
Setelah memakan roti pemberian Elisa, Reno pun kembali bekerja. Begitu juga dengan Elisa dan Emeli yang fokus dengan pekerjaannya. Sesekali mereka nampak mengobrol meski dengan jarak 1 meter.
Suasana hati Elisa sedang berbunga-bunga saat itu karna sudah mendapatkan kontak Reno. Kelak Elisa berharap bisa meminta bantuan ke Reno jika ada masalah yang mendesak, terlebih di grup WA alumni SD-nya Elisa berencana akan mengadakan acara reuni. Elisa sudah berfikiran bakal bertemu dengan orang yang tidak seharusnya dia lihat dihadapan mukanya, oleh sebab itu dia memperjuangkan agar bisa berteman dekat dengan Reno karna Elisa yakin si Reno bakal bermanfaat suatu saat nanti.
"Sa, aku mau nanya sama kamu boleh?"
"Apaan tuh Mel?"
"Kenapa kamu minta kontak Reno? Kamu enggak benar-benar jatuh hati sama dia kan?"
"Enggak ada lah.. Mana mungkin jatuh hati sama berondong.. Haha.." jawabnya sembari tertawa.
"Jaman sekarang tuh berondong lebih menggoda tahu Sa.."
"Masa? Tapi dia benar-benar bukan tipe aku Mel.."
"Emang tipe kamu yang seperti apa Sa?"
"Ya yang umurnya lebih dewasa dari aku dong Mel.."
"Berarti kayak Reyhan dong Mel.."
"Dia bukan tipe aku Mel.."
"Lah terus? Kan kalian sudah sejauh itu, masa kamu enggak ada rasa suka sedikit saja gitu ke Reyhan?"
"Ya emang enggak ada Mel.. Ngapain juga melibatkan perasaan untuk urusan cinta.."
"Jadi cinta yang kamu maksud itu seperti apa Sa?"
"Cinta yang aku maksud itu ya yang pakai logika Mel, jadi kalau niat dia mau bermain-main sama aku ya aku juga harus sama kayak dia dong.."
"Oh begitu.. Apa kamu fikir Reyhan hanya main-main sama kamu?"
"Ya bisa dibilang begitu Mel.. Aku biarpun terlihat kalem gini juga aku paham mana lelaki baik dan mana lelaki buruk perilakunya Mel.."
"Wiihh.. Keren.. Tahunya darimananya Sa?"
__ADS_1
"Ya dari hati aku yang merasakan lah Mel.."
"Kenapa aku enggak bisa kayak kamu ya Sa.."
"Kelak juga kamu akan tahu Mel.."
Obrolan mereka terhenti karna sudah saatnya bagi Elisa untuk mandi. Dia pun berjalan melewati bagian alat tulis, nampak Toto menatapnya dengan tatap sinis sementara Reno sedang merapikan barang-barang yang berantakan, tiba-tiba saja.
"Mau kemana Sa?" tanya Reno serius.
"Mau mandi, kenapa? Kamu mau ikut?"
"Emang disini boleh mandi ya?"
"Ya karna kita bekerja disini selama 12 jam full ya jadi makan dan mandi kita juga disini dong Ren.."
"Aku pikir cuma boleh makan doang.."
"Ya enggak lah, emang kamu betah 12 jam kerja berkeringat terus enggak mandi?"
"Lah tuh tahu.."
"Ya udah sana geih mandi, hati-hati jangan sampai nyemplung di kolam ya.. Hihihi.." candanya ke Elisa.
"Hahaha.. Enggak akan lah Ren.."
Elisa pun berlalu dari hadapan Reno dan menuju kamar mandi.
Sesampainya disana Elisa mendapati pintu kamar mandi terkunci dari dalam lantas Elisa mengetuk..
"Tok.. tok.. tok.. Siapa ya di dalam?"
"Aku Kety, masih piket membersihkan kamar mandi nih, kamu mau apa?"
"Oh masih dibersihkan ya.. Kapan selesai? Aku mau mandi.."
"Ya paling sebentar lagi, kamu silahkan menunggu.."
__ADS_1
"Elisa pun menunggu di luar kamar mandi.."
10 menit kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Elisa bergegas masuk karna dia tak ingin Emeli menunggu terlalu lama.
30 menit kemudian Elisa sudah selesai dan keluar menuju meja kasir, lagi-lagi dia ditatap Reno dengan tatapan tajam.
"Kamu kenapa menatap ku seperti itu Ren? Aku jadi takut.."
"Kamu cantik.."
"Namanya juga habis mandi.." jawab Elisa dengan santai.
"Warna lipstik mu cantik.."
"Thanks.. Aku balik kerja dulu ya.."
"Ya.."
"Reno kenapa tadi berbicara kayak gitu ya, apa dia sedang mengetes aku.." pikirnya dalam hati.
"Sudah selesai Sa? Sudah makan belum?"
"Belum masak malah Mel, sana kamu mandi dulu geih.."
Emeli pun bergantian masuk untuk mandi. Ketika ditinggal Emeli tiba-tiba banyak pembeli yang datang dan banyak yang membayar di kasir Elisa. Elisa keteteran dan Reno pun datang untuk membantu membungkus barang-barang yang sudah discan oleh Elisa. 15 menit kemudian...
"Thanks ya Reno sudah membantu.."
"Sama-sama biar impas karna tadi kamu juga sudah baik sama aku.."
"No problem.. Kamu balik geih takut si Toto marah.."
"Kalau butuh bantuan tinggal bilang saja ya Sa.."
"Sipppp dah.."
Elisa mengagumi pribadi Reno yang pandai membalas budi.
__ADS_1