
Malam telah berganti pagi. Suara ayam berkokok membangunkan semua orang untuk melaksanakan sholat subuh begitu juga Elisa yang terbangun ketika mendengar kokok ayam itu. Segera dia bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas untuk mandi membersihkan dirinya yang kotor hanya karna permainan cinta semalam dengan Reyhan.
15 menit kemudian Elisa keluar dari kamar mandi, dan dia mengambil air wudhu. Setelah itu dia masuk ke kamar memakai pakaiannya dilanjut memakai mukenah dan bersiap untuk sholat subuh.
Sehabis sholat Elisa berdoa kepada Tuhan agar mengampuni dosa-dosa Elisa.
"Ya Allah.. Ampunilah dosa-dosa ku selama ini, aku melakukannya lagi dan lagi. Sungguh betapa hinanya diriku saat ini. Aku merasa jijik pada diriku sendiri.. Jangan laknat diriku ya Allah. Sungguh aku ingin menolak tapi kenyataannya tubuh ku tidak bisa untuk berkata tidak. Sedangkan dia bukan imam ku, status kita diluar nikah. Beri aku kesempatan untuk menebus semua dosa-dosa ini ya Allah, berikan aku iman yang kuat untuk menghindar dari lelaki semacam Reyhan. Tuntun aku ke jalan yang lurus, dekatkan aku dengan lelaki baik pilihan mu ya Allah.. Jauhkan aku dari Reyhan, aku enggak ingin diriku dipenuhi dosa-dosa duniawi.. Aamiin ya robbal'alamiin.." ucapnya seraya air mata menetes mebasahi kedua pipinya yang chubby itu.
Setelah berdoa, Elisa bersiap membantu orang tuanya beberes di dapur menyiapkan sarapan pagi. Dan saat itu juga Elisa ditanya oleh Mamanya.
"Sayang, mata kamu kenapa? Kok bengkak? Kamu habis nangis ya?" tanyanya penasaran.
"Heh.. Enggak juga kok Mah, tadi Elisa berdoa jadi terbawa suasana sampai akhirnya keluar air mata.. Mama enggak usah mikir yang enggak-enggak ya.. Elisa baik-baik saja kok.." jawabnya sembari tersenyum.
"Bener kamu enggak kenapa-kenapa sayang? Mama kok merasa kayak ada yang mengganjal di hati kamu dan kamu sengaja menutupinya dari Mama.." ucapnya dengan sedih ke Elisa.
__ADS_1
"Enggak ada yang Elisa tutup-tutupi kok Mah, serius deh Elisa enggak bohong.. Ini karna terbawa suasana saja pas lagi berdoa tadi makanya mata jadi bengkak gini.." jawabnya meyakinkan Namanya yang belum 100% percaya.
"Ya sudah lah kalau memang kamu enggak kenapa-kenapa sayang.. Sini bantu Mama iris bawang ya, Mama mau masak tumis buat sarapan pagi.." pinta Mama Elisa.
"Ok siap laksanakan Mah.." jawabnya tegas.
Satu jam mereka berada di dapur, ya memasak ya membereskan dapur dan juga mencuci peralatan yang sudah terpakai untuk memasak. Kini waktunya Elisa untuk sarapan bersama Mama Papa dan adiknya.
Jam dinding menunjukkan pukul 07.30 WIB. Dan mereka pun selesai sarapan. Elisa langsung bergegas ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan bersiap untuk berangkat kerja seperti biasanya dan kali ini Elisa berangkat diantar oleh Mamanya karna Papa Elisa harus mengerjakan sesuatu di kebun.
"Sa, sudah siap belum? Ini sudah jam 8 loh nanti kamu telat lagi kalau berangkatnya kesiangan.." ucap Mama Elisa.
Pukul 08.05 WIB akhirnya Elisa keluar dari kamarnya.
"Ayo Mah.. Elisa sudah siap.." ucapnya kepada Mamanya.
__ADS_1
Mama Elisa langsung mengstarter motornya dan mereka berangkat menuju tempat kerja Elisa.
Suasana hati Elisa pagi itu sudah lumayan membaik setelah dia berbagi cerita dengan Tuhannya lewat sebuah doa.
"Ya Allah.. Lancarkan lah pekerjaan ku hari ini. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.. Dan semoga saja tidak mengalami kejadian seperti semalam itu.. Aamiin.." ucapnya dari dalam hati ketika dia membonceng Mamanya.
Pukul 08.20 WIB mereka sampai di tempat kerja Elisa. Segera Elisa turun dari motor dan langsung mencium tangan Mamanya yang artinya Elisa pamit bekerja.
"Hati-hati buat kerja dan semangat terus anak Mama.." ucap Mamanya menyemangati.
"Terimakasih Mah.. Elisa pasti semangat terus kok.." jawabnya sembari tersenyum.
"Ok sayang, Mama pulang dulu ya.." kata Mama Elisa.
"Iya Mama.. Hati-hati di jalan ya Mah.." jawabnya.
__ADS_1
"Ya sayang" sembari memutar gas dan pergi berlalu meninggalkan Elisa.
Elisa kemudian berkumpul dengan teman-temannya di depan toko karna biasanya toko baru buka pukul 08.30 WIB. Sembari menunggu, mereka biasanya berfoto dengan partner yang lainnya.