SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Suasana Hati Baik


__ADS_3

Pukul 04.30 WIB alarm ponsel Elisa berbunyi seketika Elisa pun membuka mata perlahan-lahan, ketika dilihat ponselnya ternyata sudah masuk waktu subuh, kemudian dia mengumpulkan nyawa terlebih dahulu, 10 menit kemudian dia beranjak dari tempat tidurnya dan pergi menuju kamar mandi. Disana dia menggosok gigi dan mencuci muka. Elisa juga mandi junub kebetulan kedua orang tua Elisa sedang pergi ke masjid untuk sholat subuh jadi Elisa tak akan dicurigai oleh orang tuanya, sementara adiknya masih tertidur pulas di kamarnya.


Buru-buru Elisa mengambil air wudhu dan meniatkan untuk mandi junub kemudian membasahi semua anggota tubuhnya dengan air. Elisa tak bisa lama mandi karna takut orang tuanya akan segera pulang. 10 menit setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan mengambil air wudhu lagi untuk melaksanakan sholat subuh.


Ketika Elisa baru masuk ke kamarnya tiba-tiba saja pintu belakang terbuka tanda orang tua Elisa sudah pulang, untung saja Elisa sudah masuk ke dalam kamar. Dipakainya baju dan mukenahnya. Dia tak lupa untuk terus berdoa memohon ampun kepada Tuhannya. Terkadang Elisa menangis karna takut dengan dosa-dosa selama ini yang dia perbuat.


Selesai berdoa, Elisa pun tadarus Al-Qur'an, meskipun dia banyak dosa, tapi dia tidak pernah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan baiknya yang biasa dia lakukan.


Setelah selesai tadarus, Elisa pergi ke dapur untuk memasak air dan memasak nasi karna mama Elisa masih tadarus Al-Qur'an juga.


Pagi itu suasana hati Elisa terasa sangat damai. Selesai memasukkan beras ke dalam rice cooker dia pun mencuci piring-piring kotor yang ada di washtafel.


"Sayang kamu bangun pagi sekali.. Rambut mu dibalut handuk apa kamu habis keramas?" tanya mama Elisa.


"Eh.. Iya mah.. Sudah beberapa hari enggak keramas jadi gatel banget kepala Elisa kalau enggak keramas takut ada kutu atau banyak ketombe kan enggak PD mah kalau dilihat teman.."


"Anak mama bener.. Anak perempuan harus pandai merawat diri.. Harus tahu kebersihan.."


Elisa sangat gugup saat mamanya bertanya perihal keramas. Tapi untungnya Elisa mampu meyakinkan mamanya.


"Mah, Elisa balik ke kamar dulu ya.."


"Mau apa? Jangan tidur lagi loh ya.. Pamali nanti rezekinya dipatok ayam.."


"Ya enggak dong mah, Elisa mau merapikan kamar tidur aja kok.."


"Ok kalau begitu.."


Elisa masuk ke dalam kamar dan dia mencoba chat Emeli.


"Mel.. Sudah bangun belum?" ceklist 1 doang.


"Kok cuma ceklist 1, jangan-jangan belum bangun ini anak, terakhir dilihatnya saja pukul 00.12.. Wah dia tidur malam banget ini.. Pantes kalau jam segini belum bangun.."

__ADS_1


Lantas Elisa melihat-lihat story, dilihatnya story dari Elena.


"Rasanya sudah enggak sabar pengen ketemu keluarga tersayang.."


"Bales enggak ya? Hemb enggak perlu dibalas lah.." batin Elisa.


Waktu menunjukkan pukul 05.45 WIB, Elisa mulai membuka jendela dan pintu rumah menghirup udara segar pagi itu. Dia pun pergi untuk jalan-jalan seorang diri. Melihat pemandangan pagi, rumput-rumput yang masih berembun, melihat sang mentari yang hampir terbit. Melihat indahnya gunung Slamet yang berwarna biru cerah, sawah-sawah yang hijau, air yang mengalir jernih di sungai. Cuaca pagi itu sangat mendukung dengan suasana hati Elisa. Elisa bersyukur karna masih diberi kesempatan untuk menikmati indahnya alam ini.


30 menit cukup bagi Elisa untuk menikmati keindahan pagi itu, kemudian dia bergegas pulang ke rumah ketika dilihat ternyata sudah pukul 06.25 WIB. Elisa lantas pergi ke dapur mencari mamanya. Namun tak ada mamanya disana.


"Pah.. Mama kemana kok enggak ada?" tanyanya ke papanya.


"Mama lagi beli lauk buat sarapan kita nak.." jawabnya.


"Oh.. Kirain hari ini mama masak Pah.."


"Enggak nak, di kulkas tidak ada persediaan sayur.. Mama mu belum pergi belanja ke pasar lagi.."


"Oh gitu ya.."


"Sa.. Sini makan kalau sudah lapar.." sahut mama dari arah dapur.


"Oh iya ma.. Mama sudah pulang.."


"Iya tadi ngantrinya lama banget sayang.."


"Mama pasti capek ya berdiri ngantri.."


"Enggak juga kok sayang.. Adek kamu sudah bangun belum Sa?"


"Belum mah, dia tidurnya nyenyak banget kayak anak kerbau.."


"Adek.. Sudah siang bangun ow.. Masa anak cewek bangunnya siang terus.." sahutnya sembari ke kamar adek.

__ADS_1


Sementara Elisa mengambil piring, nasi dan lauk.


"Papa makan dulu sini biar enggak lapar.."


Mama Elisa langsung mengambilkan nasi untuk papa Elisa. Papa Elisa yang tadi diluar pun segera masuk dan mencuci tangan lalu duduk di meja makan.


"Makasih ya mah.."


"Iya pah.. Ini tehnya papa.."


Elisa yang melihat itu fikirannya langsung melayang, kelak jika dia sudah menikah nanti juga ingin sekali mempunyai rumah tangga yang harmonis seperti hubungan mama dan papanya.


Setelah selesai sarapan, Elisa langsung pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan cuci muka lagi. Kemudian dia berganti pakaian, rambutnya yang tertutup hijab sedari tadi juga sudah agak kering. Kemudian dilepaslah hijabnya dan mulai menyisir rambutnya perlahan. Dia mendadak teringat Reyhan, ya Reyhan sangat menyukai rambut panjang Elisa. Setelah semuanya selesai Elisa minta diantar pergi ke tempat kerja lebih awal. Waktu itu jam dinding menunjukkan pukul 07.50 WIB.


"Papa, antar Elisa sekarang yuk.."


"Tumben pagi banget berangkatnya nak.."


"Iya pah, habisnya kemarin-kemarin Elisa telat sih kan enggak enak ow sama bos dan partner-partner Elisa yang lain.."


"Itu karna kamu bangun kesiangan dan tidur terlalu malam sayang.." timpal mamanya.


"Iya mah, semalam kebetulan Elisa bisa tidur awal jadinya hari ini bisa bangun pagi deh.."


Elisa lantas mencium tangan mamanya.


"Elisa berangkat dulu ya mah, doain Elisa semoga hari ini pekerjaan Elisa lancar.."


"Aamiin.. pasti mama doakan kamu selalu nak.."


Kemudian motor bebek papa Elisa berjalan menuju ke tempat kerja Elisa. 15 menit kemudian mereka sampai di toko. Elisa langsung mencium tangan papanya dan papanya bergegas pergi.


Toko belum buka, masih nampak sepi, jam di ponsel Elisa ternyata baru pukul 08.15 WIB.

__ADS_1


"Huh ternyata baru jam 08.15 WIB, apa aku mampir beli roti dulu ya buat nanti jam 10-an kalau perut mulai lapar.."


Dia pun bergegas ke toko roti yang letaknya tak jauh dari tempat dia bekerja. Dia membeli beberapa untuk dibagikan ke Emeli nanti.


__ADS_2