SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Malam Awal Ramadhan


__ADS_3

Elisa merasa lega karna sudah ada 2 orang yang meminta maaf pada dirinya. Semoga dengan adanya kata maaf itu Elisa bisa menjalani aktivitasnya dengan lebih baik terlebih memasuki bulan suci ramadhan tahun ini.


"Sa.. Besok puasa.. Aku minta maaf ya kalau misal ada salah sama kamu terlebih kemarin waktu Elena dan Ocha datang kesini aku sempat marah sama kamu.." ujar Emeli.


"Santai saja lah Mel.. Aku kan tahu banget sifat kamu.. Enggak ku masukkan ke hati kok.. Aku sudah maafin kamu.. Dan juga sebaliknya ya.."


"Ya sayang kuh.."


Melihat Elisa dan Emeli berpelukan pun Reno datang sembari meletakkan barang ke kasir Elisa.


"Wah.. Lagi pada bahagia ya?"


"Ya dong Ren.." jawab mereka kompak.


"Boleh bagi-bagi enggak bahagianya?"


"Boleh lah.. Jadi karna besok sudah memasuki bulan suci ramadhan, aku meminta maaf ke Elisa dan sebaliknya.."


"Oh karna itu.. Aku kira karna hal lain.."


"Kamu enggak minta maaf nih sama aku Ren?"


"Kan kemarin aku sudah minta maaf ke kamu Sa.. Apa harus minta maaf lagi?"


"Boleh sih.. Ya terserah kamu deh Ren.."


"Ya lah.. Mbak Elisa yang cantik.. Reno minta maaf ya kalau ada salah kata yang membuat hati Elisa merasa tidak nyaman.."


"Pfffttt kamu ini meminta maaf apa melawak?"


"Ya minta maaf dong Sa.."


"Ok aku sudah maafin kamu kok.."


"Aku juga minta maaf sama Emeli.."


"Ya Ren.. Aku sudah maafin kamu juga kok.."


Kemudian mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Sementara Elisa masih bingung memikirkan hubungannya sama Reyhan.


"Aku berharap Reyhan tidak meminta yang macam-macam di bulan suci nanti.." pikir Elisa.


Tiba-tiba saja Reyhan chat Elisa.


"Reyhan? Bisa-bisanya dia chat setelah aku memikirkan dia.. Benar-benar panjang umur.." batin Elisa.


"Sa.. Besok kan sudah puasa.. Nanti malam ketemu yuk.."


"Ketemu? Kamu enggak salah Reyhan? Kamu ngajakin maksiat di malam bulan suci.."


"Ya lah biar kita makin semangat berpuasanya nanti.."


"Please ya Reyhan, akiu enggak mau melakukan hal konyol kayak gitu lagi.."


"Ayok lah Sa.. Aku rindu.. Aku kangen.. Kamu enggak mau bantu aku?"


"Masalahnya Elena posisi di kampung, kenapa kamu enggak minta tolong saja ke dia?"


"Kamu kan tahu sendiri kalau aku hanya melakukan ini cuma sama kamu.. Jadi bisakah?"


"Kamu selalu ingkar janji Reyhan.. Kamu bilang waktu itu akan jadi yang terakhir tapi kenyataannya apa?"


"Ok lah nanti setelah ini akan jadi yang terakhir.. Tolong turuti kemauan ku saat ini Sa.. Aku mohon.."

__ADS_1


"Aku capek Han.. Ngadepin sikap kamu yang maniak **** ini.. Harus berapa kali aku menyadarkan kamu.."


"Tolong lah Sa.. Aku janji setelah ini aku enggak akan minta yang aneh-aneh lagi sama kamu.."


"Terserah kamu lah.. Aku malas meladeni kamu.." Elisa pun kesal.


"Pokoknya nanti malam aku jemput kamu di toko.. Oh iya kalau bisa cari indekos Sa.."


"Apa? Kamu masih menyuruh aku untuk cari kosan buat begituan sama kamu? Dasar enggak tahu malu.."


"Kamu minta tolong ke teman kamu yang ngekost lah.. Ya.."


Elisa pun tak membalas chat Reyhan, pikiran dia kacau.


"Bisa-bisanya Reyhan menyuruh ku mencari indekos.." pikir Elisa kesal.


Reno yang melihat muka Elisa nampak kesal pun datang menghampiri.


"Kamu kenapa Elisa? Apa kamu baik-baik saj?"


"Ya aku baik-baik saja Ren.."


"Kenapa muka mu nampak kesal?"


"Si Reyhan kurang ajar Reno.."


"Kurang ajar kenapa Sa? Apa dia macam-macam sama kamu?"


Elisa pun mendadak terdiam, dia sadar kalau tidak sepantasnya terlalu terbuka sama Reno karna itu akan membuat Reno merasa ilfeel pada dirinya.


"Ya.. Reyhan kurang ajar, dia meminta foto telanjang ku.." Elisa sedikit berbohong.


"Astaghfirullah.. Lelaki macam apa dia setega itu sama wanita.. Tapi kamu enggak ngirim ke dia kan Sa?"


"Ya jelas enggak lah Ren.. Makanya aku sedikit kesal.."


"Ya Ren.. Enggak akan aku layan lagi dia.."


"Aku balik ke bagian alat tulis dulu ya Sa.."


"Ya Ren.."


Elisa masih bingung kali ini dia harus meminta tolong pada siapa. Hingga akhirnya dia kepikiran Toto.


"Sa.. Aku sudah buka kasir.."


"Mel.. Sejak kapan kamu disitu.. Kok aku tidak melihat?"


"Sejak tadi.. Kamu melamun Sa?"


"Enggak kok Mel.."


Hari semakin siang cuaca panas membuat Elisa dan Emeli merasa dahaga dan mencoba membeli es untuk menghilangkan dahaga di tenggorokan mereka.


"Sa.. Ini esnya enak ya.."


"Good day memang the best lah Mel.."


Elisa memang hobi minum es kopi, karna dia tidur larut malam terus jadinya dia mudah mengantuk. Salah satunya minuman yang bisa membuat kantuknya hilang adalah dengan mengopi.


Elisa sudah nampak sedikit tenang dibanding suasana hati pagi tadi. Karna dia tidak ingin Emelu atau Reno tahu apa yang akan dilakukan dirinya nanti bersama Reyhan.


Langit mulai gelap hingga tak disadari sudah malam. Elisa pun ijin ke Emeli.

__ADS_1


"Mel.. Aku pergi ke bagian alat tulis dulu ya.."


"Ya Sa..


Elisa pun meninggalkan meja kasirnya. Dia menghampiri Toto dan main bisik-bisikkan dengannya.


"Toto.. Sini.." Elisa menyuruh Toto mendekat padanya.


"Ada apa Sa? Kenapa bisik-bisik?"


"Sssttt.. Jangan sampai Reno dengar, Aku mau tanya sama kamu, apa kamu selama ini ngekost?"


"Ya, aku ngekost, kenapa Sa?"


"Reyhan gila, dia ngajakin main.. Aku malah disuruh cari indekos.."


"Boleh saja di tempat ku tapi sekali sewa bayar Rp 50.000 Sa.."


"Uang segitu enggak berarti apa-apa bagi Reyhan.."


"Ok.. Mau pakai kapan?"


"Ya malam ini lah.."


"Kamu bilang dulu ke Reyhan kalau bayar dia mau enggak.."


"Jelas dia mau Toto.. Karna dia yang butuh.."


"Ok lah.. Tapi kamu sama Reyhan gila ya Sa.. Masih sempat-sempatnya maksiat di bulan suci.."


"Dia yang gila.. Sebenarnya aku ingin menolak tapi dia janji katanya ini bakal yang terakhir.."


"Dan kamu percaya Sa sama omongan Reyhan?"


"Ya percaya enggak percaya To.. Sudah lah jangan banyak tanya.. Ingat ya, kamu harus merahasiakan ini jangan sampai yang lain tahu terutama Reno.."


"Siap bos.." Elisa pun balik ke meja kasirnya setelah berunding dengan Toto secara bisik-bisik.


Pukul 08.35 WIB toko sudah tutup, Elisa pun pergi mengambil tas di loker sekalian bersolek tipis. Emeli pun heran.


"Kamu bersolek Sa? Mau kemana?"


"Eh.. Enggak kemana mana sih Mel.. Biar nampak cantik saja di depan Reno.." jawabnya ngasal ke Emeli.


"Hahaha.. Segitunya ya kamu.. Kamu mau menggebet Reno?"


"Hahaha enggak juga kok Mel.. Ya biar makin percaya diri saja gitu.."


"Ya lah aku paham kamu enggak akan suka sama berondong.."


Setelah selesai, mereka pun keluar menuju meja bos. Kala itu bos sudah menyuruh mereka keluar karna hasil hitungan kasir juga sudah benar. Mereka pun keluar. Di depan toko nampak Reno dan Toto. Reno yang melihat Elisa cantik pun tak berkedip.


"Ahem.. Sudah siap Sa?" ujar Toto.


"Sudah kok To.."


"Kamu mau kemana Sa? Kenapa dandan secantik ini?"


"Aku ada urusan sama Toto Ren.. Aku duluan ya.."


"Ya, pulangnya jangan kemalaman Sa.."


"Ya Reno.."

__ADS_1


"Huh nasib baik tadi Emeli langsung pergi ke tempat parkir.. Kalau tidak mati lah aku kalau Emeli bilang ke Reno aku dandan seperti ini karna Reno.." pikir Elisa.


Elisa pun langsung membonceng Toto. Toto pun mengstarter motornya dan mengklakson Reno tandanya Toto pamitan ke Reno dan meninggalkan Reno seorang diri di depan toko.


__ADS_2