SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Menghitung Hari Acara Reuni


__ADS_3

Hari itu berlalu sangat cepat. Elisa pun pulang ke rumahnya sepulang kerja. Hingga tak terasa hari yang dinanti semakin dekat. Ya hari yang sangat ditunggu Elisa yaitu acara reuni bersama teman SD.


"Reno.." Elisa mengchat Reno.


"Ya.. Ada apa Sa? Kok tumben sih chat duluan.. Kangen ya??"


"Idih.. Gede rasa ya kamu Reno.. Kamu lagi apa nih?"


"Aku lagi tiduran saja.. Kamu sendiri?"


"Ya sama kayak kamu.. Enggak terasa Ren harinya semakin dekat.."


"Hari apa Sa?"


"Kok kamu lupa sih Ren? Kan janji sama aku mau pergi ke acara reuni.."


"Oh iya ya.. Sorry Sa.. Seketika lupa sejenak.. Dan ini sudah ingat.. Hehehe.."


"Tinggal menghitung hari ya Ren.."


"Lebaran idul fitri juga sebentar lagi.. Acara reuninya selepas lebaran kan Sa?"


"Ya Ren.. Kamu paham rumah aku kan Ren?"


"Enggak Sa.. Kan aku belum pernah main ke rumah kamu.."


"Ya nanti aku share lokasi saja ya.. Jamnya juga katanya siang menjelang sore pukul 15.00 WIB sih acaranya.."


"Ya enggak apa-apa nanti aku ke kamu jam 2 siangan ya.."


"Apa enggak terlalu cepat kamu ke aku jam segitu Ren?"


"Ya enggak dong Sa.. Aku suka ontime.."

__ADS_1


"Ok lah terserah kamu saja.."


Setelah itu mereka ganti topik pembicaraan dan chat sampai tengah malam hingga tak terasa Elisa pun tertidur dengan sendirinya.


****


Elisa bangun pukul 03.00 WIB untuk sahur. Dia pun mengchat Reno namun enggak ada respon dari Reno.


"Ini anak pasti enggak puasa lagi deh.." ucapnya dari dalam hatinya.


Setelah selesai makan sahur, Elisa pun mencuci piring dan bersiap menunggu waktu subuh tiba.


"Elisa.."


tiba-tiba saja Reyhan chat Elisa.


"Ya.. Ada apa?"


"Sudah.."


"Belum datang bulan ya Sa kamu?"


"Belum.. Memangnya kenapa?"


"Enggak apa-apa.. Aku takut kamu hamil saja Sa.."


"Pfffttt... Hamil? hahaha yang benar saja?"


"Kok kamu ketawa Sa?"


"Habisnya kamu lucu.. Mana mungkin hamil.."


"Kamu memangnya minum pil KB ya Sa makanya bisa ngomong kayak gini?"

__ADS_1


"Enggak.. Buat apa aku minum begituan.. Rugi di diri sendiri saja.."


"Ya kali saja kamu cari aman.."


"Kalaupun aku hamil memangnya kamu mau nikahin aku Han?"


"Ya mau bagaimana lagi.. Masa iya lari dari kenyataan.."


"Heh.. Apa omongan kamu bisa dipercaya Han?"


"Bisa.."


"Oh.. Tapi aku enggak mau hamil sama kamu.."


"Memangnya kenapa Sa? Kamu enggak cinta sama aku ya Sa?"


"Cinta?? Apa aku harus mencintai lelaki yang sudah berkekasih?"


"Selagi janur kuning belum melengkung ya enggak apa-apa sih kalau kamu mau miliki aku Sa.."


"Dimana-mana lelaki yang mengejar wanita Han.. Bukan wanita yang mengejar lelaki.."


"Ya sih aku tahu Sa.. Aku pengin sama kamu.. Tapi.."


"Kalau ada tapi mending enggak usah.."


Azan subuh pun berkumandang pertanda Elisa harus bergegas mengambil air wudhu dan pergi ke masjid untuk sholat subuh berjama'ah.


Sementara Reyhan pun tak membalas chat Elisa lagi.


Selepas sholat subuh pun Elisa berencana untuk tidur lagi karna dia berangkat kerja jam 08.00 WIB dan toko juga buka agak siangan di bulan ramadhan.


Elisa sangat bingung dengan ucapan Reyhan. Bagaimana bisa dia mengenal lelaki yang perangainya seperti Reyhan yang tidak bisa menepati setiap kata-katanya sendiri. Yang selalu berbohong demi tidak menyakiti perasaannya. Elisa benar-benar tak habis fikir dengan sifat Reyhan yang begitu misterius. Dia sudah mengenal Reyhan lama tapi tidak bisa mengerti kebiasaan dan karakter dia yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2