
Setelah Elena mengetahui jati diri Elisa dari teman SD Elisa, dia semakin waspada ke Elisa, alih-alih Elisa akan merebut Reyhan dari dirinya, dia kembali chat Elisa.
"Elisa, kamu sudah lihat kan kalau aku sudah mempunyai bukti kalau kamu bukanlah perempuan baik-baik.." kata Elena.
"Ya, dan terimakasih karna sudah mencemarkan nama baik ku.." sebelumnya kontak WA Elisa diblokir oleh Elena itulah mengapa Elisa tidak mengerti bahwa Elena menyebarkan informasi yang tak benar itu. Untung saja Reyhan masih mempunyai niat baik memberitahukan story Elena ke Elisa.
"Bagaimana? Apakah kamu suka? Atau kamu sudah tahu ini dari Reyhan ya?" tanyanya penasaran ke Elisa.
"Benar saja, bahwa kekasih mu lah yang sudah memberitahukan itu semua padaku.. Kenapa? Apakah kamu cemburu kalau ternyata kekasih mu sangat peduli padaku?" sindir Elisa ke Elena.
"Cemburu? Buat apa? Kalau kenyataannya Reyhan hanya cinta dan sayang padaku saja.." ujar Elena dengan penuh keyakinan.
"Oh iya kah? Yakin kalau dia sangat sayang dan cinta kamu saja? Jika memang dia sayang kamu, dia enggak akan mengejar aku sampai sekarang ini dong.." kata Elisa menyadarkan Elena.
"Itu karna kamu juga yang kegatelan, dimana-mana yang namanya kucing kalau dikasih ikan ya bakal dihabisin juga meskipun kucing itu baru saja memakan ikan.. Begitu juga dengan mu yang enggak pernah bisa untuk tidak mencuri perhatian Reyhan.." balas Elena kepada Elisa.
__ADS_1
"Terserah kamu saja lah Len mau ngomong apa, sekarang mau kamu apa?" tantang Elisa.
"Aku mau kamu jauh dari Reyhan, kalau tidak... Kamu bakal tahu sendiri akibatnya.." ancam Elena.
"Aku peringatkan sekali lagi ya.. Aku Elisa enggak pernah takut diancam-ancam sama anak labil seperti mu.. Sekalipun kamu menyebarkan aib ku, aku enggak segan untuk melaporkan mu atas tuduhan pencemaran nama baik.. Ok! Dan, satu lagi.. Kalau memang kamu sayang sama Reyhan, cobalah kamu pulang ke kampung dan carilah pekerjaan disini.. Aku janji setelah itu aku enggak akan mengganggu hubungan kalian lagi.." jawab Elisa.
"Pulang? Enggak segampang itu.. Aku baru saja bekerja disini dan susah payah mencari pekerjaan, masa aku harus pulang, lagian kalau memang Reyhan sayang sama aku harusnya dia bisa menjaga perasaan aku meskipun kita LDR-an sekarang ini.." kata Elena.
"Kamu masih bilang dia sayang sama kamu setelah kamu tahu Reyhan jalan bareng sama aku tanpa sepengetahuan mu? Sangat konyol jika dipikir Reyhan sayang sama kamu.." ujar Elisa meledek.
"Percuma ngomong sama anak labil, enggak pernah bisa mikir sampai ke topik inti masalah.." sindir Elisa.
"Kamu memang perempuan munafik Elisa, aku enggak akan membiarkan mu bahagia setelah mempertemukan Reyhan dengan orang tua mu.." jawab Elena dengan sedikit emosi.
"Ok enggak apa-apa kalau kamu mau bilang aku perempuan munafik, mari kita lihat bakal serumit apa hubungan kamu, aku dan Reyhan setelah ini.."
__ADS_1
"Elisa aku benar-benar benci kamu, kamu lebih tua dariku kenapa kamu enggak mau mengalah demi aku, kenapa?" tanya Elena kesal.
"Ssssttt.. Jangan marah ok.. Dari awal aku sudah bilang aku sudah menghindar dari Reyhan, dasar Reyhannya saja yang enggak bisa jauh dari aku.. Makanya jangan jauh-jauh kerjanya kalau kekasih mu enggak mau digebet sama perempuan lain.. Ok aku sibuk.. Aku enggak punya waktu meladeni chat kamu.."
Setelah itu obrolan mereka berakhir, Elisa sengaja menghindari perdebatan dengan Elena yang labil dan mengesalkan itu.
"Mel.. Aku kesal sekali sama Elena.. Enggak ada bosennya dia cari masalah sama aku.." curhatnya ke Emeli partner kerjanya.
"Enggak perlu dilayan lah Sa.. Fokus kerja saja.. Lagian kenapa kamu sendiri enggak mau menghindar dari Reyhan, sudah tahu Elena orangnya bisa malakukan apa saja .." Emeli menasehati Elisa.
"Apa aku telah salah mengambil jalan Mel? Aku menyetujui Reyhan untuk mengejar diriku.." jelas Elisa.
"Ya Ampun Elisa.. Kenapa kamu ambil keputusan itu? Itu hanya akan memperburuk citra mu di mata orang lain.." jawab Emeli.
"Ya aku tahu.. Aku pun tak tahu mengapa aku mau mengambil keputusan itu.. Yang penting aku benar-benar ingin tahu apa yang akan Reyhan lakukan padaku nanti Mel.." jawab Elisa.
__ADS_1
Sesaat mereka saling diam. Elisa sangat menyayangkan keputusan itu. Keputusan yang mungkin akan memperburuk citranya di mata orang lain, bahkan dia sendiri mungkin akan menyakiti perasaan Elena yang masih mempunyai ikatan saudara dengannya. Tetapi jika dia tidak menyanggupi permintaan Reyhan juga dia tidak akan tahu niat dan maksud Reyhan mendekati dirinya.