SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Rencana disetujui


__ADS_3

"Oh ya Sa.. Ngomong-ngomong kamu sudah chat-an sama Reno belum?" tanya Emeli sembari mengalihkan topik agar Elisa enggak sampai marah.


"Oh ya sudah dong Mel.." perlahan emosi Elisa memudar tatkala ditanya pasal Reno.


"Aku ikut seneng.. Terus rencana mu apa nanti Sa?"


"Aku sudah punya rencana sendiri sih, tapi aku belum yakin apa Reno bisa membantu ku apa enggak Mel.."


"Emang kalau boleh aku tahu rencana apaan sih Sa? Sebegitu penting kah?"


"Ya, sangat penting, ini menyangkut harga diri ku Mel.. Jadi ceritanya gini, ada teman SD yang berniat mengadakan reuni Mel sehabis lebaran ini, terus aku pengen ikut gitu, hanya saja kamu tahu sendiri lah.."


"Kamu bakal ketemu Endah ya Sa?" buru-buru Emeli menjawab.


"Dugaan kamu benar Mel.. Aku bakal ketemu Endah.. Dan aku mau buktikan ke Endah kalau pacar ku bukan Reyhan tapi Reno.. Jadi biar Endah dan Elena tuh sadar kalau aku bukan pelakor.."


"Tapi kamu harus bicarakan ini terlebih dahulu ke Reno Sa.. Karna ini enggak mudah.."


"Iya memang.. Makanya aku bakal pepet si Reno terus agar aku bisa menjelaskan semua rencana ku ke dia Mel.."


"Huffft.. Seandainya Reno enggak nglamar kerja disini kira-kira kamu bakal minta bantuan siapa Sa untuk berpura-pura menjadi pacar kamu?"


"Ya aku sudah jelas enggak akan minta bantuan siapa pun Mel karna aku lebih milih enggak akan datang.. Tapi berhubung Reno sekarang sudah ada disini ya apa salahnya memanfaatkan dia sebentar saja untuk mengikuti permainan ku.."


"Hahaha.. Aku benar-benar enggak habis pikir sama kamu Sa.. Sebegitu cerdas otak mu menyusun semua ini.. Tapi apa kamu yakin Reno bakal setuju?"


"Seharusnya sih setuju Mel.. Semua bisa diatur deh.."


"Ok lah aku percaya rencana mu bakal berjalan lancar.."


"Jadi.. Bantu doa saja ya Mel.."


"Itu pasti dong Sa.."


Hari ini tak seramai hari-hari libur, dan Elisa sama Emeli juga lebih banyak mengobrol. Hingga tak terasa sudah siang hari, waktunya Elisa beristirahat.

__ADS_1


"Mel, sudah jam 12 siang nih.. Kamu mau masuk dulu atau aku nih?" tanyanya manawari.


"Kalau kamu sudah lapar ya kamu masuk dulu Sa.. Kebetulan Reno kayaknya mau makan juga tuh.."


Seketika Elisa pun menaikkan kepalanya untuk melihat Reno. Benar saja Reno mau pergi ke arah dapur. Buru-buru Elisa menyusul.


"Ok Mel, aku masuk sekarang ya.. Enggak mudah nyari kesempatan sebagus ini.. Dan aku enggak mau melewatkan kesempatan ini.."


"Ok Sa.. Semangat berjuang.."


Elisa buru-buru lari kecil melewati bagian alat tulis, sesampainya di dapur, benar saja masih kosong baru ada Elisa dan Reno.


"Eh si Elisa.. Kamu juga mau makan Sa?"


"Ya.. Lebih tepatnya mau menemani kamu Ren.." ucapnya sembari senyam senyum.


"Mana ada cewek gombalin cowok Sa.." balasnya sambil senyam senyum juga.


"Ada, aku sih ini.." jawabnya dengan PD.


"Ayo sini rah temani aku makan.." ujar Reno.


"Akhirnya mau juga ditemani makan.." jawabnya sedikit tertawa sembari mengambil nasi dan lauk yang sudah disiapkan tukang masak.


Untung saja waktu itu posisi gudang sepi, dapur juga sepi, jadi ini kesempatan bagus untuk Elisa mengobrol serius dengan Reno.


"Aku datang.. Aku duduk sini ya Ren.."


"Loh kok dibawah aku Sa?"


"Jadi aku harus duduk dimana dong Ren?"


"Ini kan di tangga, ya kamu diatas aku lah Sa duduknya.. Kalau kayak gini kan kesannya enggak sopan.."


"Sssttt.. Jangan terlalu serius, aku tidak pernah mempermasalahkan masalah kecil dan sepele seperti ini Reno.. Sudah ya aku duduk sini saja.."

__ADS_1


"Ok lah terserah kamu Sa.." jawabnya pasrah.


"Oh iya Ren ada yang mau aku bicarakan sama kamu nih.."


"Masalah apa ya Sa kalau boleh aku tahu.."


"Masalah reuni teman-teman SD ku Ren.."


"Lah jadi apa hubungannya sama aku Sa?"


"Aku mau minta tolong sama kamu Ren.."


"Minta tolong yang kayak gimana dulu dong Sa?"


"Aku mau kamu temani aku pergi ke acara reuni nanti Ren.."


"Tapi kan aku enggak kenal sama teman-teman SD mu Sa.."


"Itu masalah gampang.. Kita bisa duduk berdua sesampainya disana Ren.. Gimana? Kamu mau bantu enggak?"


"Itu acaranya buat kapan sih Sa?"


"Buat nanti habis lebaran Ren.."


"Hadeh lebaran berapa hari Sa? Soalnya jujur nih aku punya job manggung juga sehabis lebaran.."


"Aku sangat berharap kamu bisa membantu ku Ren ya meskipun kita baru kenal dan terkesan belum saling akrab.. Karna aku bingung mau minta tolong ke siapa lagi.."


"Ya udah jangan sedih.. Nanti aku usahakan buat kamu Sa.."


"Jadi serius nih kamu mau bantu aku Ren?"


"InsyaAllah.. Semoga jadwalnya enggak mentok sama jadwal job aku ya.."


"Ya semoga saja seperti itu.."

__ADS_1


Mereka pun akhirnya melanjutkan makan mereka. Hati Elisa sangat bahagia karna kali ini rencananya akan berjalan dengan lancar. Dia enggak bisa membayangkan akan seperti apa ekspresi Endah dan teman lelakinya yang punya hati terhadap dirinya ketika melihat dirinya berduaan dengan Reno nantinya.


__ADS_2