
Tak terasa seminggu sudah berlalu, waktu di ponsel Elisa menunjukkan pukul 08.45 WIB dan toko tempat Elisa pun sudah mulai buka. Seperti biasa, Elisa sangat bersemangat menjalani hari-harinya di toko bersama teman-temannya meskipun terkadang Elisa merasa jenuh, karna pekerjaannya hanya memberikan cuti sebulan sekali saja. Sementara pekerjaan Elisa punya tanggung jawab besar yang belum tentu orang lain bisa mengerjakannya. Ya, Elisa yang bekerja sebagai seorang kasir terkadang harus menerima pahit manisnya ucapan dari bosnya atau pun seniornya. Itu yang membuat Elisa terkadang merasa risih dan muak, malu juga sudah pasti ketika bosnya menegur dengan cara mengomel dihadapan banyak orang.
Elisa ikhlas menjalani hari-harinya bersama dengan orang-orang yang sifatnya keras dan pemarah. Terkadang terbersit dalam hati dan pikirannya ingin mengakhiri keadaan yang seperti ini. Pikirannya kacau ketika di tanya kapan menikah, sementara Elisa pernah sayang sama lelaki tetapi akhirnya lelaki itu juga meninggalkannya demi wanita lain dan lebih memilih bahagia bersama wanita itu. Elisa trauma untuk memulai hubungan yang serius dengan lelaki. Terlebih dia juga sudah kehilangan mahkotanya sebagai seorang wanita. Elisa sering menangis ketika memikirkan ini semua. Betapa beratnya ujian hidup yang dia jalani saat ini. Tapi Elisa hanya bisa pasrah, Elisa juga enggak mungkin menyalahkan Tuhannya, karna semua ini pasti sudah takdirnya. Elisa hanya percaya, kelak akan mendapatkan lelaki yang lebih baik dari mantan-mantannya itu. Ketika Elisa sedang melamun memikirkan masa depannya itu tiba-tiba ponselnya bergetar dan ketika dilihat ternyata ada notif chat dari Reyhan.
"Elisa.. selamat pagi sayang.. Kerja apa enggak hari ini?" tanyanya basa basi pada Elisa.
"Aku kerja, ada apa chat aku? Kamu pasti libur kan makanya chat aku.." jawab Elisa to the point.
"Hehehe.. Elisa cerdas karna tahu aku lagi libur, ngomong-ngomong kamu sudah sarapan belum?" tanyanya lagi.
"Sudah kok, kalau enggak ada penting enggak usah chat ya, aku enggak enak sama bos nanti kena tegur masalahnya masih pagi juga.." jawab Elisa terus terang.
"Ok.. Aku cuma mau bilang, nanti malam jalan lagi yuk Sa..." ajaknya ke Elisa.
"Aku menolak, kamu enggak bisa seenaknya kayak gitu ke aku dong Han, kamu mikir enggak, kamu tuh pacar Elena. Pantaskah seperti itu ke aku yang masih ada bau saudara dengan Elena?" jawabnya marah ke Reyhan.
__ADS_1
"Sa, aku sama Elena tuh LDR-an, Elena enggak bisa memberikan kayak seperti yang kamu berikan ke aku Sa.. Aku butuh teman curhat Sa.." ujar Reyhan.
"Teman curhat? Jadi aku tanya sama kamu, selama ini kamu pernah curhat apa sama aku? Setiap kali kita ketemu kamu enggak pernah curhat apapun ke aku, kamu tuh orangnya misterius, aku enggak suka orang yang kayak kamu, ngerti!" jawabnya panjang lebar ke Reyhan.
"Aku minta maaf, lagi-lagi aku enggak bisa menahan hasrat aku saat kamu didekat ku.. Andai saja Sa, kamu benar masih virgin, mungkin aku akan pertimbangkan kamu untuk jadi istri ku kelak.. Tapi aku benar-benar kecanduan rasa mu Sa.." ujarnya ke Elisa.
"Maksud kamu ngomong kayak gini tuh apa? Jadi kamu menyesal tahu aku sudah gak virgin? Iya?" jawabnya emosi ke Reyhan.
"Aku menyesal sih enggak tapi kalau kamu mau merjuangin aku ya aku bakal pilih kamu Sa.." katanya membujuk.
"Salahkah aku minta kamu perjuangin aku Sa?" tanya Reyhan balik.
"Jelas salah Han, kamu punya pacar, kamu sudah bohong sama aku, perkenalan yang dari awal sudah tak didasari kejujuran juga pada akhirnya tidak akan pernah bisa berujung ke hubungan yang lebih baik sampai kapan pun Han.." jelasnya ke Reyhan.
"Aku minta maaf Sa, aku sama Elena sebenarnya memang sudah pernah kenal dari tahun 2015 Sa, kita pernah pacaran dan kita juga sempat putus. Dan tak tahu kenapa aku mengenal Elena lagi lewat FB. Dan saat itu aku bimbang dengan Elena terlebih Elena jauh jaraknya dari aku.. Aku kesepian Sa.." Jelasnya ke Elisa.
__ADS_1
"Tapi enggak harus cari pelampiasan untuk membuang rasa kesepian kamu itu Han, kamu tuh salah, jelas salah tapi kamu seakan enggak mau disalahin, kamu terlalu egois, ingin memiliki 2 hati wanita sekaligus, dan aku ini masih saudara Elena loh.." jawabnya.
"Aku enggak pernah jadiin kamu pelampiasan Sa.. Jujur, aku nyaman sama kamu Sa.. Kamu lebih dewasa dibanding Elena Sa, itu yang aku suka dari kamu, Elena masih terlalu labil Sa.." ujarnya ke Elisa.
"Kalau Elena labil ya cocok sama kamu, kamu juga labil, kamu pikir kamu dewasa Han? Enggak.. Kamu juga sama labilnya dengan Elena.. Kamu bahkan sering plin plan.." ujarnya ke Reyhan.
"Sebegitu bencinya kah kamu sama aku Sa? Aku sedih Sa setiap kali aku jujur dan meyakinkan hati ini ke kamu, seakan kamu enggak peduli dengan perasaan ku ke kamu.." ujarnya memelas ke Elisa.
"Bagus kalau kamu sadar Han, Aku hanya enggak mau dikata pelakor sama Elena, sudah cukup perdebatan waktu itu Han.. Aku enggak mau diantara kalian lagi.. Jadi tolong mengertilah.." jelasnya ke Reyhan.
"Aku pengen ketemu sama kamu Sa.. Kita perlu bicara serius, sungguh, aku ingin membicarakan semuanya ke kamu.. Please ya Sa jangan menolak.." pintanya memohon ke Elisa.
"Ok.. Tapi enggak sekarang.." jawabnya ke Reyhan.
"Ok nanti aku akan kabar kamu lagi Sayang.." ujarnya ke Elisa.
__ADS_1
Setelah itu Elisa enggak menjawab chat itu lagi.. Elisa bimbang, Elisa enggak ada rasa apapun sama Reyhan.