SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Mulai Menjauh


__ADS_3

"Han.. Kenapa Reyhan enggak jujur sama aku kalau Reyhan sudah punya pacar? Kenapa Han?" tanya Elisa dengan rasa sakit di hati.


"Maafkan aku Sa.. Aku enggak ada niat untuk berbohong padamu.. Aku hanya ingin memilih perempuan yang baik, salahkah aku Sa?" jawabnya tanpa merasa bersalah.


"Reyhan enggak salah kalau misal Reyhan mau memilih perempuan yang lebih baik.. Hanya saja status Elena dan aku masih saudaraan loh.. Aku enggak enak sama Elena Han.." ujarnya.


"Sa, memangnya kenapa kalau kalian saudara.. Bukannya saudara dekat pun.. Saudara jauh kan Sa?" tanyanya.


"Ya aku saudara jauh sama Elena tapi aku tetap enggak enak.. Karna dia juga perempuan loh sama kayak aku Han.." jawabnya kekeh.


"Ok ok.. Aku tetap jalani sama Elena tapi enggak ada salahnya juga dong Sa kalau kita tetap berteman.." kata Reyhan.


"Maaf Han.. Aku tadi sudah bilang ke Elena kalau aku bakal jaga jarak sama Reyhan.. Lagian aku juga masih sakit hati banget dengan ketidakjujuran Reyhan ke aku.." ujarnya pesimis.


"Jangan gitu dong Sa.. Aku enggak ada niat untuk membuat kalian bermusuhan.. Jadi please aku masih pengen kita kontak Sa.." pintanya dengan penuh harap.

__ADS_1


"Enggak ada niat tapi apa yang kamu lakukan memang sudah membuat aku dan Elena hampir berselisih faham Han.. Coba deh Reyhan pikirkan lagi.." jawabnya.


"Ok aku akan coba turuti apa mau kamu Sa.. Tapi jika suatu saat nanti aku kembali.. Mungkin saat itu juga aku sudah merasa bosan dengan Elena.." ujarnya.


Setelah itu Elisa pun tak membalas pesan Reyhan.. Dan lebih memilih untuk menenangkan diri.. Sembari mengingat ucapan mamanya kala itu..


Elisa yang sedari kemarin berchatting dengan Reyhan kini dia merasa kehilangan sosok Reyhan yang senantiasa menemani dan menghiburnya lewat obrolan-obrolan via WA..


Disisi lain.. Sang Mama kala itu menegurnya kala Elisa terlihat sangat murung..


"Biasa Mah.. Namanya lagi enggak enak hati dan fikiran memang seperti ini.." jawabnya.


"Ada masalah apa? Boleh mama tau?" tanya mama Elisa.


"Ternyata apa yang mama bilang ada benarnya ya Mah.." ujarnya pelan.

__ADS_1


"Maksudnya? Apa ini menyangkut tentang Reyhan teman mu itu nak?" tanya mama Elisa pelan.


"Iya Mah, benar.. Ini tentang Reyhan.. Ternyata dia memang bukan lelaki baik-baik Mah.." ujar Elisa sembari air mata ingin menetes.


"Alhamdulillah, syukur lah nak kalau pada akhirnya kamu mengerti tabiat dia yang sebenarnya.. Berarti Allah masih sayang sama kamu.. Terus sekarang dia masih komunikasi sama kamu nak?" kata mama Elisa bijak.


"Mulai dari kemarin aku sudah enggak kontak dia lagi Mah.. Ternyata dia punya pacar Mah.. Dan pacar dia adalah Elena, cucunya nenek Reni.." kata Elisa yang sampai saat ini masih tak menyangka.


"Kok bisa kebetulan sekali? Kamu yang sabar sayang.. Terkadang Allah menguji kita, membolak-balikkan hati kita, yang tadinya yakin menjadi ragu, yang tadinya suka bisa saja mendadak berubah jadi benci.. Nasib baik Allah memperlihatkan tabiat Reyhan yang sebenarnya kepada mu di awal perkenalan kalian.. Kalau kamu tahunya Reyhan punya pacar pas kalian sudah mau seriusan bagaimana?" ujar mama Elisa menenangkan.


"Iya ya Mah.. Allah benar-benar masih sayang sama aku.. Aku sudah pasti bakal lebih sakit hati banget Mah kalau misal tahu Reyhan sudah ada pacar, apalagi jika sudah niat serius sama aku.." jawabnya dengan nada sedih.


"Sudah sayang jangan bersedih.. Jadikan ini pelajaran terbaik ya nak agar kamu kedepannya lebih dewasa dan lebih pandai menilai lelaki yang akan datang untuk mengajak mu seriusan.." ujar mama Elisa.


"Pasti Mah.. Ini akan menjadi pelajaran terbaik aku.." jawabnya bersemangat.

__ADS_1


Setelah itu Elisa menjadi lebih tertutup kepada lelaki mana pun.. Dia tidak bisa dengan mudah membuka hatinya untuk lelaki..


__ADS_2