SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Kedatangan Elena ke Toko


__ADS_3

Setiap detik berlalu, keramaian toko juga membuat waktu berputar sangat cepat hingga tak terasa hari sudah sore langit pun mulai gelap. Elisa dan Emeli pun sudah makan malam, mereka juga sudah sama-sama cantik, jika waktu senggang tak ada pembeli mereka action didepan kamera meskipun masih jam kerja.


"Mel, aku belum ngomong ke kamu ya.."


"Perihal apa Sa?"


"Si Reyhan tadi siang chat, katanya Elena mau pulang.."


"Apa? Dia mau pulang, aku takut dia kesini Sa.."


"Kenapa jadi kamu yang takut Mel?"


"Ya takut dia buat onar disini.."


"Sama dong.. Pikir ku juga gitu Mel.. Ya kita tunggu saja deh.."


Kemudian meja kasir mereka didatangi pembeli yang ingin membayar, mereka pun mulai sibuk lagi hingga tak terasa sudah pukul 19.30 WIB. Tiba-tiba saja datang dua orang perempuan tak berhijab melewati meja kasir Emeli dan Elisa.


"Sa sa.. Itu tadi Elena.."


"Hah? Yang bener Mel? Kamu enggak salah lihat?"


"Beneran Sa.. Dia itu Elena sama adik sepupunya yang dulu pernah kerja disini namanya Ocha kalau enggak salah.."


"Oh Ocha yang dulu pernah bikin aib sama tetangga rumah ku ya Mel.."


"Aku kurang tahu Sa.."


"Ya lah kamu enggak akan tahu, yang tahu ya tetangga-tetangga rumah ku lah Mel.."


"Kamu hati-hati ya Sa.."


Elisa pun berdiri. Dan ingin meninggalkan meja kasirnya.


"Sa.. Kamu mau kemana?"


"Aku mau ke tempat Reno dulu Mel.. Sebentar ya.."


"Ok jangan lama-lama ya.."

__ADS_1


Elisa pun lari mendatangi Reno.


"Reno.."


"Kamu kenapa Sa?"


"Pacar Reyhan beneran datang Ren.."


"Ya terus apa urusannya sama aku Sa?"


"Ya kamu nanti lihat dulu lah.."


Elena dan Ocha pun menuju kasir Emeli setelah membeli barang kosmetik. Nampak Elena dan Emeli saling mengobrol dan sepertinya Elena sedang mencari-cari Elisa.


"Mel.. Kasirnya kosong? Elisa takut ketemu aku ya?"


"Enggak Len, tadi Elisa lagi setoran uang ke bosnya.."


"Oh gitu.. Aku kira dia takut ketemu aku.."


"Huh buat apa juga takut sama kamu Len, lagian Elisa nih kemana sih kenapa enggak balik-balik.." pikir Emeli.


"Menurut mu bagaimana Ren pacar Reyhan? Dia cantik kan? Bahkan lebih cantik dari aku.."


"Cantik? Enggak sih, biasa saja Sa.. Masih cantikan pacar aku lah.."


"Haha kamu mah sukanya gitu.."


"Ya sudah sana kamu balik ke kasir kenapa disini Sa.."


"Elisa kamu nempel Reno terus sih.." ujar si Toto.


"Itu yang dikasir pacarnya Reyhan To.."


"Hah? Serius Sa? Kamu takut ya ketemu dia makanya kamu lari kesini?"


"Enggak kok, ini aku juga mau balik ke kasir.." Elisa pun meninggalkan bagian alat tulis dan menuju meja kasirnya.


"Sa, lama banget setorannya.." ujar Emeli pura-pura.

__ADS_1


"Ya Mel, tadi aku ke toilet karna kebelet kencing.." jawabnya.


Sontak Elena dan Ocha langsung mengarahkan pandangannya ke Elisa.


"Oh kamu Mbak.. Aku sekarang sudah pulang ya.. Jangan pikir bisa merebut Reyhan dari aku.."


"Huh merebut? Apa enggak salah, jelas-jelas pacar kamu yang genit ngejar aku terus.."


"Dimana mana pelakor ya tetep pelakor.." ujar Elena.


Elisa menahan emosi dan diam.


"Jadi ini cewek yang merebut pacar kamu Mbak?" ujar Ocha ke Elena.


"Ya.. Dia lah orangnya.." jawab Elena.


"Dasar enggak tahu malu ya kamu, bisa-bisanya merebut pacar sepupu ku.. Kayak cewek enggak laku aja kamu.."


Elisa pun enggak bisa sabar alhasil dia kehilangan kontrol dan membalas ucapan Ocha.


"Heh anak kecil, kalau ngomong tuh di jaga, kamu lagi menjijikan, aib mu lebih menjijikan dibanding dengan aku yang dituduh pelakor sama kakak sepupu mu itu.. Kalau mau jelekkin orang, usahakan bercermin lebih dulu ya.."


"Kurang ajar, kamu cari ribut sama aku ya pelakor.." Ocha pun ingin mendatangi Elisa dan menghajarnya namun langsung dicegah sama Elena.


"Kontrol diri kamu Cha.. Kita sedang dimana? Jangan cari masalah.. Ayo kita pergi.. Sudah cukup kita memperingati dia.."


Mereka pun pergi meninggalkan toko. Sementara Emeli langsung menegur Elisa.


"Sa.. Kamu sadar enggak omongan kamu barusan itu seakan kamu ngajak ribut loh sama mereka.."


"Ya mau gimana lagi Mel.. Mulut mereka kurang ajar banget sama aku.. Aku kan lebih tua dari mereka Mel masa aku mau diam saja sih dihina gitu sama anak bau kencur.."


"Ya.. Tapi kamu lihat situasinya juga dong Sa.. Ini masih di Toko.. Kalau tadi kalian ribut, bisa-bisa bos bakal tegur kamu loh.."


"Iya juga sih.. Aku terlalu gegabah Mel.. Maaf ya.."


"Ya sudah enggak apa-apa.. Lain kali abaikan mereka saja ya Sa.."


"Ok Mel.."

__ADS_1


__ADS_2