
Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Elisa masih belum sampai di rumah. Orang tua Elisa sangat cemas menunggu kepulangan Elisa. Tiba-tiba terdengar suara motor berhenti di halaman rumahnya, mama Elisa mengintip dari balik tirai jendela. Nampak Elisa pulang diantar oleh Reyhan. Sementara Elisa langsung buru-buru turun dari motor Reyhan.
"Sa, tunggu sebentar" ucap Reyhan sembari memegang tangan Elisa.
"Apa lagi sih? Sudah malam? Kamu masih mau mampir? Buruan pulang geih sana!!" jawabnya masih agak kesal.
"Sayang, jangan marah-marah gitu dong.. Iya nanti aku langsung pulang.. Salam ya buat orang tua kamu Sa.. Aku sayang kamu Sa.." ucap Reyhan sembari mendekat ingin mencium Elisa. Tetapi Elisa langsung menghindar.
"Apaan sih.. Kamu jangan kurang ajar ya Reyhan, kita enggak pacaran, jadi jangan mencium ku tanpa persetujuan dariku.. Ngerti?" tegasnya pada Reyhan.
"Ok sayang, aku ngerti kok.. Ya sudah masuk geih sana.. Takut mama mu khawatir" pinta Reyhan.
"Tanpa disuruh pun aku juga mau masuk" ucapnya sembari meninggalkan Reyhan.
Reyhan hanya tersenyum melihat tingkah Elisa yang imut itu. Dan ketika Elisa sudah masuk ke dalam rumah, Reyhan langsung menstarter motornya dan pergi dari halaman rumah Elisa.
Sementara didalam rumah, Elisa ditanya sama orang tuanya.
__ADS_1
"Sa, kamu pulang diantar si Reyhan?" tanyanya pada Elisa.
"Iya mah.. Maaf ya Mah, sudah buat Mama dan Papa khawatir.." jawabnya sedih.
"Enggak apa-apa sayang. Rasa khawatir mama sudah hilang pas sudah melihat kamu Nak.. Kamu pulang dalam keadaan baik-baik pun mama sudah senang dan lega.. Tapi.. Mama enggak suka kamu pulang larut sayang.." ucapnya menasehati Elisa.
"Iya Mah, Elisa janji enggak akan sering-sering pulang larut.." jawabnya menenangkan hati mamanya.
"Mama tahu Elisa sudah dewasa, pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.."
"Eh... Tadi ada teman Elisa yang sakit Mah, jadi Elisa pergi menjenguk, kebetulan tadi Reyhan juga ada keperluan juga diluar jadinya Elisa minta tolong Reyhan buat antar Elisa.." ujar Elisa dengan sedikit berbohong.
"Oh gitu sayang.. Ya sudah Elisa cuci tangan cuci kaki dan ganti baju terus tidur ya sayang.." ujar Mama Elisa.
"Iya Mah, selamat beristirahat ya Mah.." ucap Elisa.
"Ya sayang, selamat beristirahat juga.." ujarnya sembari meninggalkan Elisa yang masih di ruang tamu. Mama Elisa langsung masuk ke dalam kamar untuk tidur karna sudah larut.
__ADS_1
"Maafin Elisa Mah, Elisa enggak mau mama tahu yang sebenarnya, Elisa malu sama mama bahkan Elisa pun merasa jijik dengan diri Elisa sendiri.." ucapnya dari dalam hati. Elisa menangis karna dia gagal menjaga harga dirinya sebagai seorang perempuan.
Elisa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Jam dinding kamar Elisa menunjukkan pukul 22.30 WIB. Elisa merebahkan dirinya ke kasur empuk kesayangannya sembari melihat ponselnya. Ada pesan WA pas dibuka ternyata dari Reyhan.
"Elisa.. Sudah tidur belum? Aku hanya mau bilang, aku sudah sampai rumah, dan aku sangat puas sekali malam ini. Kamu begitu agresif sayang.. Membuat ku enggak akan pernah bisa lupa rasanya kamu.."
"Terserah kamu mau ngomong apa, aku enggak peduli.." jawabnya cuek ke Reyhan.
"Kamu memang yang paling pandai menutupi Sa.. Kamu sendiri sangat menikmatinya kan? Jujur.." ujar Reyhan penasaran.
"Bisa enggak sih kalau chat jangan bahas-bahas itu, aku benci tahu enggak?" ujarnya marah ke Reyhan.
"Ok Ok sayang.. Aku minta maaf.. Ya sudah geih kamu tidur, besok kan harus kerja.. Selamat malam kesayangan ku.. Semoga mimpi indah ya.." ujar Reyhan.
"Ya" jawab Elisa ketus.
Elisa pun mematikan lampu kamar dan mencoba terlelap malam itu walau kejadian malam itu terbayang terus di benaknya.. Tapi Elisa berusaha menepis bayangan itu dan menasehati dirinya agar bisa lebih sabar dengan keadaan saat itu..
__ADS_1