SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Hari Pertama Puasa di Tempat Kerja


__ADS_3

Dua jam tertidur akhirnya alarm di ponsel Elisa pun berbunyi. Elisa membuka matanya perlahan dan segera beranjak dari tempat tidurnya. Dia pun menuju ke kamar mandinya.


"Hufftt.. Malas sekali hari ini.." ucapnya.


Sementara Mama dan Papa Elisa masih tertidur. Elisa langsung mandi dan memakai baju serta bersolek.


Pukul 08.00 WIB, Elisa bahkan sudah siap. Ya, Elisa tidak suka lama-lama di depan cermin. Dia bersolek secara natural apa adanya. Kemudian Elisa masuk ke kamar Mamanya.


"Mama, sudah jam 8 lebih 5 menit nih.. Siapa yang mau antar Elisa pergi bekerja?" ucapnya manja.


"Ya, ini Mama bangun sayang.." Mama Elisa pun langsung beranjak dan ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian mama Elisa langsung berganti pakaian, mengeluarkan motor dari dalam rumah dan mengstarter. Pukul 08.15 WIB mereka pun berangkat menuju ke tempat kerja Elisa.


"Makasih ya Mah, Elisa kerja dulu.." ucap Elisa berpamitan sembari mencium tangan Mamanya.


"Ya sayang, hati-hati ya.."


"Ya Mah.."


Mama Elisa pun beranjak pergi meninggalkan toko tempat Elisa bekerja. Setelah itu Elisa menghampiri Reno.


"Sa.."


"Ya Ren.." jawabnya sambil tersenyum.


"Kamu semalam sahur Sa?" tanya Reno.


"Ya, kenapa Ren? Apa kamu enggak sahur?"


"Hehehe.. Enggak Sa.. Abisnya aku baru tidur jam 1 malam Sa.."


"Loh ngapain saja Ren? Jadi kamu enggak puasa nih?"


"Ya terpaksa enggak puasa dulu Sa.. Ya semalam tuh susah tidur Sa.."


"Hadeh... Ada-ada saja kamu Ren.. Kebanyakan mikirin pacar kamu ya sampai enggak bisa tidur.."


"Ya karna mikirin kamu Elisa.." ucapnya dari dalam hati.


"Enggak jawab kan? Berarti iya dong mikirin pacar kamu.."


"Iya kali ya.. Sudah berapa hari ini aku enggak ketemu dia sih.." jawabnya mengarang.


"Ya kalau rindu ketemuan atuh.."

__ADS_1


"Bulan puasa mana boleh mojok berduaan Sa.."


"Boleh saja, asal enggak maksiat.."


"Eitss.. Maksiat yang kayak apa nih maksud kamu?"


"Ya kayak misal ciuman gitu.."


"Ya elah Sa.. Aku kalau pacaran enggak gituan kali Sa.."


"Masa sih? Ya bagus dong kalau enggak gitu berarti kamu bukan bad boy Ren.."


"Ya aku kalau pacaran yang wajar-wajar saja sih Sa.."


"Ya emang baiknya kayak gitu Reno.. Jadi pacar kamu enggak merasa dirugikan oleh kamu.. Apalagi kalau nanti putus, setidaknya dia enggak akan nangis-nangis tiap malam.."


"Kamu sendiri kayak gitu enggak Sa?"


"Emm.. Aku pernah sih.. Tapi hanya beberapa hari saja kok.."


"Kamu nangisnya kenapa? Apa sudah dibuat rugi sama lelaki?"


Ketika Reno serius bertanya pada Elisa tiba-tiba saja pintu toko sudah dibuka sama bos mereka. Akhirnya Elisa pun tak sempat menjawab dan buru-buru masuk meninggalkan Reno.


Seperti biasa mereka mengerjakan rutinitas toko. Meski bulan puasa tapi rasanya seperti hari-hari biasa. Tetapi cuaca hari itu tidak seperti biasanya. Ya, panasnya terik.


"Hari pertama puasa panasnya terik banget ya Mel.."


"Ya Sa.. Biasanya kita jam segini lagi makan mendoan sama es kopi ya sekarang malah harus tahan lapar dan dahaga.."


"Ya Mel.. Belum terbiasa nih perut aku.."


"Sama Sa.. Aku juga.. Ya semoga saja kita kuat menjalani hari pertama puasa.."


"Aamiin.." jawab Elisa.


Elisa dan Emeli pun melihat Toto, Reno dan adik Emeli sedang mengangkat-ngangkat dus yang isinya lusinan buku tulis.


"To, di tata sebelah sini ya.." ucap pak bos.


"Ya bos, nanti saya susun rapi disitu.."


"Ok.." pak bos pun kembali ke meja kerjanya.

__ADS_1


Sementara Toto, Reno dan adik Emeli masih sibuk dengan pekerjaannya itu.


"Huh.. Kayaknya hari ini enggak bakal kuat puasa seharian deh.." ujar Toto sambil terengah engah nafasnya.


"Aku tahu pekerjaan ini berat bagi mu To.. Kalau enggak kuat jangan dipaksakan ya.." Emeli menanggapi Toto.


"Ya Mel.. Aku haus banget.. Capek.. Berat banget dus-dusnya.."


Elisa pun masih memperhatikan Reno dan bertanya padanya.


"Ren.."


"Kenapa Sa?"


"Apa kamu juga capek seperti yang Toto rasakan.."


"Capek itu hal yang lumrah Sa.. Namanya kerja ya capek lah Sa.."


"Kamu semalam enggak sahur kan? Berarti kamu nanti beli jajan dong sama Toto.."


"Sayangnya aku enggak punya duit untuk beli jajan Sa.. Jadi nanti aku minum air putih saja di dapur.."


Elisa yang mendengar ucapan Reno langsung terdiam. Ya, bagaimana mungkin lelaki muda seperti Reno tidak punya uang? Tapi itu lah kenyataannya karna Reno ingin mandiri, dia sudah lama tidak hidup bersama dengan kedua orang tuanya. Elisa pun sudah tahu akan hal ini. Jadi dia sangat maklum jika Reno tidak pernah beli jajan, karna Reno juga belum satu bulan bekerja disitu. Elisa ingin banget berbagi makanan dengan Reno tapi hal itu takut membuat Reno minder akan niat baiknya itu.


"Reno.. Kenapa kamu sederhana banget.. Tidak seperti lelaki lain.. Biasanya kalau anak-anak remaja tuh sekarang lagi menikmati hidup enak, sering diberi uang sama orang tua.. Tapi kamu lain.. Kamu malah milih hidup mandiri terpisah dari orang tua.." ucap Elisa dari dalam hati.


"Sa.. Kamu kenapa?"


"Oh enggak apa-apa kok Mel.."


"Kamu mikirin Reno ya?"


"Ya, aku kasihan.. Dia capek haus lapar tapi enggak punya uang buat beli jajan.."


"Kalau kamu kasihan ya kamu pinjamkan saja uang mu ke dia Sa.."


"Enggak bisa Mel.. Dia pasti akan menolak.. Dia tidak suka dikasihani orang lain.. Dia sangat mandiri.."


"Terus gimana dong Sa?"


"Ya biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau, kalau dia hanya ingin minum air putih saja ya kita bisa apa?"


"Ya juga sih ya Sa.."

__ADS_1


__ADS_2