SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Rumah Elisa


__ADS_3

Elisa masuk ke dalam rumah sembari mengucapkan salam dan dijawab kompak oleh orang seisi rumah Elisa. Rupanya mama, papa dan adiknya tengah asyik menonton TV. Dan belum juga tidur.


"Sudah pulang Sa? Kok Emeli enggak diajakin masuk.."


"Eh iya mah tadi Emeli sama adiknya buru-buru soalnya adik Emeli mau keluar main sama teman-temannya jadi langsung pergi begitu sudah sampai rumah Elisa.."


"Oh begitu.. Ya sudah kamu bersih-bersih dulu ya sebelum masuk ke dalam kamar.. Kalau kamu lapar diatas meja makan ada nasi goreng, itu buat kamu.."


"Wah mama baik banget, tahu saja kalau Elisa lagi lapar.. Nanti bakal Elisa makan selepas Elisa bersih-bersih dan ganti baju ya ma.."


"Iya sayang.."


Elisa masuk kedalam kamar mandi, pertama kali yang dia lakukan adalah mengeluarkan ****** ***** milik Reyhan dari ***********, karna Elisa tidak ingin hamil diluar nikah, bagi Elisa status ketidak perawanannya saja sudah membuat dia sangat menyesal apalagi jika sampai hamil? Dia bakal malu dan dia takut orang-orang disekitarnya bakal membenci dan menilai rendah terhadap dirinya. Elisa tidak mau semua itu terjadi.


Setelah selesai membersihkan diri kemudian Elisa menuju meja makan.


"Si**an kan Reyhan, lama-lama aku kesal sama dia, sudah lah menguras tenaga ku, eh enggak ngajak makan pula.. Benar-benar menyebalkan.." umpatnya dari dalam hati.


Sambil makan Elisa jadi teringat kejadian barusan yang dia lakukan bersama Reyhan.


"Gila.. Apa yang sudah ku lakukan tadi sama Reyhan? Kenapa aku pasrah saja ketika Reyhan melakukan itu ke aku, dan kenapa juga aku membalas ciuman agresifnya itu.. Apa sebenarnya hubungan kami, apa status aku dimata dia?" batin Elisa dari dalam hati.


Ketika sedang memikirkan itu, Elisa dikagetkan oleh mamanya.


"Sa.. Kok kamu melamun?"


"Ah.. Eh.. Enggak mah, Elisa tadi masih heran saja perihal ditempat kerja.."


"Apa ada masalah sayang?"


"Iya mah, Elisa minus uang kasir Rp 14.000,00"


"Terus bos kamu marah?"


"Enggak, Pak bos bilang katanya nanti mau dicari lagi takut jatuh di meja kasir Elisa.."

__ADS_1


"Kalau seandainya tidak ketemu apa kamu suruh menggantinya Sa?"


"Aku enggak tahu mah, tapi aku pernah tanya ke Eny dia bilang katanya enggak suruh mengganti.. Tapi bakal disuruh hati-hati lain kali.."


"Makanya lain kali kalau kerja yang fokus ya sayang, jangan mainan ponsel dulu kalau memang lagi ramai tokonya.."


"Iya mah, ini salah Elisa yang ceroboh, Elisa bakal lebih hati-hati dan lebih teliti lagi lain kali.. Makasih ya mama.."


"Sama-sama nak.."


"Elisa sudah selesai makan, mau nyuci piring dulu mah.."


"Oh ya sayang, apa kamu masih berhubungan sama Reyhan?"


"Iya, masih kok mah.. Kenapa ma?"


"Kamu memberi dia kesempatan?"


"Iya mah.. Tapi Elisa enggak tahu apa dia bakal serius atau enggak sama Elisa.."


Elisa hanya terdiam, dia tak tahu harus menjawab apa, Elisa tidak terbuka perihal Elena yang masih menjadi pacar Reyhan. Elisa juga takut mamanya akan membenci Reyhan hanya karna dia memiliki hubungan dengan putrinya (Elisa) dan Elena yang jelas-jelas cucu dari saudara tua mama Elisa.


"Sa.. Kok diam?"


"Elisa enggak tahu ma Reyhan masih berhubungan sama wanita itu apa enggak.."


"Jadi kapan Reyhan datang kesini buat melamar kamu sayang?"


"Masalah itu nanti Elisa tanyakan pada Reyhan ya Ma.. Kalau gitu Elisa masuk ke kamar dulu ma..".


"Ya sayang, istirahatlah kalau capek.. Jangan tidur kemalaman agar besok tidak kesiangan biar bisa sholat subuh.."


"Ok mama sayang.."


Elisa pun bergegas masuk ke kamarnya. Diambilnya ponselnya.

__ADS_1


"Sa.. Lagi apa?"


"Reyhan, kenapa sih chat aku.. Sudah malam juga.."


"Kenapa sih chat pacar sendiri memangnya enggak boleh?"


"Pacar? Sejak kapan ya kita jadian?"


"Sejak kamu bilang mau memberi kesempatan padaku.."


"Gak juga ah.. Tadi mama ku nanyain kamu.."


"Mama nanya apa Sa?"


"Ya dia nanyain kamu katanya kapan kamu main kesini buat nglamar aku.."


"Nglamar? Jadi kamu mau dilamar aku Sa? Bilang ke mama kamu ya insyaAllah sehabis lebaran tahun ini, aku akan datang ke rumah kamu.."


"Ok nanti aku sampaikan ke mama.. Sudah dulu ya Han, aku mau tidur.."


"Sebentar Sa.. Aku cuma mau ngasih tahu kamu, sepertinya Elena sebentar lagi bakal balik dari perantauan, aku harap kita enggak usah berhubungan dulu ya, jangan chat aku kalau aku enggak chat kamu.."


"Ok.. Aku enggak akan hubungi kamu duluan.. Kapan dia akan balik?"


"Aku kurang tahu, dia hanya bilang minggu-minggu ini sih, cuma harinya masih dirahasiakan sama dia.."


"Ya bagus dong kalau gitu.. Biar kamu enggak ganggu aku terus.."


"Kok gitu sih sayang ngomongnya, aku yang bakal kangen banget dong nanti.."


"Halah bulshit.. Sudah ah aku mau istirahat capek.."


"Ok selamat malam Sa.. Mimpi indah.."


"Ya, kamu juga.."

__ADS_1


Perasaan Elisa menjadi sangat aneh saat Reyhan bilang agar mereka tak berkomunikasi untuk sementara waktu. Disatu sisi Elisa merasa lega tapi disisi lain dia punya firasat buruk tentang Elena yang akan pulang dari perantauan itu.


__ADS_2