SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Ancaman Elisa ke Toto


__ADS_3

Hari Senin terasa lama sekali karna di hari ini Elisa sudah melalui banyak hal. Mulai dari kena semprot senior, debat sama partner, debat sama Elena dan Reyhan juga bercanda sama Reno.


"Nano-nano sekali rasanya.. Benar-benar ingin segara pulang.." batin Elisa.


Tiba-tiba Elisa kepikiran Erna si adik Reyhan yang katanya akan pulang ke rumah beberapa hari lagi.


"Si Erna sudah pulang belum ya, kok Reyhan enggak bilang apa-apa sama aku.. Aku chat Reyhan saja apa ya.." ucapnya dari dalam hati.


"Han... Si Erna sudah balik ke rumah?"


"Dia bilang baru balik besok Sa.. Kenapa?"


"Kamu tahu darimana kalau dia bakal balik besok? Emang kamu sekarang lagi di rumah?"


"Enggak aku sekarang lagi di jalan mau ngirim barang.. Erna yang chat sendiri ke aku Sa.."


"Oh Erna yang chat kamu, dia sudah enggak marah sama kamu?"


"Enggak, dia enggak berani marah sama aku, kalau berani ya dia gak akan ku beri uang jajan Sa.."


"Kejam sekali.. Sama adik sendiri juga.."


"Ya memang seperti itu, jadi biar dia pergaulannya benar Sa.."


"Iya biar enggak kayak kakaknya ya.."

__ADS_1


"Hehehe.. Kirain kamu kangen chat aku duluan.. Ternyata cuma tanya si Erna.."


"Buat apa juga kangen.. Kamu sendiri juga enggak pernah kangen sama aku.."


"Kalau aku enggak kangen ya aku enggak pernah ngajakin kamu jalan buat ketemuan ow sayang.."


"Itu karna pas kamu lagi butuh.. Coba aja nanti kalau Elena sudah di rumah.. Apa kamu bakal ingat sama aku.."


"Ya pasti ingat dong Sa.. Tenang saja sih.. Aku bakal ingat terus sama kamu kok.."


"Ya udah ah kamu fokus mengemudi saja dulu.. Aku enggak mau ganggu konsentrasi kamu.. Hati-hati di jalan Reyhan.."


"Ya sayang ku.. Makasih.." sambil kirim emoticon kiss dan peluk ke Elisa.


"Masih jam kerja jangan ngadepnya ke arah laci terus, lagi dzikiran ya kamu.. Dzikirannya ketak ketik ponsel.." sindir mbak Marni sambil mengantar barang ke kasir kemudian dia langsung balik pergi meninggalkan Elisa dengan kata-katanya yang menyebalkan itu.


"Sudah tua kenapa enggak mati saja sih.." Elisa pun geram dan terucap lirih kata-kata itu dari mulut Elisa.


"Hahahaha.. Elisa kena sindirnya Marni ya.." Toto meledek Elisa.


"Kamu kan couplenya dia.."


"Hist sorry ya.. Enggak level.."


"Halah kamu sama dia kan sama saja enggak ada bedanya.. Sama-sama tukang ngrumpi.."

__ADS_1


"Ya dia emang suka ngrumpi tapi kalau aku tidak dong Sa.."


"Halah pret.. Enggak percaya.. Kamu, Eny sama Mbak Marni tuh sama saja.."


"Lah kok jadi bawa-bawa nama Eny juga Sa.. Apa hubungannya?"


"Kamu pikir aku sebodoh apa sih To? Kamu kan yang bilang ke Eny masalah aku pernah tidur sama Reyhan.."


"Kamu ngomong apa sih? Aku sama sekali enggak ngerti.." jawabnya gugup.


"Enggak usah pura-pura lah To.. Terserah kamu mau ngaku apa enggak ya.. Aku cuma peringatkan kamu saja, jangan pernah ikut campur urusan aku.. Urus diri kamu sendiri yang belum benar itu.."


"Elisa kamu tuh kenapa ngancam-ngancam aku sih.. Aku kan anggap kamu kayak adik aku sendiri. Tapi kamu kok balasannya gini ke aku..".


"Seorang kakak enggak akan mungkin menyebarkan aib adiknya meskipun dia bukan adik kandungnya sendiri.."


"Ya aku minta maaf Sa.. Aku mohon kamu jangan benci sama aku ya.. Aku janji lain kali enggak akan menjelek-jelekkan kamu dibelakang.."


"Huh.. Sekarang sudah mengaku salah.. Kedepannya aku akan lebih melihat sejauh mana kamu bisa menepati ucapan kamu.."


"Ya Sa.. Kamu boleh pegang ucapan aku.."


"Sudah ya Sa aku balik ke tempat kerja ku.." sambil berlalu meninggalkan Elisa.


"Toto orangnya enggak mudah dihadapi. Kedepannya aku harus lebih berhati-hati sama dia meskipun tampangnya lelaki tapi perilaku dia seperti perempuan, bahkan mulut dia pun lebih berbahaya dari mulut perempuan tulen.." batinnya.

__ADS_1


__ADS_2