SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Ajakan ke Rumah Reyhan


__ADS_3

Seminggu berlalu dari hari dimana Reyhan bertemu orang tua Elisa. Selama satu minggu itu Reyhan dan Elisa tetap berkomunikasi meskipun disisi lain Reyhan juga berkomunikasi dengan Elena. Hampir setiap saat Elisa dan Elena berdebat di chat WA, mereka saling perang di story WA. Sindir menyindir satu sama lain, menjelekkan satu sama lain, tidak pernah akur hanya karna Reyhan. Sampai suatu hari si Reyhan mengajak Elisa bertemu, dia memulai obrolan WA dengan Elisa.


"Selamat siang, Sa.." sapa Reyhan.


"Siang juga, ada apa Reyhan?" tanya Elisa.


"Elisa ada acara nanti malam enggak? Kalau enggak ada aku mau ajak Elisa makan es campur nanti malam sepulang kerja, mau Sa?" tanyanya lembut ke Elisa.


"Hemm.. Memangnya kamu di rumah? Apa enggak kerja? Aku enggak ada acara apa-apa sih tapi sayangnya aku kalau malam enggak kuat minum es, Han.. gimana dong..." jawab Elisa.


"Ini kan hari Minggu Sa, ya jelas dong aku sudah di rumah dari kemarin malam, Elisa enggak usah bingung-bingung, kalau Elisa enggak minum es ya aku nanti ikut Elisa saja pengennya apa.." ujar Reyhan.


"Oh iya ya, ini hari Minggu.. Aku sampai lupa kamu setiap Sabtu dan Minggu selalu di rumah ya.. Kalau nanti malam enggak hujan ya boleh lah.. Tapi masa iya sih kamu ngikut kemauan ku.. Lagian kamu tumben banget sih, ada apa nih baik banget sama aku?" tanya Elisa heran.


"Hehehe.. Enggak ada apa-apa kok Sa, cuma pengen menikmati es campur bareng Elisa saja. Boleh kan?"


"Ya boleh sih.. Kenapa juga enggak boleh.. Kan cuma jalan bareng keluar cari yang bisa dimakan.."


"Ok nanti kabar ya kalau misal sudah pulang kerja.. Aku jemput dan nunggu di tempat biasa.."


"Ok sip.." jawabnya singkat.


Tak terasa 8 jam sudah berlalu, seperti biasa Elisa dan Emeli pulang paling terakhir karna harus menyetorkan uang hasil penjualan hari itu kepada bos mereka. Dan 15 menit kemudian mereka sudah diperbolehkan pulang sama bos mereka. Kemudian Reyhan mengechat Elisa.


"Sa, sudah keluar toko? Aku sudah di jalan sebelah timur ya Sa.. Temuin aku disini.." pinta Reyhan.


"Iya ini baru keluar dari toko Han, ok aku menuju kesitu sekarang" jawab Elisa yang setelah itu Elisa berjalan ke jalan sebelah timur toko dan langsung bertemu Reyhan. Sementara Emeli pun sudah meninggalkan Elisa karna dia sangat buru-buru ingin cepat sampai di rumah.


"Sudah lama Han nunggu disini?" tanya Elisa.


"Enggak kok Sa, baru saja nyampai.. Oh ya ayo naik takut keburu malam kan enggak enak sama orang tua kamu nanti Sa.." ujar Reyhan.

__ADS_1


"Aku yang jadi anaknya kenapa kamu yang cemas Han?" Elisa meledek Reyhan.


"Hehehe... Itu karna aku enggak mau mama mu khawatir Sa.." ujar Reyhan.


"Oh ya, tadi sudah bilang sama mama Elisa belum nih kalau Elisa pergi sama aku?" sambung Reyhan.


"Sudah kok Han, dah lah tenang saja.." jawabnya.


"Ok.. Jadi kamu enggak mau makan es campur Sa? Tapi aku benaran haus deh Sa, pengen makan es campur, enggak apa-apa ya Sa?" tanyanya ke Elisa.


Elisa yang saat itu terdiam sejenak jadi berfikir kalau Reyhan sangatlah egois dan plin plan, dia sendiri bahkan tidak bisa menahan hasratnya untuk membeli atau menikmati sesuatu.


"Sa? Kamu kenapa sih dari tadi bengong, aku tanya loh sama kamu.."


"Oh iya ya, maaf Han.. Aku tadi hanya teringat sesuatu sejenak.. Ya enggak apa-apa kalau kepengen mah memang harus dicoba beli Han.." kata Elisa setelah tersadar dalam lamunan sejenak.


Tak beberapa lama kemudian mereka tiba di alun-alun kota, Elisa bersiap turun dari motor begitu pun Reyhan, mereka berdua memesan 2 porsi es campur. Dan tak lama setelah itu pelayan lagsung membuatkan sekaligus menghidangkannya untuk mereka berdua.


"Ok terimakasih ya mbak" jawab Reyhan.


"Ya sama-sama Mas.." jawab Pelayan itu dengan ramah sembari pergi.


"Ayo Sa dimakan es campurnya.." pinta Reyhan yang langsung menikmati hidangan es campur itu, Elisa sendiri bahkan agak susah memakan es, terlebih di malam yang dingin waktu itu.


"Oh iya Han.." jawabnya nurut.


"Sa, nanti habis dari sini aku berniat mengajak kamu ke rumah ku, biar kamu juga ngerti rumah aku, jadi enggak cuma aku doang yang mengerti rumah kamu Sa, kali aja nanti ada apa-apa kamu juga bisa datang ke rumah aku Sa.." jelasnya ke Elisa.


"Hem.. Apa harus secepat ini Han? Kenapa mendadak sekali? Aku belum siap bertemu orang tua kamu Han.." kata Elisa.


"Orang tua ku enggak di rumah Sa, hanya ada adik aku saja, adik ku perempuan kok.." katanya menjelaskan ke Elisa.

__ADS_1


"Oh.. Ok.."


Hampir setengah jam mereka mengobrol sambil menikmati es campur. Dan tak lama setelah itu mereka akan langsung beranjak pergi dari tempat itu.


"Sudah Sa? Aku sudah kenyang, ayo kita pulang, waktu sudah menunjukkan pukul 21.15 WIB Sa.. Soalnya rumah ku agak jauh.." jelasnya ke Elisa.


"Oh iya Han, sayang sekali padahal punya ku masih banyak loh.. Baru setengah dimakan.. Tapi demi memburu waktu deh.." jawab Elisa menyayangkan es campurnya yang belum habis diminum.


"Sudah lain kali bisa kesini lagi nanti sama aku Sa.." katanya meyakinkan Elisa.


"Ok deh Han.."


Lalu Reyhan membayar dua porsi es campur itu ke pelayan dan bersiap menuju ke arah parkiran untuk mengambil motor, Elisa segera naik dan membonceng Reyhan, di tengah perjalanan kemudian motor terhenti.


"Sa, aku mau beli nasi goreng dulu ya buat adek aku, dia bilang katanya lapar, kasihan belum makan.. Kamu sekalian ya makan sama adek aku, aku beli 2 deh buat kamu dan adik aku.." katanya ke Elisa.


"Enggak.. Enggak perlu repot-repot Han.. Jujur aku masih kenyang banget loh kebetulan tadi di tempat kerja juga aku sudah makan, jadi baiknya itu buat kamu saja Han.." jawabnya sambil tersenyum ke Reyhan.


"Ok.. Padahal kalau kamu makan lagi malah bagus loh Sa, biar cepat gemuk.." ujar Reyhan.


"Hem.. Aku enggak suka gemuk Han.."


"Kenapa Sa?" tanya Reyhan penasaran.


"Ya karna bisa gampang capek sih kalau orang gemuk melakukan aktifitas apapun.." terangnya ke Reyhan.


"Oh ya, masa sih? Itu kan kalau gemuk banget ya Sa, kalau ideal agak berisi kan malah bagus dong.." ujar Reyhan.


"Iya juga sih Han.. Tapi aku susah naikin BB nih.."


Reyhan pun tak merespon ucapan Elisa, dan dia langsung menghampiri pedagang nasi goreng untuk memesan 2 porsi nasi goreng. Mereka menunggu dan 30 menit kemudian pesanan nasi goreng untuk mereka pun sudah siap. Reyhan bergegas membayarnya dan segera pergi dari tempat itu bersama Elisa menuju rumahnya.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan Elisa berfikir "Kenapa Reyhan mau ngajak aku ke rumah ya? Mana jalanan menuju rumahnya gelap dan sepi banget pula, area persawahan sama seperti ketika mau menuju ke rumah ku.." batin Elisa dari dalam hati.


__ADS_2