SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Reyhan Ribut dengan Elena


__ADS_3

"Yakin nih Elisa mu enggak cemburu?"


"Ya memang enggak, dia dewasa lah Sa.. Dia tahu kalau kita hanya berteman, bahkan hanya partner kerja.."


"Tapi kamu selama ini perhatian sama aku enggak mungkin kan kamu ada rasa sama aku.."


"Wah.. Kamu ngomong kayak gini jangan-jangan kamu ya yang ada rasa sama aku?"


"Ih apaan sih.. Kan aku yang tanya ke kamu, kenapa pula kamu nuduh aku ada rasa sama kamu.." Elisa mengambek.


"Hahaha dikit-dikit ngambek.."


Tiba-tiba Papa Elisa datang untuk menjemput Elisa.


"Sudah Ren jangan tertawa terus.. Aku pulang dulu ya.."


"Ya Sa.. Hati-hati ya.."


"Ok.." Elisa pun pergi meninggalkan Reno dan menghampiri Papanya yang ditepi jalan.


Motor bebek Papa Elisa pun melaju ke arah pulang. Sementara Elisa saat itu perasaannya sedang tidak karuan. Ya, bagaimana pun kejadian yang dia alami hampir membuat dia kehilangan pekerjaan jikalau Elisa tetap melayani ucapan Elena dan Ocha waktu di tempat kerja tadi.


15 menit berlalu, mereka pun tiba di rumah. Elisa masuk ke dalam rumah dengan mengucapkan salam dan dijawab oleh mamanya.


Elisa langsung pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, gosok gigi dan berwudhu untuk mengerjakan sholat. Sementara di setiap sujud Elisa, dia selalu mencurahkan apa yang ada di hati dan pikirannya kepada Tuhannya.


"Ya Allah.. Hatiku sakit kala mendengar kata-kata pelakor keluar dari mulut seseorang yang statusnya masih bau darah dengan keluarga hamba.. Semoga Engkau memberikan hidayah kepada Elena agar menjadi wanita yang shalehah bertutur kata lembut dan sopan.. Aamiin.."

__ADS_1


Elisa pun merapikan mukenah dan sajadahnya. Dia pun kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk diatas ranjang. Ternyata ada chat dari Reyhan. Elisa murung.


"Sa.. Kamu lagi apa?"


"Yang jelas aku saat ini sedang bernafas.. Kamu kenapa masih nekat chat aku Reyhan? Apa kamu mau wanita mu datang ke tempat kerja ku dan melabrak ku?"


"Kamu ngomong apa sih Sa? Elena enggak akan mungkin senekat itu.."


"Ya itu menurut kamu.. Kalau kamu tidak percaya ucapan ku, kamu bisa kok tanya langsung ke wanita mu itu.."


Reyhan penasaran dengan apa yang dikatakan Elisa. Reyhan pun berniat chat Elena untuk memastikan kebenaran ucapan Elisa.


"Elena.."


"Ya Sayang.. Ada apa? Kamu kangen sama aku?"


"Aku.. Aku masih di ibukota Sayang.. Kenapa?"


"Coba kita Video Call, aku pengin lihat apa kali ini kamu jujur atau berbohong sama aku.."


"Enggak bisa Video Call Sayang.. Signal susah.. Besok saja.."


"Kamu sepertinya lagi bohong sama aku.. Aku pertegas sekali lagi sama kamu ya Elena, kamu dimana sekarang? Di ibukota apa di kampung? Jangan buat aku hilang kesabaran.."


"Ok Ok.. Aku jujur, aku sudah di kampung sekarang karna ayah ku sakit jadi aku harus mempercepat kepulangan ku Sayang.."


"Oh seperti itu.. Terus apa tadi kamu datang ke tempat kerja Elisa?"

__ADS_1


"Loh, Reyhan kok bisa tahu kalau aku habis datangin Elisa sih.. Jangan-jangan Elisa ngadu lagi ke Reyhan.. Ah sial..." batin Elena.


"Kenapa enggak balas? Kamu takut mengakui perbuatan mu?"


"Ok, tadi aku memang datang ke tempat kerja Elisa, tapi hanya untuk berbelanja saja Sayang, tadi aku juga diantar sama Ocha, adik sepupu ku.."


"Aku enggak peduli dengan siapa kamu datang kesana, tapi aku peringatkan kamu ya Len, jangan buat keributan apapun sama Elisa, dia itu wanita baik.."


"Wanita baik? Terus saja kamu membelanya.. Apa mata kamu buta Reyhan.. Jelas-jelas Elisa itu saingan cinta aku.. Dia itu mau menghancurkan hubungan kita Reyhan.."


"Apa yang kamu pikirkan Len? Seburuk itu kamu menilai Elisa? Asal kamu tahu, Elisa tidak pernah menggoda aku.. Tapi aku yang ingin berteman dengannya, apa salah?"


"Jelas salah Reyhan.. Ya kamu bisa saja menganggap dia teman sekarang ini.. Kedepannya siapa yang tahu hubungan kalian itu apa.. Apa memang masih sekedar teman atau sudah menjadi teman tapi mesra.. Ingat Reyhan, dulu pun kamu bilang ke orang tua ku kalau kita hanya berteman, sampai akhirnya kamu memutuskan untuk berpacaran dengan ku.. Kemudian kita putus dan kamu kembali masuk ke kehidupan ku hanya untuk satu kata yaitu balikan.. Setelah aku bilang iya ternyata kamu malah berkenalan sama Elisa.. Kamu anggap aku apa Reyhan? Apa kurangnya aku ke kamu?"


"Hati manusia mudah berbolak-balik Len.. Allah juga sanggup membolak-balikkan hati para hamba-Nya.. Aku tidak tahu entah kenapa aku memang nyaman sama Elisa, tapi aku juga enggak bisa meninggalkan kamu.."


"Ok kalau kamu nyaman sama dia, kita akhiri hubungan kita.. Aku enggak mau diduakan.."


"Ya enggak bisa gitu dong Len.."


"Jadi mau kamu apa? Bukannya kamu mau bahagia sama Elisa.. Jadi untuk apa masih mempertahankan aku? Ingat ya Reyhan, kamu sudah terlalu menyakiti hati aku.. Entah aku bisa memaafkan mu apa tidak.. Aku kecewa sama kamu.."


Elena pun langsung memblokir kontak Reyhan. Reyhan yang kesal pun akhirnya lebih memilih untuk berdiam diri didalam kamar. Reyhan bingung kali ini dia disuruh memilih diantara keduanya.


"Aku benar-benar enggak habis fikir, bisa-bisanya sikap Elena begitu labil dan kekanak-kanakkan.. Egois.. Sementara aku juga enggak bisa meninggalkan Elisa setelah aku melakukan hal itu padanya.."


Disisi lain Elisa yang sedang rebahan di kasur pun asyik berchat dengan Reno, kini hubungan mereka pun sudah membaik. Elisa pun sudah melupakan kejadian hari itu dan berdamai dengan keadaan.

__ADS_1


__ADS_2