SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Chat Via Messenger


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa sudah 2 bulan Elisa menjalani hari-harinya tanpa Reyhan. Selama dua bulan tanpa komunikasi, dan pernah dalam sebulan itu juga dia mengalami sakit yang cukup serius yaitu sakit radang usus buntu dan selama sakit itu dia hanya diperbolehkan untuk memakan makanan yang lembek/halus misalnya seperti bubur dan bos Elisa memang ada bagi cuti untuknya, tetapi Elisa tidak mau beristirahat di rumah, dia ingin tetap bekerja, bertemu dengan teman-temannya dan bercanda ria. Sampai suatu saat Elisa online di sosmednya (Facebook).. Tiba-tiba saja ada chat inbox di messengernya, buru-buru dia buka dan membaca chat itu..


"Hai Elisa, apa kabar?" sapa Reyhan.


Tadinya Elisa enggan untuk membalas tapi dia takut umurnya tidak panjang hanya dengan penyakit yang dideritanya saat itu. Akhirnya dia mengesampingkan egonya dan berusaha menjawab chat dari Reyhan.


"Hai juga Han.. Kabar enggak terlalu baik.." jawabnya.


"Kenapa Sa? Lagi sakit kah?"


"Ya, tapi sepertinya sudah hampir sembuh.."


"Elisa sakit apa?"


"Sakit radang usus buntu.." jawab Elisa.


"Bagaimana bisa Sa? Apa Elisa jarang makan?"

__ADS_1


"Makan rutin.. Ya memang lagi diuji saja kali ya, dikasih sakit.."


"Oh iya ya.. Harus jaga pola makan Sa kalau seperti itu.."


"Ya.. Sekarang hanya makan bubur saja.."


"Yang sabar ya Sa.. Pasti nanti sembuh total, obat juga jangan lupa diminum ya?"


"Ya, itu pasti.."


"Ngomong-ngomong, apa Elisa masih marah sama aku? Kenapa di chat cuek banget?" tanyanya penasaran.


"Ya.. Tapi kalau aku bilang jangan buka-buka inbox ya dia nurut Sa.." kata Reyhan.


"Iyakah? Dan kamu percaya Elena akan nurut ke kamu kah? Konyol sekali.. Dia itu rasa penasarannya tinggi.. Dia bisa tahu apa saja yang dilakukan pacarnya walaupun diam-diam sekalipun.." jelasnya panjang lebar ke Reyhan.


"Hehee.. Makasih karna sudah diingatkan.. Elisa memang cerdas.. Itu yang membuat aku ingin banget bisa mendapatkan Elisa.." ujarnya meyakinkan.

__ADS_1


"Omong kosong apa sih yang kamu bicarakan? Aku sudah bilang, aku enggak pengen terlalu dekat sama kamu Reyhan.." jawab Elisa dengan tegas.


"Ok ok lanjut via WA saja ya Sa.." ujarnya.


Beberapa menit kemudian Reyhan chatt via WA..


"Sa, sebenarnya aku menghubungi kamu karna aku ingin sekali mencurahkan sesuatu ke kamu Sa.."


"Apa lagi yang mau kamu curahkan? Aku enggak mau ada ke salah pahaman lagi.. Apa kamu enggak bisa mengerti perasaan ku?" jawabnya sedikit emosi.


"Tenang Sa.. Aku hanya ingin ngobrol baik-baik sama kamu.. Enggak pengen dengar kamu emosi-emosi seperti itu.. Aku enggak suka perempuan emosian Sa.."


"Bagus kalau begitu, aku jelas bukan perempuan tipe mu.." jawabnya ketus.


"Nanti malam jalan bareng yuk.. Aku jemput kamu di tempat kerja Sa.."


"Kamu ini tuli apa buta sih.. Aku sudah bilang enggak mau berhubungan sama kamu lagi Reyhan.. Kenapa sih enggak ngerti-ngerti.." jawabnya penuh dengan emosi.

__ADS_1


"Sa, please beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya.. Asli aku kangen banget sama kamu Sa.. Mau ya jalan sama aku nanti malam.." ujarnya.


Setelah itu Elisa mengabaikan chat Reyhan.. Dan memilih fokus untuk bekerja dan tidak bermain ponselnya lagi.. Begitu pun Reyhan yang tidak chatt Elisa lagi.. Elisa masih sakit hati dengan kebohongan Reyhan waktu itu, membuat dia tak bisa mempercayai setiap kata yang diucapkan Reyhan. Ya begitulah sifat Elisa yang sebeneranya. Dia sangat angkuh, dan pantang dibohongi. Reyhan mengajaknya ketemu karna hari itu adalah hari Sabtu, hari dimana dia tidak sedang bekerja.


__ADS_2