SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Perhatian Reno


__ADS_3

Setelah mereka makan akhirnya mereka pun kembali ke depan. Reno pun melihat Elisa sedang asyik dengan ponselnya kemudian Reno menghampiri Elisa.


"Sa.. Kamu lagi ngapain?"


"Eh Reno.. Aku lagi lihat-lihat beranda FB.. Kenapa? Ada apa?"


"Kamu lupa kalau kamu belum makan ya? Buruan siap-siap geih, Emeli sebentar lagi juga keluar kok.."


"Ciye-ciye.. Kok kamu perhatian gitu sih sama aku?" jawab Elisa sambil senyam senyum menggoda Reno.


"Ya lah, kan aku kasihan saja sama kamu sih sudah kurus nanti makin kurus pula.."


"Yah, kamu tahu saja kalau nanti aku bakal makin kurus.."


"Ya makanya nanti makan yang banyak Sa, biar enggak sampai kurusan.."


"Ok siap boskuh.." jawabnya sambil tertawa.


Elisa pun menghitung uang setoran kasirnya untuk diserahkan ke bosnya ketika akan makan nanti. Tiba-tiba Emeli datang.


"Sana Sa masuk.."


"Sebentar ya Mel aku masih ngitung uang kasir yang hampir selesai nih.."


5 menit pun selesai Elisa menghitung uang-uang itu. Dan dia langsung meninggalkan Emeli tanpa sepatah katapun dan menyerahkan uang itu ke bosnya. Kemudian dia pun masuk menuju dapur untuk makan.


Kebetulan suasana dapur saat itu sudah sepi tak ada orang.. Elisa malas jika banyak orang maka akan banyak sekali kata yang keluar dari mulut-mulut mereka. Elisa pun cepat-cepat makan karna dia harus mengerjakan sholat juga sebelum waktunya habis.


20 menit Elisa menghabiskan waktu istirahatnya, dia buru-buru keluar dan dilihatnya kasir Emeli sangat ramai, langsung dia duduk di meja kasirnya dan fokus bekerja.


Malam itu terasa sangat cepat, karna Elisa merasa hari ini toko sangat ramai.

__ADS_1


"Capek enggak Sa?" tanya Emeli.


"Ya pasti lah Mel.."


"Hahahaa aku pikir, kamu robot yang enggak kenal kata capek Sa.."


"Fisik ku manusia mungkin lebih tepatnya hatiku yang robot Mel.."


"Ah kamu ada-ada saja sih Sa.."


Mereka mengobrol sambil membereskan dan menghitung uang-uang kasir, karna sebentar lagi toko akan tutup, dilihatnya jam di komputer Elisa sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Namun masih ada saja pembeli yang masuk ke toko.. Alamat kalau Elisa dan Emeli bakal pulang agak telat..


"Kesal kan Sa kalau mau tutup pasti ada saja yang beli.."


"Ya begitulah kalau bos enggak bisa gerak cepat lihat jam.."


Emeli dan Elisa pun bete menunggu pembeli itu yang masih memilah milih sedangkan jam sudah pukul 20.45 WIB, Toto pun menghampiri Elisa.


"Ya kamu mah mending To bisa langsung pulang, kayak aku dan Emeli harus hitung-hitungan dulu.. Ya kalau hasilnya pas enggak masalah, yang jadi masalah kalau uang setoran kita kurang.."


"Emang biasanya setoran mu kurang Sa?" tanya Toto serius.


"Ya kadang, kurang pun enggak banyak-banyak lah To.."


"Ya makanya kalau ngasir lebih hati-hati lagi Sa, jangan sampai di su'udzoni sama bos.."


"Iya To, aku ngerti kok.. Emang dasar akunya yanv ceroboh kali ya.."


Tiba-tiba pembeli itu pun membayar dikasir Elisa karna kasir Emeli sudah tutup rupanya. Lantas Toto pun membantu Elisa membungkus barang-barang belanjaan pembeli itu.


Pukul 20.55 WIB, toko baru tutup. Elisa pun menghitung sisa uang yang ada di laci kasir sambil dibantu Emeli.

__ADS_1


"Aku bantu ya Sa biar enggak gugup.."


"Ya Mel, makasih ya.."


"Ya santai saja Sa.. Maaf tadi aku tutup duluan soalnya si senior nyuruh aku buat tutup kasir sih.."


"Ya enggak apa-apa Mel.."


Setelah selesai lantas Elisa menemui bos di meja kerjanya, dan menyerahkan semua uang-uang itu. Bos pun langsung menghitung jumlah uang nyata dan hasil yang dikomputer apakah sama atau tidak. 10 menit kemudian.


"Ok, sudah selesai.. Kalian boleh pulang.."


"Terimakasih Pak Bos.."


"Hati-hati di jalan ya.."


"Siap Pak Bos.." jawab mereka serempak.


Bos pun membukakan pintu untuk mereka berdua. Jalanan sudah nampak sepi meskipun bulan ramadhan.


"Mel kamu pulang sendirian berani kan?"


"Ya berani dong Sa.."


"Aku duluan ya Mel, soalnya Papa ku sudah jemput.."


"Ya Sa, hati-hati.."


"Kamu juga Mel hati-hati.. Mereka pun berpisah.."


Emeli ke tempat parkir motor seorang diri, walau ada sedikit rasa takut tapi dia berusaha untuk menjadi seorang yang pemberani. Setelah mengambil motornya lalu dia menutup gerbang parkir rapat-rapat dan melaju balik ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2