SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Ucapan Terimakasih


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Elisa bangun pagi dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim, ia tak pernah lelah berdoa, selepas itu ia bergegas merapikan tempat tidurnya dan membantu mamanya beberes rumah.


Pukul 07.00 WIB Elisa selesai beberes rumah lalu ia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi, pakai baju, menyisir rambut, berdandan, dan lanjut sarapan.


Pukul 08.15 WIB Elisa selesai semuanya dan siap unyuk berangkat kerja.


"Mah, Elisa berangkat kerja dulu diantar Papa ya.." ucapnya sambil mencium tangan mamanya.


"Iya sayang, hati-hati di jalan dan semangat kerjanya ya.." jawabnya menyemangati anak yang kini sudah dewasa.


Seperti biasa, Elisa selalu berkumpul dengan teman-temannya sebelum toko buka. Mereka suka berselfie bersama.


Pukul 08.30 WIB toko mulai buka dan sebelum memulai bekerja para karyawan terlebih dahulu mengelap etalase, menyapu lantai, mengepel lantai, memsbereskan barang-barang yang berantakan karna itu sudah menjadi peraturan toko dan sudah merupakan rutinitas karyawan setiap paginya.


Setelah melakukan rutinitas pagi itu mereka kembali ke pekerjaan mereka masing-masing dan Elisa pun siap membuka kasirnya, seperti biasa juga Emeli selalu bercanda sama Elisa terkadang. Membahas obrolan-obrolan yang kocak setiap kali Emeli meletakkan barang di kasir Elisa.


Karna setiap hari Elisa selalu membuka kasir pertama, sedangkan Emeli membukanya nanti menjelang siang pukul 10.00 WIB.

__ADS_1


Tepat disaat Emeli sudah membuka kasir, tiba-tiba ponsel Elisa bergetar ada notif WA dari Reyhan.


"Selamat Pagi Sa.. Kerjakah hari ini?"


"Selamat pagi juga Han, iya aku kerja.. Ada apa Han? Kamu enggak kerja?"


"Kebetulan aku belum berangkat lagi karna belum dikabari sama atasan aku, Oh ya aku cuma mau bilang terimakasih karna kamu sudah mau mampir ke rumah aku semalam, terimakasih juga untuk kadonya ya.."


"Mungkin itu enggak seberapa, aku harap kamu akan menyukainya"


"Nanti akan ku pakai baju dan celananya.."


"Dia sudah dewasa Sa, dia seharusnya lebih mandiri. Aku juga kan ada teman-teman di rumah Sa, jadi enggak enak dong kalau aku tinggalin.."


"Ya kan apa salahnya sih orang cuma sebentar juga. Masalahnya sudah larut Han, dia juga perempuan loh. Kamu jangan suka menyepelekan gitu dong kasihan adek kamu takut kenapa-kenapa dijalan bagaimana?"


"Ya Sa, aku tahu aku salah, lain kali aku enggak akan kayak gini Sa.."

__ADS_1


"Ya kamu harus buktikan, jangan cuma ngomong doang.."


"Ya nanti aku buktikan dong Sa.. Udah ya jangan ngomel lagi nanti cantiknya hilang loh.."


"Pret.. Kamu tuh suka gombal.. Kenapa enggak gombal ke Elena saja sih.."


"Jangan bahas dia dong Sa.."


"Bagaimana aku enggak bahas dia Han sebentar lagi juga masuk bulan puasa loh, apa kamu bakal terus-terusan bohongi dia.."


"Aku pusing kalau bahas Elena Sa.. Aku tuh cinta sama kamu.."


"Tapi kamu juga menjanjikan ke Elena kalau kamu bakal nikahin Elena juga.."


"Itu aku enggak tahu Sa.."


"Kenapa enggak tahu Han?"

__ADS_1


Reyhan enggak membalas chat Elisa lagi. Mungkin Reyhan sangat bimbang antara Elisa dan Elena. Elisa juga enggak mau diposisi yang salah terus-terusan menyakiti perasaan Elena dan menyakiti perasaannya sendiri. Elisa merasa kalau Reyhan sangatlah pengecut sebagai lelaki, tidak pernah tegas dan tidak pernah mau memutuskan yang terbaik seperti apa. Dipikiran Reyhan ada Elena dan Elisa sementara di pikiran Elisa hanya Elena yang sering marah-marah dan mengungkit yang buruk-buruk tentang Elisa.


__ADS_2