kan.. Sudah lah aku sibuk.."


"Sebentar Sa.. Untuk kali ini saja.. Kamu tanyakan ke Erna ya dimana dia sekarang.."


"Ok kamu kirim nomernya dan aku akan WA Erna.."


Setelah itu pun Elisa langsung buru-buru chat Erna.


"Dek Erna, kamu dimana sayang? Kenapa beberapa hari ini enggak pulang ke rumah? Kakak mu khawatir dek.."


"Aku lagi kesal sama kakak, mbak.. Dia tuh egois semau dia sendiri. Aku lagi di tempat pacar aku, besok atau lusa baru akan balik Pemalang mbak.."


Buru-buru Elisa screenshot chat dirinya dengan Erna dan mengirimnya ke Reyhan.


"Tuh kan benar Sa.. Dia pasti sama pacarnya.."


"Kakak sama adek enggak jauh beda ya Han.."


"Maksudnya gimana Sa?"

__ADS_1


Elisa malas menanggapi chat Reyhan. Dia lebih memilih fokus bekerja. Sementara yang ada difikiran dia saat ini cuma Reno. Ya, bagaimana caranya biar mereka bisa dekat dan bisa tukeran nomer WA.


__ADS_2