
Malam hari ketika toko mulai tutup dan semua karyawan bergegas pulang. Elisa keluar paling akhir ditemani Emeli yang merupakan partner dia bekerja. Tak lama setelah itu ada panggilan WA masuk dari Reyhan di ponsel Elisa tapi Elisa enggan untuk mengangkat telepon. Emeli yang sebagai partner sekaligus teman curhat Elisa di tempat kerja pun tahu..
"Sa, Reyhan memanggil mu, apa kamu masih ada kontak sama dia?" tanya Emeli penasaran.
"Jujur nih Mel, tadi siang si Reyhan inbox aku di messenger, terus ujung-ujungnya dia WA aku, dia bilang dia kangen pengen ketemu sama aku, tapi aku diam saja enggak merespon.." jawabnya.
"Masalahnya kalau dia beneran kesini bagaimana Sa? Dari tadi dia juga sudah menelpon mu terus loh.." kata Emeli.
"Tenang saja Mel, kalau pun dia disini juga aku bisa bersembunyi kan atau bilang kalau aku sudah dijemput mama ku.."
"Tapi Mel, aku tetap enggak tenang ninggalin kamu sendirian disini, aku takut kamu didatangi Reyhan dan dibawa kabur sama dia.." ujarnya khawatir.
"Sudah lah Mel.. Aku enggak suka kamu berlebihan khawatirnya.. Aku bisa jaga diri kok.. Tenang saja.. Lagian ini sudah makin malam, kamu buruan pulang.. Aku yang takut kamu kenapa-kenapa Mel karna kamu perempuan dan membawa motor sendirian.." kata Elisa.
__ADS_1
"Ok lah Sa kalau memang kamu sudah ngomong seperti itu aku bisa apa lagi? Aku pulang sekarang ya.. Tapi kamu tetap hati-hati ya.." kata Emeli.
"Ok hati-hati dijalan ya Mel.. Jangan ngebut-ngebut biar selamat sampai rumah.." pinta Elisa.
"Siap Sa.. Aku pasti pelan-pelan kok.. Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam.."
Setelah Emeli pergi.. Reyhan memanggil Elisa lagi.. Dan, saat itu pula Elisa berani mengangkat telepon dari Reyhan..
"Wa'alaikumsalam.. Posisi dimana Sa, aku nunggu di tepi jalan sebelah timur, toko sudah tutup kan Sa?" tanya Reyhan.
"Kamu serius datang nyamperin aku?"
__ADS_1
"Iya lah Sa.. Kan aku tadi siang sudah bilang ke kamu.."
"Hemm.. Maaf nih sepertinya kamu terlambat datangnya, aku ini sudah lagi dijalan sama teman aku Han.." ujarnya berbohong pada Reyhan.
"Serius Sa? Kamu enggak lagi bohong sama aku kan Sa?" tanya Reyhan memastikan.
"Jelas dong, aku enggak berbohong, lagian apa gunanya aku berbohong sama kamu Han?" jawabnya.
"Aku hanya mikir kamu sekarang lagi berbohong sama aku hanya untuk menghindari ku Sa.."
"Terserah kamu mau ngomong apa mau berfikir apa Han, aku enggak peduli" ujarnya sambil mematikan telepon.
Si Reyhan yang saat itu berharap bisa bertemu dengan Elisa malam itu pun kecewa. Dan tetap berada di tepi jalan itu..
__ADS_1
Tak lama setelah itu Papa Elisa datang untuk menjemput Elisa. Dan ternyata Elisa melihat Reyhan masih di tepi jalan itu sendirian hanya dengan motornya.. Tiba-tiba saja pandangan Reyhan teralihkan dari ponsel berubah ke arah jalanan, si Reyhan melihat Elisa berboncengan motor dengan papanya, seketika itu pula Elisa langsung memalingkan mukanya.. Raut muka Reyhan sangat kesal karna pada akhirnya apa yang difikirkannya benar-benar terjadi, Elisa berbohong padanya hanya untuk menghindarinya.. Mungkin inilah yang dinamakan impas.. Kebohongan dibalas dengan kebohongan.. Elisa yang saat itu sedang membonceng, dari kaca spion dia melihat Reyhan masih di tempat itu sembari akan beranjak pergi..
"Maafin aku Han.. Aku enggak ada niatan untuk membohongi mu, tapi dari awal kita memang seharusnya tak saling mengenal.." ujarnya dari dalam hati.