SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Kencan


__ADS_3

Dalam perjalanan, Reyhan berbincang dengan Elisa..


"Kita mau pergi makan kemana Sa?" tanyanya.


"Terserah kamu saja.. Kan kamu yang kepengen ditraktir.." jelasnya.


"Jangan gitu dong Sa, kan aku jadi enggak enak sama Elisa.." ujarnya.


"Enggak enak kenapa? Kalau merasa enggak enak ya lain kali enggak usah seperti ini dong.. Lagian kamu juga punya Elena.." jelasnya.


"Elena lagi di ibukota Sa.. Dia enggak akan tahu kalau kita kencan jalan berdua.." kata Reyhan.


"Kau ini jangan bodoh, Tuhan memberikan sepasang mata, sepasang telinga dan perasaan yang kuat terhadap perempuan.. Jadi.. Jika kamu berfikiran dia enggak akan tahu.. Itu salah besar.. Kamu tinggal lihat saja nanti.." jelas Elisa.


"Ya terserah kamu saja lah Sa mau ngomong apa.. Kita ke desa B saja ya Sa, kebetulan aku penasaran rasa kulineran di desa B.." kata Reyhan.


"Ok lah.." singkat Elisa.


Elisa langsung mempunyai ide licik. Dia punya kesempatan untuk membuat Reyhan dan Elena salah paham.


Tak lama setelah itu pun mereka berhenti di salah satu rumah makan di desa B.. Restoran dengan menu ayam..


"Bang, pesen ayam gepreknya 2 ya, sekalian minumnya es teh manis.." kata Reyhan.


"Kamu tuh apaan sih.. Perut aku tuh masih kenyang tahu.. Tadi aku juga sudah makan di toko.. Memangnya aku ini serakus apa sih.. Sudah lah pesan 1 saja.. Aku enggak mood makan.." Elisa mengomel pada Reyhan.


"Loh kok gitu sih Sa.. Aku kan minta kamu yang traktir biar kamu tuh bisa makan juga sama aku.. Kalau kyk gini mah mending tadi enggak usah minta ditraktir Sa.." jawab Reyhan kecewa.


"Enggak usah banyak protes, mau makan enggak, kalau enggak mau makan ya sudah bungkus saja terus kita balik, kamu antar aku balik ke rumah.." jelas Elisa kesal.


"Iya deh iya.. Aku makan disini, tapi kamu temani aku ya biarpun enggak ikut makan.." kata Reyhan.


"Iya, enggak usah bawel deh.." ujar Elisa.


"Bang, pesan minum teh angetnya 1 ya.." kata Elisa memesan minuman.


"Oh iya Neng, mau sekalian sama makannya Neng?" tanya si Penjual.


"Enggak usah bang, kebetulan saya masih kenyang.." jawab Elisa.


"Oh iya Neng enggak apa-apa.. Tapi lelaki yang sama Eneng kasihan lah soalnya Eneng enggak ikutan makan.. Hehehe.." canda si Penjual.


"Enggak usah dihiraukan bang.. Dia memang lagi lapar, lagi pula saya juga sudah makan bang di tempat kerja tadi.." jawab Elisa sopan.


"Ok Neng.. Ini sudah jadi, abang antar ke meja Eneng ya?" tanya si Penjual.

__ADS_1


"Oh iya bang silahkan silahkan.. Terimakasih ya bang..." jawab Elisa sambil tersenyum.


"Iya Neng, sama-sama atuh.." jawab si Penjual.


Ketika Reyhan sedang asyik menikmati hidangan makanannya. Si Elisa chat Elena secara diam-diam tanpa sepengetahuan Reyhan.


"Elena.. Coba tebak sekarang aku sedang bersama siapa.." tanya Elisa sambil mengirim gambar Reyhan yang tengah makan kepada Elena via WA.


"Kamu sedang bersama Reyhan? Pantas saja aku chat ke Reyhan enggak dibalas.. Rupanya dia sedang bersama mu.." jawab Elena kesal.


Tak lama setelah itu ponsel Reyhan berbunyi. Dia melihat nama pemanggil itu ternyata Elena. Sontak Reyhan membiarkan ponsel itu berdering tanpa menjawabnya.. Elisa pun melihat nama yang tertera dilayar itu adalah Elena. Lantas Elisa pun bertanya pada Reyhan..


"Panggilan dari siapa? Kenapa enggak dijawab telponnya?" tanya Elisa penasaran.


"Bukan siapa-siapa, bukan orang penting juga Sa.." jawabnya berbohong.


"Iyakah bukan orang penting.. Coba sini aku lihat.." ujar Elisa.


"Sa.. Aku ini lagi makan.. Kamu yang tenang dong.. Kamu enggak usah pedulikan siapa yang menelpon.. Sekarang ini hanya ada kamu dan aku, jadi jangan pedulikan siapapun yang mencoba mengganggu.. Ok.." jawab Reyhan dengan tenang.


"Tapi tadi aku melihat kalau Elena mencoba menelpon mu Han?" ujar Elisa.


"Elisa, aku bingung kenapa tiba-tiba Elena menelpon ku saat-saat ini, apa kamu memberitahu Elena kalau kita sedang pergi makan?" tanyanya sembari mendekati muka Elisa.


"Omong kosong apa Han.. Jelas-jelas aku sibuk chat dengan Emeli, bagaimana mungkin aku sejahat itu sama kamu.." jawabnya berbohong ke Reyhan.


"Aku.. Aku enggak ada motif apa-apa Han.. Ok aku ngaku kalau aku yang mengirim foto mu ke Elena.." jawabnya jujur.


"Aku suka dengan kejujuran mu ini, apa dengan cara ini kamu ingin aku dan Elena putus? Dan kamu bisa bersama ku Sa?" tanyanya ke Elisa.


"Aku.. Mana mungkin.. Kamu enggak masuk akal Han.. Kalau sudah selesai makan, ayok kita pulang.." katanya mengalihkan topik pembicaraan.


"Ya, aku sudah kenyang, Ok kita pulang sekarang.." jawab Reyhan mantap.


"Ok" jawab Elisa.


Ketika mereka sedang menuju ke tempat parkir tiba-tiba Elena masih menelpon Reyhan tapi Reyhan tetap mengabaikan, karna disisi lain Reyhan juga tak ingin menyakiti perasaan Elena. Kesal karna panggilannya tak dijawab akhirnya Elena menelepon Elisa, dia melakukan panggilan video ke ponsel Elisa. Dan saat itu Reyhan tidak peduli dan berusaha untuk tidak menengok Elisa yang ada di belakang.


"Ya Len.. Kenapa, ada apa?" tanya Elisa.


"Kamu ini ya sama sekali enggak bisa menepati ucapan kamu.. Kamu bilang mau jauhin Reyhan demi aku.. Tapi nyatanya apa? Kalian berdua sama munafiknya.." ujar Elena kesal.


"Loh kok marah sayang? Jangan ngatain aku munafik dong.. Asal kamu tahu ya Len.. Aku tidak pernah menggoda lelaki mu.. Dan kita saat ini jalan bareng itu juga sebatas dia ingin ditraktir makan sama aku kok, enggak lebih.." jelas Elisa.


"Ya tapi tetap saja kalian tuh salah.. Kenapa perginya enggak bilang dulu sama aku.. Tapi malah diam-diam jalan di belakang ku.." ujar Elena marah.

__ADS_1


"Kalau masalah itu aku enggak tahu.. Kamu tanyakan saja nanti ke lelaki mu setelah kita pulang nanti.. Oh ya sudah dulu ya, kita mau pulang nih.. Reyhan mau ngantar aku pulang buat ketemu mama aku.. Bye bye Elena.." ujar Elisa membuat hati Elena memanas.


"Sudah selesai teleponnya Sa?" tanya Reyhan.


"Ya sudah.."


"Kamu puas kan dengan apa yang kamu katakan tadi ke Elena?" tanya Reyhan.


"Jelas aku sangat puas.. Setidaknya Elena bisa paham kamu ini lelaki macam apa.." ujar Elisa menyindir.


"Kamu memang gadis yang cerdas tapi licik Sa.." ujar Reyhan sambil senyum sinis.


"Aku licik? Lantas kamu apa dong yang berusaha membuat aku dan Elena salah paham.."


"Aku? Aku lelaki yang berusaha memilih perempuan terbaik diantara kalian berdua, salahkah? Cepat naik, ini sudah malam, aku enggak enak sama orang tua mu.." kata Reyhan.


Elisa dengan patuhnya mulai naik memboncenng Reyhan.


"Apa yang ada difikiran kamu memilih yang terbaik diantara aku dan Elena.. Jelas kamu sendiri lebih paham harusnya bahwa aku adalah perempuan licik.. Kenapa masih bisa bertahan dengan kelicikan ku.. Apa kamu enggak takut kalau aku akan melakukan lebih jauh dari ini.." ujar Elisa.


"Hahaha.. Semakin kamu membuat aku dan Elena menjauh.. Semakin aku bernafsu untuk memilikimu Sa.." jawabnya dengan terbuka.


Elisa bingung, tetapi dia penasaran dengan ucapan Reyhan yang mengatakan kata-kata itu ke dirinya.. Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Elisa..


"Assalamu'alaikum (sambil ketok pintu)" Elisa menyerukan salam ketika hendak masuk ke rumah.


"Wa'alaikumsalam" jawab mama Elisa dari dalam rumah sembari membukakan pintu.


"Sayang, baru pulang nak.. Lelaki ini.." belum sempat selesai bicara kemudian Elisa menjawab.


"Dia Reyhan Mah.. Lelaki yang sebelumnya pernah aku ceritakan ke Mama.."


"Ayo Han kenalan sama mama aku.." pinta Elisa.


"Ya tante saya Reyhan.." ujar Reyhan sambil mencium tangan mama Elisa.


"Oh ya nak.. Silahkan masuk dulu.." pinta mama Elisa.


"Enggak usah tante.. Lain kali saja ya.. Soalnya ini sudah malam jam 10 enggak enak sama tetangga sini.. Saya langsung pamit pulang saja tante.." ujar Reyhan sambil mencium tangan mama Elisa lagi.


"Oh ya sudah nak Reyhan enggak apa-apa.. Tante sangat berterimakasih karna nak Reyhan sudah mengantar Elisa pulang.." ujar mama Elisa berterimakasih.


"Sama-sama tante, sudah sepantasnya saya menjaga Elisa baik-baik.. Mari tante saya pamit.. Assalamu'alaikum.." ujar Reyhan ke mama Elisa sambil mencium tangan mama Elisa.


"Wa'alaikumsalam.. Hati-hati di jalan ya nak Reyhan.." ujar mama Elisa.

__ADS_1


"Ya tante.. Pasti kok.. (tin)" seketika motor Reyhan melaju pergi dari halaman rumah Elisa.


Kemudian Elisa dan mamanya masuk ke dalam rumah dan menutup pintu..


__ADS_2