SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Indekost Toto


__ADS_3

5 menit perjalanan akhirnya tiba di indekost Toto, Elisa pun langsung memberi kabar ke Reyhan dengan share lokasi dia saat ini.


"Aku sudah disini, kamu buruan kesini deh kalau kemalaman aku enggak enak sama orang tua ku nunggu di rumah.."


Memang sebelum pergi, Elisa selalu mengkabar orang rumah agar tidak dijemput.


"Ya, tunggu sebentar sayang, aku segera kesitu.." balasnya ke Elisa.


Elisa masih di bawah sedangkan Toto naik ke atas untuk memastikan tetangga sebelah kamar tidak ada dirumah dan situasi aman. Setalah 5 menit diatas kemudian Toto turun dan menghampiri Elisa. Toto pun bicara bisik-bisik dengan Elisa.


"Sa, diatas aman sepertinya tetangga sebelah kamar ku sedang tidak ada di kamarnya.. Kamu bisa kan main cantik? Jangan sampai ketahuan loh.."


"Ok To.. Tenang saja.."


"Si Reyhan mana? Kenapa dia belum datang juga?"


"Enggak tahu tuh, dia mah memang suka membuat ku menunggu terlalu lama To.."


"Ya masalahnya kalau kemalaman takut tetangga sebelah kamar ku pulang.. Atau kamu naik ke atas dulu saja Sa.. Biar aku yang nunggu Reyhan disini.."


"Apa enggak apa-apa To?"


"Ya enggak apa-apalah Sa.. Ayo aku antar naik ke atas.."


Toto dan Elisa pun naik ke lantai atas. Sesampainya didepan kamar Elisa pun masuk menuruti perintah Toto.


"Kamu masuk, jangan nyalakan lampu, aku akan kunci pintu kamar dari depan, ok.."


"Kalau aku mau kencing gimana dong To?"


"Ya sudah kencing sekarang saja sana cepat.."


Elisa pun keluar kamar lagi dan memasuki toilet dimana letaknya disamping kamar Toto jadi dekatan.


5 menit akhirnya Elisa keluar dan segera masuk ke kamar, Toto pun menguncinya. Kemudian Elisa dapat chat dari Reyhan.


"Kamu dimana Elisa? Aku didepan gerbang indekost Toto.."


"Aku dikamar atas.. Toto ada dibawah.. Kamu masuk gerbang saja.. Nanti Toto yang antar kamu naik ke atas.."


"Ok.."


Reyhan pun mulai masuk ke dalam gerbang, dan benar saja disitu ada Toto yang sedang berdiri menunggu kedatangannya.


"Toto.."


"Ya, aku Toto.. Kamu Reyhan ya?"


"Ya, antar aku masuk sekarang.."

__ADS_1


"Ok, mari ikut aku Han.."


Toto dan Reyhan pun mulai menaiki anak tangga hingga tiba didepan kamar pun Toto memberitahu Reyhan.


"Aku hanya bisa membantu sampai sini.. Kalian jangan sampai ketahuan, kalau ketahuan bisa-bisa aku yang akan tamat.."


"Tenang saja To.. Thanks ya sudah bantu Elisa.."


"Ya sama-sama Han.."


"Tapi aku masih harus merepotkan mu To.."


"Apalagi Han?"


"Setelah kami selesai, kamu tolong antar Elisa pulang ke rumah ya.."


"Wah.. Kenapa enggak kamu saja Han?"


"Aku ada perlu sama teman.. Jadi enggak akan sempat untuk antar dia.. Tolong ya To.."


"Ok deh.. Sudah sekarang kamu masuk Han.."


"Ya.."


"Aku kunci pintunya dari luar.. Aku tunggu kalian dibawah ya.. Kalau sudah selesai suruh Elisa mengabariku.."


Reyhan pun masuk dan Toto langsung mengunci pintu dari luar. Elisa kaget dengan kedatangan Reyhan. Reyhan pun langsung menghampiri Elisa. Suasana kamar yang gelap membuat Reyhan tak bisa menahan lama hasratnya itu.


"Kamu kenapa datangnya lama sekali?" ujar Elisa kesal.


"Ya, aku tadi ada urusan.." jawabnya sambil membelai rambut Elisa yang lurus dan panjang itu.


Reyhan pun mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Elisa hingga akhirnya bibir mereka pun bertemu dan saling mencium, sesekali Reyhan memainkan lidahnya didalam mulut Elisa. Mereka pun saling menikmati ciuman itu, mereka sama-sama agresif. Meskipun di chat WA si Elisa nampak biasa saja bahkan menolak Reyhan berkali-kali tapi kenyataannya tubuhnya tidak bisa menolak Reyhan. Seketika mereka memainkan adegan ranjang. Disitulah gambaran perasaan Reyhan ke Elisa yang sesungguhnya, bahwa dia sangat ingin memiliki Elisa namun kenyataannya penghalang mereka adalah Elena, sedangkan Elisa pun juga tak pernah mencintai Reyhan karna dia sadar, dia hanya dijadikan budak nafsunya Reyhan semata, bukan untuk dijadikan seorang istri.


15 menit akhirnya mereka selesai, mereka saling merapikan pakaian mereka masing-masing.


"Sa.. Kamu pulang sama Toto ya.."


"Kamu enggak bisa ngantar aku?"


"Kamu tahu lah.. Posisi Elena ada di kampung sekarang, jadi jaga jarak kita, jangan sampai kalian ribut lagi, aku enggak mau.."


"Ok, terus kamu sudah bilang ke Toto?"


"Sudah tadi, sebelum aku masuk kesini.."


"Kamu pulangnya hati-hati sayang.." ucapnya sambil mencium kening Elisa.


"Ya.. Kamu enggak cemburu kan aku pulang sama Toto?"

__ADS_1


"Cemburu sih ada.. Tapi mau bagaimana lagi?"


"Enggak perlu cemburu lah, dia bukan lelaki tulen kok.."


"Ya lah aku percaya.. Ya sudah kamu chat Toto suruh buka pintu kamar.."


"Ok.."


"Oh ya berapa tarif sewanya Sa?"


"50K Han.."


"Ok Sa.."


"Kamu ada kan uangnya?"


"Ya ada lah sayang.."


Elisa pun langsung chat Toto.


"Aku sudah selesai, kamu cepat naik, ini sudah malam.."


"Kok cepat banget Sa?"


"Ya lama-lama buat apa.. Lagian sudah malam.."


"Ok Ok aku naik sekarang.."


Toto langsung bergegas ke atas dan membuka pintu. Nampak Reyhan menyodorkan uang, dan bergegas keluar, Elisa menyusul di belakang bareng Toto.


Ketika mereka sampai dibawah, Reyhan pun sudah mengstarter motornya dan mengklakson mereka berdua kemudian pergi keluar gerbang meninggalkan mereka berdua.


"Ayo Sa, sekarang saatnya aku mengantar kamu pulang.."


"Maaf ya To aku ngrepotin kamu.."


"Ya enggak apa-apa Sa.. Asal jangan setiap hari ya.."


"Enggak akan dong.."


Toto pun mengstarter motornya dan meninggalkan indekost untuk mengantar Elisa terlebih dahulu.


Pukul 22.10 WIB mereka sampai di rumah Elisa.


"Thanks ya To.. Kamu pulangnya hati-hati.."


"Ok pasti Sa.."


Toto pun mengklakson dan pergi meninggalkan rumah Elisa. Sementara Elisa langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2