SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Elisa berusaha menjelaskan masa lalu dia dan temannya yang sekaligus saudaranya yang sekarang menjadi musuhnya kepada Emeli, partner sekaligus teman curhatnya. Tak hanya itu, bahkan Elisa berusaha menceritakan konfliknya saat itu dengan saudara yang kini sudah menjadi musuh itu.


"Pada saat itu buku pelajaran matematika ku dipinjam olehnya Mel.. Dan lusa bakal ada pelajaran matematika, otomatis kan aku pergi ke rumah dia waktu itu untuk mengambil bukunya, saat itu dia enggak ada di rumah Mel, aku hanya bertemu mamanya dan mamanya bilang kalau dia sedang pergi kondangan, jadi aku berusaha nunggu dia kan, waktu itu aku juga diantar sama sahabat ku yang sekarang ada di Se****ng, enggak lama setelah itu dia pulang dari kondangan, begitu lihat muka ku dia mengganas seperti orang gila Mel, sempat tuh dia ambil golok di dapur suruh aku bunuh dia sambil nangis dia ngomongnya.. Mamanya dia juga terkejut sampai akhirnya dipanggil juga papanya buat melerai aku dan dia Mel, sampai akhirnya mama dia pun bertanya, (ada masalah apa sampai harus ribut-ribut dan pegang-pegang golok segala?) Sampai akhirnya Endah pun membuka mulut dan berkata, (Mama, Elisa jahat sama aku dia bilang ke teman lelaki aku katanya aku ini perempuan enggak bener mah, pulang sekolah kemarin siang aku dimarah habis-habisan sama teman lelaki ku gara-gara Elisa, jahat banget dia Mah). Lantas mama Elisa pun berkata, (apa benar yang dikatakan Endah, Sa? Kamu mengatakan itu ke teman lelaki Endah?), aku pun menjawab, (ya aku memang mengatakan itu tapi aku enggak bilang bahwa lelaki Endah banyak, aku hanya bilang ke lelaki itu kalau memang sayang ke Endah ya harus jaga Endah dengan baik jangan sampai menjerumuskan ke pergaulan bebas juga).. Saat itu juga kata yang menyakitkan pun muncul dari mulut mama Endah, (saya sebagai orang tua paham anak saya seperti apa, anak saya tidak akan seperti itu, Endah seperti itu pasti karna berteman sama kamu yang suka dibawa lelaki kesana kemari) sontak aku benar-benar marah Mel saat mama dia berkata seperti itu, lantas aku enggak cuma diam, aku beranikan diri untuk berbicara, (aku memang dulu punya pacar, tapi aku enggak serendah anak Anda, dan jaga ucapan Anda, aku punya pacar 1 dan itu pun sudah menjadi mantan, tidak seperti anak Anda, sama lelaki manapun mau bahkan mau saja diini itu sama lelaki) saat itu sahabat ku Selly hanya diam dan merasa takut melihat kita berdebat adu mulut, tak terima anaknya ku kata ini itu pun lantas dia manjawab lagi membela anaknya, (lancang sekali kamu berbicara seperti itu ke saya dan menjelekkan anak saya, sudah Ndah mulai sekarang jangan pernah bergaul sama Elisa lagi, anggap saja kalian bukan saudara, putuskan tali silaturahmi), begitulah kata orang tua Endah saat itu, aku pun menjawab (enggak masalah anak Anda tidak diperbolehkan bergaul dengan ku, aku masih punya banyak teman yang kelakuannya lebih baik dibanding anak Anda, ayok Shelly kita pergi enggak ada gunanya kita disini) setelah itu kami pun pergi dan Shelly mulai membuka mulutnya dan bertanya padaku (kamu dan Endah ada masalah apa sih Sa sampai ribut-ribut seperti itu, aku bahkan tidak mengerti pokok permasalahannya makanya aku bingung enggak bisa bantuin kamu ngomong tadi) aku menjawab (Ya si Endah waktu itu ngajak aku ketemuan sama lelaki yang katanya dia itu adalah kakak sekaligus pacarnya, dia waktu itu memberikan Endah flat shoes tapi Endah bercerita ke aku kalau saat memberikan itu, si lelaki itu sempat mencium dan memegang bagian bawah si Endah, Shell..) respon Shelly (Hah? Kok bisa Sa? Dia ngomong ini sendiri ke kamu? Enggak malu kah dia bercerita seperti itu ke kamu, padahal aku mengira Endah adalah perempuan yang baik dan polos Sa, aku benar-benar enggak nyangka kalau tindakannya hampir menjatuhkan harga dirinya sendiri) lantas aku menjawab (Ya, itulah Endah yang kita kenal sebenarnya Shell.. Sekarang terserah kamu, kalau kamu lebih memilih berteman sama Endah ya aku yang pergi menghindar dari kamu Shell..) Shelly cepat merespon (jujur, aku lebih memilih berteman sama kamu karna kamu adalah teman yang baik, yang selalu mengajarkan kebaikan dan enggak pernah menyesatkan Sa..) aku berkata (Terimakasih Shell, karna sudah bisa menilai mana teman yang baik dan buruk).. Begitulah ceritanya Mel, bahkan sampai saat ini aku masih berteman baik dengan Shelly, sebentar lagi Shelly menikah, aku mungkin akan ambil cuti 2 hari untuk datang ke acara pernikahannya di Se****ng" kata Elisa menjelaskan semuanya dengan panjang lebar.

__ADS_1


"Begitu rumit masalah mu dulu Sa.. Mulut Endah yang enggak bener ya Sa.. Aku juga paham kamu perempuan seperti apa Sa.." ujar Emeli.


"Ya Mel.. Yang lalu telah berlalu namun dendam dan rasa sakit dihati ini tak pernah kunjung sembuh setiap kali mengingat itu semua.." ujar Elisa.

__ADS_1


"Aku juga menyadari kalau cara ku kurang tepat Mel.. Ya aku akan berusaha untuk tidak mengingat itu lagi, bagi ku musuh ya tetap musuh.. Terimakasih Mel sudah sudi mendengarkan cerita masa lalu ku.." ujar Elisa.


"Ya Sa, sama-sama.. Kalau ada masalah apapun jangan dipendam sendiri.. Aku siap berbagi apapun dengan mu, asal jangan berbagi pacar ya Sa.. hahahaha.." canda Emeli ke Elisa.

__ADS_1


"Dasar.. Kamu ini ya bisa saja Mel.. Pokoknya Terimakasih banget loh Mel.." ujarnya sekali lagi.


__ADS_2