SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Kepastian Hubungan


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Elisa pun langsung membersihkan dirinya dan mengambil air wudhu untuk sholat, selepas sholat pun dia berdoa. Tiba-tiba saja ponselnya bergetar dilihatnya chat dari Reyhan.


"Hai Sa.. Sudah pulang?"


"Ya.. Ada apa?"


"Enggak apa-apa, kangen saja sama kamu.."


"Kebiasaan lelaki hidung belang.."


"Lho kok gitu sih sayang ngomongnya?"


"Habisnya apa dong kalau bukan lelaki hidung belang? Jelas-jelas kamu punya pacar masih sempat manggil aku dengan sebutan sayang.."


"Ya lah terserah kamu Sa.."


Elisa pun tak membalas chat Reyhan lagi, tiba-tiba mama Elisa masuk ke dalam kamar Elisa.


"Sa, sudah tidur belum?"


"Belum nih Mah.. Ada apa ya Mah?"


"Mama mau ngomong penting Sa.. Bagaimana hubungan kamu sama Reyhan?"


"Elisa belum tahu Mah" dari dalam hati Elisa pun berkata (Kenapa mama menanyakan hubungan ku sama Reyhan? Sedangkan aku sendiri pun enggak tahu ending hubungan cinta segitiga yang melelahkan ini, maafin aku ya Mah harus nutupin semua dari Mama)


"Kenapa diam Sa? Apa ada yang kamu pikirkan?"


"Enggak ada Mah, Elisa cuma terlalu capek saja soalnya tadi toko rame banget.."


"Ya sudah, kamu langsung istirahat saja ya sayang.. Selamat malam, mimpi indah.."


"Ya Mah, Selamat malam juga.."


Mama Elisa mematikan lampu dan keluar menutup pintu kamar Elisa. Elisa langsung chat Reyhan.


"Apa kamu tahu aku tadi sedang ditanya apa sama mama ku?"

__ADS_1


"Tidak, memangnya mama mu tanya apa Sa?"


"Tanya kepastian hubungan kita.."


"Haduh bagaimana ya.. Bilang saja ke mama mu insyaAllah habis lebaran aku akan silaturahim untuk bertemu kedua orang tua mu.."


"Ok.. Aku harap kamu tidak akan berbohong ya Han.."


"Enggak akan sayang.."


"Ok, kita lihat nanti saja kamu bisa menepati ucapan mu tidak.. Aku capek, mau istirahat.."


"Ya sudah.. Selamat malam darling.."


"Ya, selamat malam juga.."


Elisa pun tidak yakin kalau Reyhan akan datang menemui orang tuanya untuk membahas hubungan ke jenjang yang lebih serius, karna Elisa tahu Reyhan tipe lelaki yang seperti apa..


***


Tak terasa puasanya sudah berjalan seminggu, Elisa pun masih semangat menjalankannya. Pagi itu dia berangkat kerja diantar mamanya. Seperti biasa, Elisa senang berbincang dengan Reno.


"InsyaAllah puasa.. Kamu?"


"Enggak, soalnya aku enggak sahur Sa.. Lagian pekerjaan ku masih banyak, kan ini sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru juga Sa.."


"Ya juga sih.. Tapi sayang sih kalau enggak puasa Ren.."


"Ya mau bagaimana lagi Sa.."


Pukul 08.50 WIB, toko sudah buka. Seperti biasa rutinitas pagi kalau di tempat kerja yaitu membersihkan ruangan kerja termasuk mengelap etalase, menyapu dan mengepel lantai.


Butuh waktu 30 menit untuk mengerjakan semua itu sebelum akhirnya mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Elisa yang saat itu sedang bekerja di meja kasir pun melihat Reno dan Toto sangat sibuk hari itu.


"Ayo Reno, semangat angkat-angkat dusnya.."

__ADS_1


"Hufffttt.. Berat dan capek banget Sa.."


"Dalam dus itu isinya apa Ren?"


"Buku tulis lusinan Sa.."


"Wow.. Enggak heran kalau berat Ren.."


"Kamu kuat enggak kalau angkat ini?"


"Enggak akan kuat.. Hehehe.." ujarnya sambil bercanda.


Reno yang saat itu sedang membuka dus buku tulis dengan cutter tiba-tiba saja jari telunjuknya terkena cutter dan keluarlah darah bercucuran dari jarinya.


"Aw.." pekik Reno kesakitan.


"Ada apa Ren?" seketika Elisa pun melihat Reno memegangi jari telunjuknya.


"Jari kamu berdarah Reno.. Jangan dipegangin kayak gitu dong, sebentar ya aku ke loker ku di dapur.. Aku punya plester yang bisa buat nutup luka mu.."


Elisa pun langsung beranjak lari meninggalkan meja kasir. Buru-buru dia membuka loker dan mengambil tasnya, diambilah plester dari dalam tas itu dan segera balik lagi ke meja kasir. Benar saja kalau Reno masih membuka dus-dus itu meskipun jarinya terluka.


"Reno, kenapa masih saja membuka dus-dus itu.. Sudah berhenti dulu.. Sini aku tutupi jari mu dengan plester ini.."


Elisa langsung membuka plester dan melingkarkannya di jari Reno dengan sangat hati-hati.


"Nah, sudah selesai.. Begini enggak akan sakit kan?"


"Thanks ya Sa, kamu baik banget.."


"Ya.. Kita kan partner.. Sudah seharusnya lah.. Ingat jangan dibuka plesternya sampai beberapa hari ya Reno.."


"Siap sayang.."


"Idih.. Apaan sih manggilnya sayang segala.."


"Ya habisnya nama mu kan sama dengan nama pacar ku.."

__ADS_1


"Ah terserah kamu lah.."


Mungkin ada beberapa orang yang melihat kedekatan Reno dan Elisa saat memasangkan plester itu lewat CCTV, tapi Elisa masa bodoh dengan semua itu. Toh apa yang dia lakukan itu bukannya salah pun.


__ADS_2