SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Salah Paham


__ADS_3

Keesokan paginya ketika baru bangun tidur, Elisa langsung membuka ponselnya, betapa terkejutnya dia, dilihatnya banyak chat dari Elena, lantas Elisa penasaran dan membukanya..


"Elisa.. Aku sungguh enggak percaya kamu mengingkari ucapan kamu.. Apakah kamu puas mempertemukan Reyhan dengan orang tua mu?" tanya Elena.


"Apakah orang tua mu sangat menyukai Reyhan? Dan aku enggak percaya jika kamu tidak menggoda Reyhan.. Aku tahu jelas kamu itu perempuan macam apa Elisa.. Enggak ada gunanya kamu mengelak dari ku.." tambah Elena.


Kemudian Elisa menjawab chat Elena.


"Sebelumnya aku minta maaf ya Len sama kamu, ternyata pacar mu itu tidak sebaik yang kamu kira, aku enggak ada niat buat ganggu hubungan kalian atau pun menggoda-goda Reyhan.. Dia sendiri yang datang mencari aku dan bilang mau minta maaf ke aku.." jelas Elisa ke Elena.


"Basi sekali alasan mu.. Aku enggak suka sama perempuan munafik kayak kamu.. Kalian sudah kerjasama buat nutupin kebenarannya dari aku kan?" tanya Elena mulai geram.


"Mana mungkin aku kerjasama dengan Reyhan.. Hei.. Jaga ucapan kamu.. Kamu ini tidak tahu terimakasih sekali ya ternyata.." balas Elisa.


"Tidak tahu terimakasih? Buat apa aku berterimakasih sama saingan cinta ku sendiri? Kamu jangan terlalu tinggi memandang dirimu sendiri setelah mempertemukan Reyhan dengan orang tua mu.." jawab Elena.


"Ok.. Kalau kamu memang enggak mau kehilangan Reyhan, enggak mau dia berpaling dari kamu ya kamu jaga dia baik-baik dong.. Kita sama-sama perempuan, jangan sampai kita saling berperang karna lelaki.." tegas Elisa.


"Jika kamu enggak kegatelan ya dia enggak akan mencari kamu.. Kamu perempuan yang enggak tahu diri.." kata Elena.


"Maaf.. Aku juga punya perasaan dan batas kesabaran.. Aku juga perempuan sama kayak kamu.. Tapi aku enggak seperti yang kamu omongin.. Jadi tolong jika sepagi ini chat hanya untuk mengajak ku ribut, aku benar-benar enggak ada waktu buat melayani kamu.." kata Elisa.


"Ok kita lihat dan tunggu saja.. Aku akan buktikan ke Reyhan kalau kamu bukan perempuan baik-baik.." ujarnya mengancam ke Elisa.


Setelah itu Elisa tak membalas chat Elena lagi, dia lebih memilih untuk membereskan tempat tidur dan pergi mandi juga menikmati sarapannya..


Pukul 08.15 WIB Elisa bersiap pergi bekerja, seperti biasanya bahwa dia selalu diantar oleh papanya. Di sepanjang perjalanan dia memikirkan apa yang akan dilakukan oleh Elena nanti, firasat dia hanya satu, Elena akan bertanya pada Endah teman sekolah dasar Elisa dulu..


Sesampainya di tempat kerja, dia melakukan pekerjaannya dengan profesional. Tiba-tiba Emeli iseng bertanya.

__ADS_1


"Sa, kamu semalam dijemput lelaki, dia siapa?" tanya Emeli yg merupakan teman curhat Elisa.


"Lelaki? Kamu melihat aku dijemput lelaki mel?" tanya Elisa heran.


"Ya, aku melihatnya sekilas ketika baru keluar dari tempat parkir, apa itu Reyhan, Sa?" tanya Emeli penasaran.


"Benar.. Itu adalah Reyhan.." jawabnya singkat.


"Apa kamu akan bersama Reyhan lagi Sa? Kalian tadi malam pergi kemana?"


"Enggak akan Mel, itu mustahil.. Elena pacar Reyhan juga sedang mencari bukti kalau aku bukan perempuan baik-baik. Kita hanya pergi cari makan karna dia ingin sekali ku traktir makan.." jelasnya ke Emeli.


"Apa dia melihat postingan story mu Sa? Makanya dia minta ditraktir?"


"Betul banget Mel.. Aku enggak mau berhutang budi sama dia, jadi aku OK kan saja untuk mentraktir dia.."


"Oh ya Sa, aku jujur masih penasaran sama Elena yang kamu maksud soalnya aku juga punya teman nama Elena, boleh aku lihat foto Elena Sa?"


"Dia kan.. Aku kenal dia Sa.." kata Emeli meyakinkan Elisa.


"Kenal? Kamu yakin Mel?" tanyanya meragukan.


"Ya kenal, dia masih tetangga ku.. Dulu aku sering main dengan dia dan teman-teman yang lainnya.. Tapi sekarang jarang, karna kita punya kesibukkan yang berbeda.." jawabnya ke Elisa.


"Ok.. Jadi sekarang kamu akan berada di pihak aku atau dia Mel?" tanyanya tegas.


"Aku akan selalu di pihak yang benar.. Dan tidak akan membela yang salah, karna kamu teman baik aku Sa.." jawabnya.


"Ya.. Aku berharap kamu juga bisa menjaga rahasia ini Mel.." kata Elisa.

__ADS_1


"Pasti Sa.. Mana mungkin aku membeberkan aib partner ku sendiri yang selalu baik sama aku.."


"Thanks ya Mel.." ucap Elisa sambil tersenyum.


"Ya, sama-sama Sa.. Tapi, apa yang akan dia cari Sa? Kenapa dia bilang dia akan cari bukti kalau kamu bukan perempuan baik-baik?"


"Aku punya seorang musuh sedari aku duduk di bangku SMA, sayangnya dia bukan tetangga aku, dia juga tidak pernah satu sekolah sama aku Sa.." jelas Elisa.


"Kok bisa jadi musuh? Apa dia teman bermain mu Sa?" katanya penasaran.


"Ya, lebih jelasnya aku dan musuh ku ini statusnya masih saudara Mel.."


"Lantas apa yang membuat kalian bermusuhan?" tanya Emeli.


"Ceritanya panjang.. Intinya ketika kita masih duduk di bangku SMA kelas X, dia mempunyai ponsel yang didalamnya tersimpan banyak kontak lelaki Mel.. Pas aku tanya ke dia, dia jawabnya kalau lelaki-lelaki itu adalah para pengagum dia.." kata Elisa mulai menjelaskan.


"Dan lebih parahnya Mel, ketika itu ada pesan masuk, saat itu belum ada WA atau pun messenger ya Mel, dan kebetulan aku sedang memegang ponselnya dia, aku tanya kan ke dia, ini ada pesan mau dibuka dan dibaca atau kamu lihat sendiri saja.. Dia jawab, Ya tinggal kamu buka saja Sa, ketika aku membukanya sungguh terkejut Mel, salah satu lelaki yang ada di kontak dia itu ngajakin dia ketemuan nanti malamnya.. Terus teman ku menyuruh ku untuk membalas pesan itu, pas aku bales ketemunya dimana, si lelaki bilang ketemunya dibelakang rumah nenek dia yang ada di desa S, Mel.." sambungnya.


"Terus apa teman kamu itu mau diajak ketemuan?" tanya Emeli penasaran.


"Ya jelas mau, karna teman ku bilang dia sangat sayang ke lelaki itu Mel.. Mungkin lelaki itu adalah pacarnya.." jawab Elisa.


"Suatu ketika aku membeli flat shoes, bahkan flat shoes itu dibelikan orang tua ku sendiri untuk ku. Waktu itu aku datang ke rumanya menggunakan flat shoes itu.. Dia sangat ingin punya flat shoes seperti ku Mel, lantas dia tanya ke orang tuanya, tapi orang tuanya bilang belum bisa membelikan karna masih belum ada uang, beberapa hari kemudian dia mengirim pesan pada ku, dia bilang kalau dia ingin diantar aku buat ketemu salah satu pengagum dia Mel, jadi malamnya dia datang ke rumah ku, dia rela berbohong ke orang tua ku hanya untuk mengajak ku keluar menemui lelaki itu.. Dan ketika itu ternyata ketemunya di lapangan desa P, Mel.. Aku disuruh jaga motor dia dan dia pergi sendiri menghampiri lelaki itu.. Lama aku menunggu Mel sampai akhirnya rintik hujan pun turun dan dia langsung kembali menemui ku saat itu juga ku lihat dia membawa sebuah bungkusan, lantas aku tanya isi bungkusan itu apa, dan dia bilang kalau isinya adalah flat shoes Mel.. Jadi dia bilang ke aku kalau lelaki itu adalah seperti kakak kandungnya sendiri yang ketika dia meminta apapun akan selalu dituruti oleh lelaki itu.. Dan aku tanya apa yang kalian lakukan saat kalian ketemu tadi, jawaban dia sangat mengejutkan.. Dia bilang kalau lelaki itu menciumnya dan hampir memegang bagian bawah tubuh dia Mel.." jelas Elisa panjang lebar.


"Astaghfirullah.. Beneran itu Sa? Kesannya dia sangat murahan sekali Sa.." kata Elena.


"Ya, aku pun berfikiran demikian juga Mel.. Lantas aku menyadarkan apa yang dia katakan.. Bahwa seorang kakak akan selalu menjaga harga diri adiknya meskipun hubungan itu bukan hubungan sedarah.. Tapi di dunia ini, perempuan meminta apapun ke Lelaki pasti akan selalu dituruti lelaki itu asalkan nanti lelaki itu dapat imbalan dari si perempuan.. Ketika aku mengucapkan kata-kata itu dia hanya menjawab, aku mengerti Sa, dia melakukan itu juga karna dia sebenarnya suka sama aku, tapi disisi lain aku juga menyukai lelaki yang lain.." jelas Elisa.


"Teman kamu itu dimanfaatkan saja lah Sa sama itu lelaki.." ujar Emeli.

__ADS_1


"Benar Mel, dia nampak culun polos seperti perempuan yang belum cukup dewasa tapi dia punya nyali untuk melakukan hal-hal seperti itu.. Singkat cerita, aku tukeran ponsel sama dia, kebetulan aku punya kesempatan untuk chat sama lelaki itu.. Aku bilang ke lelaki itu, kalau kamu sayang ke teman aku tandanya kamu harus benar-benar menjaganya dengan baik, aku minta tolong ajarkanlah dia menjadi perempuan baik yang tidak menggilai semua lelaki, karna aku takut dia terjerumus ke pergaulan bebas.. Lelaki itu pun membalas pesan ku dan berkata, selama ini dia berbohong ke aku kah kalau aku satu-satunya kakak sekaligus pacarnya? dan aku pun membalas, jika masalah itu, kamu tanyakan saja ke dia langsung, tapi tolong kamu bicarakan baik-baik dengan dia.. Dan keesokan harinya dia (teman ku yang bernama Endah) datang ke rumah ku Mel.. Dia nampak marah dan langsung minta tukeran ponsel lagi setelah itu dia langsung balik tanpa berbicara apapun padaku.." jelas Elisa ke Emeli.


__ADS_2