SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Jati Diri Elisa


__ADS_3

Mentari pagi bersinar sangat terang, seketika itu Elisa terbangun dan melihat jam dinding di ruangan kamarnya, pukul 07.15 WIB. Elisa terkejut karna dia kesiangan hanya karna semalam dia tidur lambat dan kemalaman. Segera dia bergegas ke kamar mandi dan memakai baju serta mendandani dirinya agar tampil lebih percaya diri, tak terasa waktu menunjukkan pukul 07.50 WIB dan Elisa buru-buru pergi sarapan. 15 menit setelah itu Elisa sudah siap untuk pergi bekerja dan seperti biasa, dia diantar oleh papanya naik motor maticnya. Cuaca hari itu sangat terang, tetapi suasana hati Elisa tak menentu, dia masih kepikiran kejadian tadi malam, bahkan Reyhan akan berpikiran sama dengan Elena yaitu menganggap Elisa sebagai perempuan murahan yang siap merebut lelaki manapun yang sudah berkekasih atau pun berkeluarga. Dengan status Elisa yang sudah tidak v***in, bahkan sebelum Reyhan melakukan itu padanya.


Pukul 08.20 WIB, Elisa tiba di tempat kerjanya, dia bertemu dengan teman-temannya termasuk Emeli.


"Elisa, sini!!" teriak Emeli memanggil Elisa.


"Ada apa Mel?" tanya Elisa mendekat ke Emeli.


"Ayok kita selfie Sa.. hehe.." katanya sambil tersenyum.


"Hadeh.. Aku pikir ada apa Mel.. Enggak taunya cuma ngajak selfie.." ujarnya menepuk jidat.


"Mumpung masih pagi masih fresh.. Ayo lah.." pintanya memohon.


"Ok Lah.." lantas mereka berfoto rame-rame dengan partner yang lainnya juga.


Pukul 08.30 WIB toko mulai buka dan seperti biasa, mereka bersih-bersih toko setiap toko baru buka. Dan pukul 08.45 WIB mereka mulai menata dan membereskan barang-barang yang di gudang, di rak, dan bahkan menyetok barang-barang yang sudah habis, sementara Elisa berada di meja kasirnya. Elisa sangat jenuh dengan pekerjaannya. Tapi kejenuhan itu bisa dikurangi jika ada waktu untuk berchat WA atau pun mengobrol langsung dengan Emeli. Tetapi hari itu benar-benar sepi bahkan tak ada yang mengajaknya berkomunikasi. Sampai di jam setelah Elisa makan siang, dia membuka ponselnya dan melihat ada notif chat dari Reyhan.


"Sa.. Kamu kerja hari ini?" tanya Reyhan.


"Ya, aku kerja, ada apa Han?" tanyanya balik ke Reyhan.

__ADS_1


"Enggak ada apa-apa kok, Kamu sudah makan Sa?" tanyanya lagi ke Elisa.


"Sudah, baru selesai makan.. Kamu sendiri? Apa kamu baru bangun?" tanya Elisa karna melihat last seen Reyhan pukul 22.50 WIB semalam hingga esok pagi.


"Hehehe.. Ya, kamu tahu saja Sa.." katanya dengan bercanda.


"Jelas tahu Han.. Sana mandi dan makan dulu geih Han.." pintanya ke Reyhan.


"Enggak bisa Sa.. Kalau pun makan juga rasanya ingin memakan mu lagi seperti semalam.." ujar Reyhan.


Jantung Elisa langsung berdegup kencang karna Reyhan masih membahas kejadian semalam.


"Enggak perlu menghindar juga Sa.. Lagian kita saling menikmatinya semalam.." kata Reyhan dengan jujur.


"Maaf Han.. Aku khilaf, enggak seharusnya aku melakukan seperti itu dengan mu semalam.. Aku jadi makin bersalah sama Elena.. Aku enggak mengerti kalau aku akan menyakiti perasaannya berulang kali.." ujar Elisa sedih.


"Hei.. Sayang.. Jangan bawa-bawa nama Elena lagi Ok.. Aku sangat sayang kamu Sa.." katanya meyakinkan Elisa.


"Omong kosong apa yang kamu bicarakan? Sayang? Terbuka saja sama aku.. Apa yang mau kamu tanyakan ke aku?" tantang Elisa.


"Ok.. Aku akan langsung pada intinya.. Kamu sudah melakukannya dengan siapa Sa sebelum sama aku, tolong jawab jujur!" tanya Reyhan serius.

__ADS_1


"Aku kecelakaan sehingga membuat ku seperti sekarang ini.." ujarnya ke Reyhan.


"Serius? Kamu enggak bohong kan Sa?"


"Ya aku serius, untuk apa aku berbohong padamu Han.."


"Ok aku percaya, tapi sangat disayangkan Sa.. Andai kamu masih suci, aku pasti tidak akan mempertimbangkan Elena dan lebih memilih kamu.. Tapi aku berusaha untuk mengerti perasaan kamu Sa.." katanya menjelaskan ke Elisa.


"Terimakasih juga untuk kepercayaan mu, bahkan dengan kamu pun aku tak sanggup untuk menolak.. Semua itu terserah kamu.. Tapi aku pastikan aku juga tidak akan memilih mu Han.." jelas Elisa ke Reyhan.


"Sayang.. Kalau kamu bisa memperjuangkan ku, aku akan tetap memilih mu.." ujar Reyhan.


"Memperjuangkan mu? Kamu pasti mikir dua kali untuk menyeriusi ku hanya karna ketidaksucian ku.. Iya kan? Buat apa Han aku memperjuangkan lelaki yang tidak seharusnya menyentuh ku yang belum sah menjadi milik ku.. Apa masih ada harapan dihati mu untuk lebih menghancurkan ku dengan cara mu yang salah seperti tadi malam? Sudah cukup tahu aku dengan semua motif mu selama ini mendekati ku Han.." jawabnya kesal dan kecewa ke Reyhan.


"Sa.. Please.. Aku melakukan itu juga karna aku khilaf.. Aku terbawa suasana.. Entah mengapa aku enggak bisa untuk menahan diriku untuk tidak melakukannya dengan mu.. Aku minta maaf, aku benar-benar sayang kamu Sa.." unar Reyhan merasa bersalah.


"Kamu bilang sayang ke aku apa kamu tidak memikirkan perasaan Elena, dia juga perempuan yang pernah kau janjikan untuk dinikahi juga Reyhan. Kamu menjanjikan itu sama saja kamu memberi Elena harapan sepenuhnya ke kamu. Dia bekerja keras berjuang demi kamu, tapi apa yang kamu lakukan disini? Kamu melakukan hal yang seharusnya tidak kita lakukan Han.. Coba kamu fikirkan lagi tentang Elena.. Maaf aku sibuk.." jelasnya ke Reyhan panjang lebar.


"Aku mengerti Sa.. Tapi aku dan Elena tidak seperti aku dengan mu.. Aku hanya ingin melakukannya dengan mu.. Aku ingin menyeriusi mu.." katanya ke Elisa.


Tetapi Elisa tidak merespon dan bahkan mengabaikan chat dari Reyhan. Elisa benar-benar menyesal atas tindakan bodohnya itu. Lagi-lagi dia menjadi perempuan yang dimanfaatkan oleh lelaki. Seketika itu Elisa teringat kejadian beberapa tahun yang lalu ketika dia masih duduk di bangku SMA. Dia berkenalan dengan lelaki sebut saja dia Rendy, Rendy bukan cinta pertama Elisa tetapi Rendy lah yang sudah menghancurkan Elisa secara tidak sadar. Bahkan Elisa yang saat itu berharap penuh ke Rendy malah seolah-olah Rendy mengabaikan Elisa setelah mendapatkan apa yang dia mau dari Elisa. Elisa sedih saat itu hubungannya mulai retak dengan Rendy, setiap hari mereka cekcok di telepon atau pun di SMS. Rendy sangat egois, dia tidak bisa menjaga perasaan Elisa yang pencemburu, Rendy dengan sesuka hati dekat dengan perempuan lain membuat Elisa sakit hati dan tidak tahan dengan perilaku Rendy yang sangat menjijikkan itu. Sampai akhirnya Elisa putus hubungan dengan Rendy tetapi selalu saja Rendy dapat menarik ulur hati Elisa, terkadang mereka kembali bersama, tak lama itu berpisah, kemudian kembali lagi, begitu seterusnya. Pada akhirnya Elisa mantap memutuskan Rendy dan benar-benar menghapus semua tentang Rendy di kehidupannya. Dia tidak ingin mengenal Rendy lagi, karna dia pikir Rendy bukanlah lelaki yang baik untuk dirinya. Hingga pada akhirnya Elisa pergi ke luar negeri selama beberapa tahun demi menjauhi Rendy. Dan benar saja, ketika Elisa baru setahun di luar negeri, dia mendapati Rendy berpacaran dengan perempuan di facebook, mereka terlihat sangat mesra hingga pada akhirnya Elisa menginbox perempuan itu agar berhati-hati kala berpacaran dengan Rendy, bukan tanpa alasan Elisa mengatakan semua itu.. Itu karna Elisa tidak mau perempuan lain bernasib sama seperti dirinya yang sudah dirugikan dan dicampakkan oleh lelaki layaknya pakaian yang sudah bosan dipakai terus dibuang begitu saja. Hingga pada akhirnya Rendy pun tahu kalau Elisa chat inbox pacar Rendy dan Rendy seolah mengejek ke Elisa disitulah Elisa merasa kesal dan benar-benar memblokir semua akun sosmed Rendy dari pertemanannya. Elisa tidak jujur ke Reyhan tentang apa yang terjadi di masa lalu. Karna bagi Elisa semua itu sudah berlalu dan tak perlu untuk di ingat.

__ADS_1


__ADS_2