SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Toto Meminta Maaf ke Elisa


__ADS_3

Keesokan paginya Elisa bangun kesiangan hanya karna semalam tidur terlalu larut.


"Hah sudah jam 07.30 ini.. Aku harus cepat-cepat mandi.."


Elisa pun keluar kamar dan mandi, 10 menit berlalu Elisa akhirnya keluar dari dalam kamar mandi dan masuk lagi ke dalam kamarnya untuk memakai baju dan mendandani mukanya. Setelah selasai, Elisa pergi ke meja makan untuk sarapan, pagi itu rumah nampak sepi, tak ada orang tua Elisa. Pantas dia bangun kesiangan rupanya tak ada Mamanya. Kalau ada pasti Elisa sudah dibangunkan. Elisa pun buru-buru menyantap sarapannya. Hingga tak terasa sudah pukul 08.15 WIB. Elisa bingung karna dia tak tahu bagaimana cara agar bisa berangkat kerja karna sebelumnya dia tak tahu cara mengendarai sepeda motor. Jadi lagi-lagi dia harus mengandalkan orang tuanya.


"Huh.. Bagaimana aku pergi bekerja? Duh Mama Papa pulanglah kalian salah satu agar bisa mengantar ku pergi bekerja.."


Mendadak Mamanya muncul.


"Sudah siap? Nasib baik bangun, kalau tidak bagaimana? Pasti tidak masuk kerja hari ini kan.."


"Kenapa Mama enggak membangunkan Elisa?"


"Mama sudah membangunkan mu tapi dasar kamunya saja yang tidur terlalu nyenyak.."


"Ya Elisa minta maaf Mah.. Semalam tidur larut.. Ayo Mah ini sudah siang takut telat.."


"Ya Mama keluarkan motor dulu.."


Mama Elisa mengeluarkan motor sementara Elisa nampak gugup karna waktu sudah menunjukkan pukul 08.25 WIB.


"Ayo Mah cepat.. Ini sudah pukul 08.25 WIB.."


"Cepat naik.." pinta Mamanya.


Elisa pun naik ke atas motor. Mereka pun meninggalkan rumah. Mama Elisa mengebut naik motornya hingga setiba di Toko rupanya Toko baru buka, buru-buru Elisa mencium tangan Mamanya. Dan mamanya pun pulang. Elisa buru-buru masuk saat gerbang sudah mulai dibuka.


"Hai Sa.. Muka mu nampak pucat.. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Emeli.


"Aku baik kok Mel.. Aku bangun kesiangan Mel.."


"Kok bisa? Begadang lagi ya?"


"Ya begitulah.. Mungkin terlalu capek Mel.."


"Ya kemarin toko memang agak rame ya Sa.. Wajarlah kalau kamu kecapekan.."


"Ya Mel.."


"Kamu mau buka kasir pertama apa kedua Sa?"


"Pertama saja lah Mel.."

__ADS_1


"Beneran nih enggak apa-apa.."


"Ya dong Mel.."


"Ok aku bersih-bersih dulu ya.."


"Ya.."


Elisa pun menuju ke meja bosnya untuk mengambil uang modal buka kasir. Setelah itu dia menyalakan komputernya sembari menata uang-uang itu ke dalam laci kasir. Setelah itu Elisa ikut merapikan barang-barang yang berantakan di etalase dekat kasirnya.


"Sa.. Besok sudah mau puasa ya.." ujar Toto yang mengelap etalase bareng Reno.


"Puasa? Kok cepat banget ya To.."


"Ya lah.. Enggak terasa kan Sa.."


"Iya bener.. Enggak terasa.."


"Kurangi maksiat ya Sa.."


"Apaan.. Kamu tuh yang kurangi maksiat.. Jangan suka sama sesama jenis tahu.." ujar Elisa.


"Wanita banyak yang PHP jadi males macarin.. Enakan macarin lelaki, ya enggak Ren?" Toto menanyakan pendapat ke Reno.


"Ya enggak lah To.. Apa yang dibilang Elisa tuh benar.."


"Ya karna dia benar To.."


"Ya lah terserah kamu, malas debat.. Kan besok sudah mau puasa jadi kita berdamai saja ya selama sebulan ini.."


"Ya lah To.. Kamu juga jaga mulut jangan buat orang emosi hanya karna ucapan yang kamu keluarkan dari mulut mu itu.." kata Elisa.


"Ya Sa, aku minta maaf ya kalau selama ini aku sudah sering buat kamu kesal.." ucap Toto sambil mendorong telapak tangan kanan tanda ingin berjabat tangan.


"Ya lah, aku maafin kamu To.. Semoga nanti puasanya makin berkah ya karna sudah enggak ada dendam-dendaman lagi di hati.."


"Aamiin.." kompak Toto dan Reno menjawab. Reno pun merasa bahagia melihat Toto yang secara langsung meminta maaf ke Elisa. Itu artinya mereka tidak akan debat-debat lagi.


"Kamu semalam enggak balas chat aku Sa.." ujar Reno.


"Ya, aku minta maaf Ren.. Semalam aku chat sama Reyhan.."


"Kamu bahas apa sama Reyhan?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


"Ya bahas pasal Elena Ren.."


"Terus tanggapan Reyhan bagaimana?"


"Ya awalnya dia tidak percaya kalau Elena datang kesini lalu aku suruh dia untuk bertanya langsung ke Elena.. Dan sepertinya mereka berantem.. Reyhan baru percaya sama aku setelah Elena mengakuinya.."


"Apa kamu berharap Reyhan suatu saat bisa bersama mu Sa?"


"Pffffttt.. Buat apa mengharapkan laki-laki seperti dia Ren.. Dia bukan lelaki baik-baik kok.."


"Aku juga enggak baik loh Sa.."


"Pffffttt.. Kamu terlalu percaya diri banget Ren.. Lagian siapa juga yang suka sama kamu.."


"Ya kan kali saja sih Sa.." jawabnya sambil masih mengelap etalase.


"Enggak lah Reno.."


"Ren kalau sudah lap disitu kamu kesini dong jangan disitu mulu.."


"Uppss.. Buruan geih kesana Ren.." ujar Elisa.


"Ya Sa.."


Reno pun akhirnya menuju ke arah Toto untuk mengelap kering etalase setelah Toto mengelap dengan kain basah.


"Ren, kamu betah banget sih sama Elisa.."


"Ya kan kita partner jadi harus akrab sama siapa saja dong To.. Kamu ini bagaimana sih?"


"Ya lah aku tahu, tapi kamu sama Elisa tuh kayak orang pacaran tahu, lebih tepatnya kayak lagi PDKT.."


"Ya itu perasaan kamu saja lah To.. Lagian kan Elisa juga punya Reyhan, aku juga punya pacar yang namanya juga sama kayak Elisa.."


"Apa iya sih.. Memangnya pacar mu enggak cemburu Ren?"


"Ya enggak lah To.. Cemburu buat apa? Toh kita juga jarang ketemu.. Kan kamu tahu sendiri kalau aku tinggal sama Icha.."


"Ya aku cuma nasehati kamu saja sih Ren.. Kamu tuh ganteng loh, mungkin partner lain juga ada yang naruh hati ke kamu.."


"Siapa? Kamu maksudnya?" ejek Reno.


"Hahaha jangan mentang-mentang aku gay kamu bisa asal nebak gitu.."

__ADS_1


"Ya kali saja tebakan ku benar To.."


Toto pun tak menghiraukan ucapan Reno, dia pergi meletakkan lap kotor itu dan mengerjakan pekerjaan lain. Begitu juga Reno, pun mengerjakan hal lainnya. Mereka sibuk sendiri-sendiri. Senior killer pun nampak sibuk di gudang mengurus banyaknya barang yang datang hari itu. Barang-barang kosmetik berupa krim-krim wajah glowing. Toto pun juga sering membantu Mbak Marni (senior killer) di gudang. Begitulah kerjasama mereka berdua malah terkadang ada Eny juga. Jika mereka bertiga digabungkan akan tercipta gosip-gosip yang sangat hot. Bahkan tak jarang mereka sering menggosip tentang partner-partner lain termasuk Elisa atau pun kadang bos mereka sendiri pun jadi bahan obrolan gosip. Begitulah dunia kerja yang tak dituntut target. Bekerja dengan slow sesuka hati asal pekerjaan mereka benar pun bos sudah merasa puas hati.


__ADS_2