
Setelah 30 menit istirahat, Emeli pun balik ke meja kasir.
"Sa.. Kamu tidur kah?"
"Mana ada? Ya enggak lah Mel.. Walau sebenarnya aku memang mengantuk sangat.."
"Burun geih masuk wudhu biar fresh lagi muka mu.."
"Ya Mel.." Elisa pun berjalan sambil membawa uang kasir untuk di setor ke bos, kemudian dia baru masuk untuk sholat. Disana pun rupanya ada Eny.
"Sa.. Mau sholat juga?"
"Iya nih En.. Kamu sudah selesai belum?"
"Sudah nih, kebetulan aku juga mau turun.."
"Kamu enggak tiduran disini dulu En?"
"Enggak Sa.. Pekerjaan ku masih banyak banget Sa di gudang.. Duluan ya.."
"Ok.."
Elisa pun memakai mukenah yang tadi dipakai Eny dan langsung membaca niat sholat.
***
"Sebenarnya aku mengantuk tapi enggak enak kalau mau tidur di atas loteng begini.." ujar pada dirinya sendiri.
Akhirnya Elisa pun turun dan balik ke meja kasir.
"Loh Sa.. Kok cepat banget.."
"Lah terus mau apa lagi Mel? Ini kan jam kerja bukan jam tidur.."
"Ya tapi kasihan mata kamu Sa.."
"Biarin lah Mel.."
Tiba-tiba saja datang Reno meletakkan barang di meja kasir Elisa.
"Hai Sa.. Lesu banget.."
__ADS_1
"Ya lah efek puasa Ren.."
"Semangat dong berapa jam lagi kan berbuka.."
"Ya elah.. Masih lama kali.."
"Hahahaha.. Berdoa saja biar jamnya bisa muter cepat dong.."
"Semoga saja lah Ren.."
Reno pun meninggalkan Elisa dengan senyam senyum.
***
Sehari itu pun berlalu.. Elisa melewati hari itu dengan sangat tidak bersemangat, karna rasa lelah dan mengantuknya.. Elisa ingin izin cuti kerja tapi keadaan yang tidak bisa memungkinkannya untuk cuti. Elisa pun merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Lagi-lagi ada notif chat dari Reyhan. Elisa sangat malas melayani chatnya. Saat itu dia hanya ingin tidur setelah capek bekerja seharian.
"Sayang, kamu pulang kerja enggak bersih-bersih dulu?" tanya mama Elisa.
"Elisa capek banget Mah.." jawabnya
"Kamu kalau capek ya izin cuti saja.."
"Masalahnya toko akhir-akhir ini lagi ramai banget Mah, enggak memungkinkan aku buat cuti.. Kasihan Emeli.. Eny juga lagi enggak mau dibagian kasir karna dia harus bantuin senior killer menata barang di gudang.."
"Iya Mah.. Elisa mau ambil wudhu dulu Mah.. Baru ingat belum sholat.."
"Ya sudah sana Nak.."
Elisa pun keluar kamar dibarengi mama Elisa. Setelah melakukan sholat kini mata Elisa jadi jernih banget seakan rasa kantuk itu hilang dengan sendirinya. Elisa pun membuka ponselnya.
"Sa.. Lagi apa nih?" chat dari Reno.
"Habis sholat Ren.."
"MasyaAllah.. Anak sholehah ya.."
"Aamiin.. Ada apa nih chat aku?"
"Enggak apa-apa.. Cuma mau mastiin kamu sudah tidur belum.."
"Ya belum dong.."
__ADS_1
Kemudian Elisa membuka chat dari Reyhan.
"Sa.. Aku habis kena apes nih.."
"Apes kenapa Han?"
"Mobil aku mogok harus dibenerin di bengkel.. Otomatis uang ku habis, sedangkan adek ku minta uang ke aku buat bayar arisan.."
"Terus?"
"Kamu bisa bantu aku enggak? Tolonglah pinjemin uang dulu nanti aku balikkin kalau sudah gajian.."
"Masalahnya kamu mau pinjam berapa?"
"Rp 500.000, 00, adakah?"
"Aku sih ada.. Tapi apa enggak terlalu banyak segitu.."
"Adek ku bilang segitu nominalnya Sa.."
"Ok.. Besok suruh adik mu datang ke Toko buat ambil uangnya.."
"Siap.. Aku minta maaf kalau harus ngrepotin kamu Sa.."
"Enggak masalah.. Adek mu sudah seperti adek ku juga Han.."
"Aku jadi makin sayang sama kamu Sa.."
"Gombal.. Oh ya, kenapa kamu enggak minjam ke Elena saja sih? Dia kan baru balik dari ibukota Han.."
"Dia mana punya uang segitu, buat kebutuhan hidup keluarganya saja masih kurang kadang, mana mau minjamin uang dengan nominal segitu.."
"Oh gitu.."
"Ya sudah Sa.. Aku mau lihat mobil ku dulu sudah selesai di repair belum.. Soalnya jam 2 pagi aku sudah harus sampai di ibukota buat ngirim barang muatan ku.."
"Ok.. Hati-hati Han.."
"Ya Sa.. Selamat malam, selamat berisitirahat.."
"Ok selamat berdinas malam juga buat kamu.."
__ADS_1
Elisa pun akhirnya mengabaikan chat dari Reno karna harus membalas chat Reyhan. Dilihatnya jam sudah pukul 22.15 WIB. Elisa pun tidur.