
"Ok lah kalau kamu mau ngomong penting sama Reno, tapi jangan sampai kena omelan senior killer ya Sa.."
"Enggak akan lah Mel.. Doakan saja.."
"Soalnya senior lagi sibuk di gudang belakang Sa.."
"Dekat dapur ya Mel?"
"Kayaknya sih iya Sa.."
"Ok lah nanti kalau ada dia ya kita enggak perlu ngobrol, takut dia kepo.."
"Ya senior kita emang orang paling kepo Sa.."
"Enggak malu kan Mel sama umur.."
"Benar.. Hahaha.."
"Sudah jam 12.10 WIB nih Mel.. Aku istirahat dulu ya.. Bye.."
"Bye.. Kamu sekalian setor uang ke bos kan Sa?"
"Ya dong Mel..'
"Ok.."
Elisa pun lewat dibagian alat tulis sembari membisiki Reno.
"Aku setor uang dulu ya Ren ke bos.. Kamu masuk dulu enggak apa-apa.."
__ADS_1
"Ok, tunggu sebentar ya aku selesaikan pekerjaan dulu.."
Elisa pun meninggalkan Reno dan mnyetorkan uang ke bos. Setelah itu dia pergi ke bagian dapur untuk makan, untungnya tidak ada Mbak Marni di gudang dekat dapur.
"Hufffttt.. Akhirnya aman.."
"Kamu kenapa Sa?" Reno datang menghampiri Elisa.
"Emeli bilang tadi disini ada senior killer lagi membereskan barang-barang di gudang Ren.. Tapi ternyata sudah enggak ada.."
"Ya sudah kita makan di dapur saja Sa jangan di tangga takutnya senior lagi di gudang atas kan.."
"Kamu bener juga Ren.."
Mereka pun akhirnya mengambil nasi dan bersiap menyantap hidangan makan siang yang sudah disiapkan oleh tukang masak.
"Hemb.. Enak nih lauknya.." ujar Reno.
"Suka banget Sa.. Seger dimakan.."
"Sama dong.. Aku juga suka sayur asem.."
"Jadi kenapa tadi kamu sedih Sa?"
Elisa terdiam dengan pertanyaan Reno. Dia tak tahu harus menceritakan apa ke Reno. Enggak mungkin Elisa membuka aibnya sendiri di depan partnernya terlebih Reno adalah partner lelaki. Elisa takut Reno akan ilfeel atau risih ke dirinya.
"Bagaimana caranya aku memberitahu Reno?" pikirnya Elisa.
"Kok diam sih Sa? Kamu enggak mau cerita ke aku?"
__ADS_1
"Jadi tadi aku dapat chat dari Reyhan.. Dia bilang katanya pacar dia akan mudik, aku khawatir pacar Reyhan akan mempermalukan aku Ren.."
"Oh jadi itu yang buat kamu sedih Sa? Kamu enggak mungkin takut kan sama pacarnya Reyhan?"
"Ya enggak dong, hanya saja aku takutnya dia nekat jatuhin harga diri aku Ren.."
"Tenang.. Kamu hanya perlu diam kalau dia melakukan itu.."
"Semudah itu Ren?"
"Ya.. Kalau kamu meladeni dia takutnya kamu kehilangan kontrol dan emosi mu meluap-luap.. Kan kamu sendiri yang akan malu Sa.."
"Kamu benar Ren.. Ok aku sekarang akan ikuti saran kamu.. Thanks ya Reno.."
"Ya sama-sama Sa.."
Mereka mengobrol sambil makan hingga tak terasa kalau piring mereka sudah bersih tanpa nasi dan lauk. Mereka pun mencuci piring kotor mereka masing, kemudian mereka minum dan segera meninggalkan dapur tiba-tiba senior killer alias Mbak Marni turun dari gudang atas.
"Huh, nasib baik kan tadi pas ngobrol sama Reno dia enggak turun.." batin Elisa.
Reno berjalan di depan Elisa jadi senior tidak mengira kalau mereka habis makan siang bareng. Elisa pun berjalan menuju meja kasirnya. Sementara Emeli juga sudah menunggu bersiap untuk bergantian istirahat dengan Elisa.
"Sudah kenyang Sa?" tanya Emeli.
"Alhamdulillah sudah Mel.." jawab Elisa dengan rasa lega.
"Lauknya apa? Tadi enggak ketemu sama senior killer ya?"
"Lauknya sayur asem, iya enggak ketemu Mel, dia di gudang atas.."
__ADS_1
"Syukurlah, kalau begitu aku gantian masuk ya Sa.."
"Ok Mel.."