
Tangisan Elisa semalam lah yang mengantarkan dirinya pergi ke alam mimpi, esok paginya pukul 07.30 WIB rupanya Elisa kesiangan, dia tidur nyenyak semalaman hingga tak mendengar suara azan subuh. Buru-buru dia turun dari ranjang dan langsung pergi ke kamar mandi, setelah mandi dia berpakaian dan berdandan seperti biasa. Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB, masih sempat baginya untuk sarapan.
Setelah sarapan selesai, Elisa pun berangkat diantar mamanya karna hari itu papanya sedang pergi ke sawah, Elisa sampai di tempat kerja pukul 08.35 WIB alangkah terkejutnya saat itu toko sudah buka, buru-buru Elisa turun dan mencium tangan mamanya lalu bergegas masuk. Untung saja toko baru buka dan semua partner belum bersih-bersih.
"Sa.. Hari ini kamu buka kasir pertama ya.." kata Emeli.
"Oh Ok Mel.. Kamu sibuk kah hari ini?"
"Ya aku sibuk barang datang banyak banget, aku harus ikut beres-beres di gudang sama Eny dan Mbak Marni.."
"Oh ok lah kalau begitu Mel.. Semangat ya.."
"Ok pasti Sa.. Kamu juga ya"
"Sippp.."
Hari itu hari Sabtu, kebetulan juga tanggal muda. Jadi banyak pembeli di toko tempat Elisa bekerja. Sampai-sampai Elisa keteteran dan menyuruh Emeli untuk segera membuka kasir. Buru-buru Emeli datang dan mengambil separuh pembeli yang akan membayar di kasir Elisa untuk membayar di kasir Emeli agar tidak menunggu terlalu lama.
"Huh.. Akhirnya selesai juga.. Hadeh panas banget Mel dikerubung banyak orang.."
"Hehehe.. Sampai segitunya Sa.. Maaf ya aku lama, aku tadi di gudang.."
"Ya gak apa-apa kali Mel, santai saja sih.."
"Ada yang mau nitip beli es enggak nih? Kebetulan aku mau keluar beli es.." ujar Toto salah satu karyawan bagian alat tulis.
"Aku dong To nitip.. Es kopi biasa ya sama gorengan.." ujar ku.
"Aku juga To, aku es teh manis ya sama gorengan juga.." ujar Emeli.
"Ok ditunggu ya.. Tadi aku sudah izin ke bos cowok barang kali bos cewek nyariin nanti bilangin saja ya Sa, Mel.."
"Iya To.." jawab mereka kompak.
15 menit menunggu Toto akhirnya dia kembali juga dan dia membagikan titipan Emeli dan Elisa. Kemudian dia kembali ke tempat kerjanya.
Hari itu terasa sangat cepat bagi Emeli dan Elisa hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, Elisa bersiap untuk mandi. Di belakang dapur dia bertemu partner bagian dapur.
"Sa kamu mau mandi ya?" ujar Mbak Wenny yang bekerja dibagian dapur.
"Iya Mbak Wenny.. Airnya keluar kan mbak?"
"Kaluar kok Sa.. Kok awal banget mandinya Sa.."
"Ya nih hari ini bawaannya panas banget mbak, dan memang sudah biasanya juga kan mbak aku mandi di jam sekarang ini.."
__ADS_1
"Apa iya sih.. Ya sudah buruan geih kamu mandi Sa.. Biar bisa gantian sama Emeli.."
"Ok Mbak.."
10 menit saja, tak lama bagi Elisa untuk mandi bahkan terkadang dia hanya butuh 30 menit untuk mandi dan berdandan. Setelah selesai dia pun keluar dan kembali ke kasir.
Elisa mendapati kasir Emeli penuh dan antri banget. Buru-buru dia membantu Emeli.
Begitulah kekompakan mereka berdua.
"Hadeh Sa.. Tadi tuh ada pembeli yang rewel banget deh ya.. Sampai bingung aku tadi.. Untungnya aku enggak terkecoh.."
"Aku tahu kamu profesional Mel.. Lap dulu geih keringat mu banyak gitu di dahi.."
"Hehehe.. Elisa sudah cantik ah.. Siapa yang sedang mandi Sa sekarang?"
"Hemb.. Kayaknya enggak ada orang deh Mel.. Sana kamu mandi.."
"Ok aku pergi mandi dulu ya.."
"Ya, jangan lama-lama ya Mel.."
"Ok.."
Tak terasa sudah pukul 17.10 WIB namun Emeli tak kunjung datang..
Ditunggunya sampai pukul 17.30 WIB dan Emeli baru muncul.
"Mel.. Kamu lama banget sekalian berak ya..".
"Enggak Sa.. Aku tadi nunggu lauk matang biar sekalian makan.. Lama banget ya Sa.."
"Ya lumayan sih Mel.."
"Tapi kasir enggak rame banget kan Sa?"
"Enggak kok Mel.. Oh ya aku masuk sekarang saja ya Mel kebetulan kok sebentar lagi juga maghrib tampaknya sepi enggak ada pembeli.."
"Ya udah sana ow Sa.."
Di belakang dapur Elisa tak sengaja mendengar si Toto sedang ngobrol dengan Eny.
"En, kamu kemarin ngobrol sama Elisa ngobrolin apa sih kayaknya serius banget.."
"Ya To, aku ngobrol tentang yang masalah dia kayak gitu sama Reyhan.."
__ADS_1
"Gila apa kamu En, kenapa kamu ngomong ke dia.. Udah biarkan saja lah En urusan dia juga.. Kamu jangan bawa-bawa nama ku loh En.."
"Iya iya enggak kok, aku cuma bilang tahu masalah dia dari salah seorang partner disini dan aku enggak nyebutin nama kamu kok To.."
"Bagus deh.. Jangan sampai dia tahu, bisa-bisa dia benci aku.."
"Kamu kenapa sih? Peduli banget sama dia, jangan-jangan kamu naksir Elisa ya To.."
"Enggak lah, Elisa tuh sudah kayak adik aku sendiri dong En.. Aku tuh naksirnya sama kamu En.."
"Ih apaan sih.. Lagian aku sudah punya pacar juga.."
"Ya enggak apa-apa sih biar aku semangat kerja disini En.."
"Terserah kamu aja lah.."
Elisa yang diam-diam mendengarkan di gudang pun akhirnya tahu bahwa orang yang menyebarkan aibnya ternyata Toto. Tapi Elisa tetap tenang dan seolah tak tahu apa-apa. Elisa pun berjalan menuju dapur.
Sontak Eny dan Toto terkejut.
"Eh Sa.. Mau makan ya?" ujar Eny.
"Ya En.. Kalian berduaan aja nih? So sweet banget kayak orang pacaran.." candanya ke Eny dan Toto.
"Ya biasalah ini si Toto sukanya nempel terus kemana pun aku pergi ya di ikutin.."
"Asal enggak ikut sampai kamar mandi saja ya To.." candanya dengan ketawa.
"Ya enggak lah Sa.."
"Emangnya kamu apa Sa berani nglakuin seperti itu sama lelaki yang bukan siapa-siapanya kamu" ujar Toto dari dalam hati.
"Oh ya Sa, aku udah selesai makan, aku pergi mandi dulu ya kamu temani Toto.. Kalau nakal jitak saja kepalanya.."
"Ih kamu apaan sih En gitu banget ya sama aku.." ujar Toto memelas.
"Biasa aja kali To enggak usah manja kayak gitu ke Eny.."
"Ya habisnya Eny nyebelin banget sih.. Udah ah aku juga mau balik kerja, jadi enggak nafsu makan kalau lauknya kayak gini.."
"Pffft.. Enggak nafsu karna ditinggalin Eny apa lauk yang enggak enak?"
"Dua-duanya Sa.."
Kemudian Toto berlalu meninggalkan Elisa seorang diri yang tengah makan di dapur.
__ADS_1
Elisa pun terdiam. Dia masih tidak menyangka bahwa Toto, lelaki yang sudah dia anggap seperti kakak dia sendiri tega melakukan itu pada dirinya. Elisa benar-benar tak menyangka.