SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Memberi Kado


__ADS_3

Setelah mereka sampai di rumah Reyhan, kemudian Elisa masuk dan duduk diruang tamu, nampak Erna. Hanya saja kali ini Erna sibuk dengan teman-teman Reyhan menyiapkan ikan dan peralatan lainnya untuk proses bakar-bakaran. Elisa pun duduk seorang diri, kemudian datang Reyhan menghampiri Elisa.


"Sa, kamu kenapa bengong?" tanyanya.


"Tepat pukul 00.00 WIB nanti usia mu genap 26 tahun Han, aku enggak tahu kado apa yang kamu inginkan, tapi aku berharap kamu suka dengan kado yang aku berikan ini.." ujarnya.


"Kenapa repot-repot sekali sih Sa, ok deh intinya terimakasih banyak untuk pemberian kamu ini.." jawabnya.


"Oh ya Sa, ikut aku ke kamar yuk.." ajak Reyhan.


"Mau apa Han? Aku enggak terbiasa, didepan ramai banyak teman-teman mu.. Kamu enggak mungkin minta begituan disaat-saat seperti ini kan??" tanyanya heran.


"Ya enggak lah Sa, masa iya sih di malam hari jadi ku, aku juga enggak mau melakukan itu Sa.. Ayok ikut aku.." pintanya tak sabar.


Elisa pun menuruti ajakan Reyhan. Elisa di gandeng Reyhan, mereka lantas masuk ke dalam kamar dan Reyhan mengunci pintu kamar itu rapat-rapat. Reyhan yang sudah bergairah pun langsung mencium bibir Elisa, begitupun sebaliknya, Elisa membalas dengan mesra juga, lama mereka mencium satu sama lain akhirnya Reyhan berkata jujur.


"Sa, aku mau kamu mainkan p***a ku pakai m***t kamu yang seksi.. Apa kamu keberatan?"


"Aku.. Enggak keberatan Han.."


"Kamu malam ini patuh banget Sa.. Aku suka kamu yang seperti ini.." jawabnya sambil mencium bibir Elisa lagi.


"Aku seperti ini hanya demi menyenangkan hati mu yang sedang berbahagia menyambut 26 tahun mu.."


Kemudian Elisa mulai mengerjakan apa yang Reyhan pinta, Reyhan pun sangat men****tinya. Reyhan sangat berhasrat melihat rambut panjang nan indah punya Elisa terurai bergerak mengikuti irama.


Sampai pada akhirnya Reyhan mencapai kli**ks. Dan setelah itu Reyhan kembali mencium Elisa.


"Terimakasih Sa.. Pelayanan kamu sangat memuaskan.. Aku tahu kamu wanita yang pandai dalam urusan beginian.." bisik Reyhan di telinga Elisa.


"Meskipun demikian, aku hanya dekat dengan seorang lelaki saja saat ini.. Enggak seperti seorang didepan ku ini yang berani-beraninya main api.." sindir Elisa ke Reyhan.


"Hehehe.. Kamu memang pandai bicara.. Ayok kamu mau pulang atau tidak?" tanyanya.

__ADS_1


"Pukul berapa sekarang?"


"Sekarang hampir pukul 22.30 WIB. Kamu pulang diantar Erna saja ya Sa.." ujarnya.


"Kok Erna sih? Kamu tega? Dia adik kamu loh, dia wanita.. Dia pasti enggak akan mau menuruti permintaan konyol mu ini.." jelasnya.


"Aku nanti ngomong ke Erna.. Dia pasti akan nurut.." ujarnya meyakinkan.


Setelah selesai merapikan baju, mereka pun keluar kamar bersama. Dan Reyhan memanggil Erna yang ada di teras depan bersama teman-teman Reyhan.


"Erna kesini.."


"Ada apa sih Mas?"


"Kamu antar Mbak Elisa pulang ya sayang.." pinta Reyhan.


"Aku enggak mau, kenapa enggak Mas Reyhan saja yang mengantar, lagi pula ini juga sudah larut malam, aku juga wanita kalau misal ada apa-apa di jalan bagaimana Mas?" jelasnya menolak perintah.


"Sayang, Kalau Mas yang mengantar Mbak Elisa pulang itu hanya akan memperburuk citra Mbak Elisa di mata tetangga. Lagi pula nanti Mas sekalian ikut mengantar kalian kok.." jawabnya berbohong.


"Dek Erna, Mbak Elisa minta maaf kalau sudah sangat merepotkan mu.. Menyusahkan mu hingga seperti ini.."


"Enggak apa-apa Mbak Elisa, hanya saja Mas Reyhan memang perintahnya enggak pernah bisa dibantah.. Kalau aku berani membantah maka aku akan kehilangan uang jajan ku.." ujarnya menjelaskan.


"Sebegitu tega kah Mas Reyhan padamu dek?" tanyanya tak percaya.


"Ya Mbak, bagiku itu sudah biasa agar aku selalu nurut dengan semua perintah-perintahnya.. Ayok Mbak Elisa naik.. Tapi mana Mas Reyhan?" timpalnya.


"Mas Reyhan, kamu dimana? Kamu bilang akan mengawal dibelakang ku.." ujarnya pada Reyhan.


"Maaf adik ku sayang.. Mas Reyhan enggak bisa mengantar karna tidak ada motor lagi disini.."


"Hmpph.. Mustahil, kau pinjam lah motor teman mu itu.." ucapnya sedikit kesal pada Reyhan.

__ADS_1


"Mereka juga memakai motor untuk menjemput teman ku yang lain.. Sudah dek sana antar Mbak Elisa, nanti keburu makin malam loh.."


"Menyebalkan sekali punya kakak seperti itu.." Erna langsung menstarter motor maticnya dan bergegas pergi membawa Elisa pulang ke rumahnya dengan merasa kesal.


15 menit kemudian mereka sampai di rumah Elisa. Dan kebetulan ada mama Elisa juga yang pulang larut hanya karna habis ada kepentingan keluarga. Lantas dari sini lah mama Elisa berkenalan dengan Erna.


"Ibu, maaf aku mengantar Mbak Elisa pulang selarut ini.."


"Iya enggak apa-apa nak, kamu orang mana? Cantik banget apa tidak takut kenapa-kenapa keluar jam segini.."


"Hehehe aku Erna Bu, teman kerja Mbak Elisa. Rumah ku di desa W.. Ya kebetulan enggak terlalu jauh.. Aku sudah terbiasa mandiri bu, jadi kalau pun keluar larut malam juga selalu sendiri.." ujarnya berbohong.


"Gak hanya cantik tapi kamu juga seorang yang pemberani.. Mari silahkan masuk ke dalam rumah sambil mengeteh dulu nak.." ajaknya ke Erna.


"Terimakasih Bu, aku rasa aku harus pulang sekarang karna sudah larut pukul 23.30 WIB. InsyaAllah lain kali aku main kesini lagi Bu.." ujarnya.


"Ya sudah enggak apa-apa.. Apa perlu diantar nak.. Nanti biar papa Elisa mengawal mu, ibu enggak enak kalau kamu pulang sendirian malam ini.."


"Elisa, kamu masuk dan lihat papa mu ya sayang.." pinta mama ke Elisa.


Elisa langsung masuk ke rumah dan 5 menit kemudian dia keluar dan mengatakan.


"Maaf Mah, papa sudah tidur nyenyak, aku enggak enak mau bangunin papa.." jawabnya jujur.


"Ya sudah enggak apa-apa kok Mbak Elisa, aku bisa pulang sendiri.. Ibu, aku pamit pulang ya Bu.. Maaf larut malam sudah bertamu, aku enggak mau merepotkan ibu atau bapak.. Sekali lagi maaf ya bu.." ujar Erna.


"Enggak apa-apa nak Erna.. Ibu yang berterimakasih karna sudah mengantar Elisa pulang.. Kamu benar mau pulang seorang diri nak?" tanya mama Elisa yang tak yakin.


"Ya Bu, ya sudah aku pamit dulu ya bu, Mbak Elisa.. Assalamualaikum.." ujarnya bersalaman mencium tangan mama Elisa dan buru-buru menstarter motornya.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan ya nak Erna.. Jangan ngebut-ngebut.."


"Pasti Bu.." jawabnya sembari tersenyum ke mama Elisa dan Elisa..

__ADS_1


Seketika itu dia pun berlalu, mama Elisa dan Elisa pun masuk kedalam rumah.


__ADS_2