SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Mengejar Cinta Elisa


__ADS_3

Reyhan gigih untuk mengejar cinta Elisa. Terlebih setelah dia tahu bahwa Elisa sudah tak suci. Dalam hati dan fikiran Reyhan dia tidak bisa melupakan kejadian malam itu begitu saja. Reyhan selalu penasaran dengan Elisa, bahkan ingin melakukannya lagi dan lagi dengan Elisa. Sedangkan Elisa ingin sekali menghindar dari Reyhan tetapi kenyataannya hatinya selalu luluh dengan bujuk rayu Reyhan.


"Elisa.. Sibuk kah?" tanyanya di chat WA.


"Ya, aku sibuk.. Kamu ada penting apa langsung ngomong saja enggak perlu basa basi.." jawab Elisa ke Reyhan.


"Nanti malam jalan yuk.. Aku kangen sama kamu Sa.."


"Maaf aku enggak ada waktu untuk jalan berdua dengan mu.. Takut khilaf.."


"Khilaf kenapa? Aku tahu aku salah, tapi kesalahan ini tidak sepenuhnya salah ku, Sa.. Kamu bahkan menikmati permainan malam itu.. Please Sa.. Aku butuh kamu dan benar-benar butuh kamu.."


"Butuh aku? Kamu pikir aku tuh barang apa yang bisa kapan saja kamu cari dan setelah itu kamu campakkan begitu saja.. Reyhan kamu sadar enggak omongan kamu barusan seolah-olah kamu menganggap aku tuh seperti pakaian, bisa dipakai sesering mungkin jika kamu suka dan mencampakkannya ketika kamu sudah merasa bosan.." jawab Elisa kesal.


"Sa, aku enggak ada pikiran menganggap kamu seperti pakaian.. Aku tuh tulus ada niat buat nyeriusin kamu.. Tapi kenapa kamu enggak bisa membuka hati mu sedikit saja untuk ku? Kenapa hati mu sekeras batu Sa?" ujar Reyhan.


"Ya hati ku sekeras batu.. Jika sepenuhnya hati ku batu pasti aku tidak akan melakukannya dengan mu malam itu, jadi apa masih tetap menganggap hati ku sekeras batu? Dan satu lagi, mulai detik ini juga aku akan merubah keputusan ku, aku enggak akan pernah memberi mu kesempatan lagi.. Aku sudah cukup tahu dengan motif mu mendekati ku, Reyhan.." jelasnya.


"Tapi Sa.. Aku tidak melakukannya dengan sengaja, aku benar-benar minta maaf, aku tahu aku keterlaluan sama kamu, jadi tolong tetap berikan aku kesempatan, Ok.." ujar Reyhan memaksa.


"Terserah kamu, aku enggak mau ngobrol sama kamu.." balasnya ngambek.


Dan setelah itu Reyhan tidak meng-chat Elisa lagi. Dia faham bahwa Elisa sedang kesal padanya. Tapi dia tetap pada pendiriannya untuk menjemput Elisa nanti malam sepulang kerja.


Pukul 20.50 WIB Elisa keluar dari tempat kerjanya bersama Emeli. Seperti biasa, Emeli terlebih dulu pulang dan Elisa masih duduk di depan toko tempat dia bekerja. Tak beberapa lama ada panggilan WA masuk. Pas dia lihat, ternyata itu dari Reyhan. Lantas dia pun menjawab telepon itu meskipun dengan sangat malas.


"Ya, ada apa?" tanya Elisa.

__ADS_1


"Sa aku ditempat biasa, kamu dimana?" tanya Reyhan.


"Aku gak peduli kamu dimana, aku harap aku gak ketemu sama kamu malam ini.." jawabnya emosi.


"Jangan gitu dong Sa, ayo lah aku pengen ketemu sebentar saja.. Aku tahu kamu di depan toko kan? Aku akan kesitu tunggu ya!" perintah Reyhan.


Tak lama setelah itu Reyhan tiba dan Reyhan langsung menyuruh Elisa buat membonceng ke motornya. Elisa juga tak bisa menolak ajakan Reyhan waktu itu, dia masih tidak bisa bersembunyi dan mencari alasan untuk menolaknya.


"Ayo Sa naik.. Please aku pengen ngobrol sama kamu Sa.." pintanya berharap.


"Ya" dengan sangat bodohnya Elisa mengatakan Ya untuk Reyhan.


"Kamu kabar papa kamu Sa biar gak usah jemput kamu.. Nanti aku yg akan antar kamu pulang.." ujar Reyhan.


"Ya" jawabnya singkat.


"Untuk apa kamu bawa aku kesini?" tanyanya kesal.


"Hehehe.. Jangan marah gitu dong Sa.. Nanti kamu juga akan tahu.." bujuk Reyhan sambil meraih dan memegang tangan Elisa. Lantas Reyhan menggandeng tangan Elisa dan memasuki sebuah kamar.


"Aku enggak suka tempat ini, aku mau pulang.. Aku pikir kamu akan meminta maaf padaku dan berubah jadi lebih baik, ternyata itu hanya di mulut mu saja Han.. Aku benar-benar kecewa sama kamu.."


"Ssssttt... Pelankan suara mu Sa.. Kamu enggak bisa pulang karna malam ini kamu milikku Sa.." bisik Reyhan sembari mencium bibir Elisa. Elisa tak bisa menolak karna tangan Reyhan menggenggam tangan Elisa dengan kuat.


"Uummhh.." Elisa yang saat itu sekuat tenaga untuk lepas dari Reyhan pada akhirnya ikut terbawa suasana hati Reyhan yang sangat membara.


Pada akhirnya Elisa membalas cumbuan Reyhan, bahkan mereka saling menikmati permainan mereka, hingga pada akhirnya Elisa tak sadar jika Reyhan sudah melakukannya. Elisa pun memekik.

__ADS_1


"Uh.. Reyhan baj***an"


"Maaf sayang, aku yang terlalu agresif, dan kamu sangat menggoda Sa.." balasnya sembari mencium Elisa dan tangannya mulai meraba-raba ke area terlarang. Sontak Elisa terkejut dengan apa yang dilakukan Reyhan.


Setengah jam berlalu. Mereka akhirnya mengakhiri permainan cinta mereka.


Kemudian Reyhan langsung melepaskan Elisa dan langsung merapikan pakaiannya. Elisa nampak lemas bahkan kakinya tak kuat untuk berdiri. Hingga harus dipapah Reyhan keluar menjauh dari kamar gelap itu menuju parkiran motor.


"Sa.. Kamu puas kan? Aku puas banget Sa.."


Elisa hanya diam, dia tidak mau Reyhan tahu bahwa saat ini perasaannya sangat kacau, antara marah, sedih, dan jijik pada dirinya sendiri.


"Kenapa enggak mau jawab Sa? Kamu yang seperti ini hanya membuat ku penasaran dan ingin terus memakan mu kapan saja.." bisik Reyhan.


"Tutup mulut mu Reyhan! Jaga bicara kamu! Aku mau pulang.." jawabnya emosi.


"Ok aku antar kamu pulang.. Semoga kamu tidak akan lupa dengan kejadian malam ini.. Karna kedepannya aku akan terus butuh kamu Sa.." bisiknya lagi ke Elisa.


"Mimpi!! jangan berharap terlalu tinggi.. Aku juga tidak sudi jadi budak nafsu mu.." jawab Elisa kesal.


"Hehehe.. Ok ok mari kita lihat Sa.. Aku enggak akan pernah lepasin kamu.. Sampai kapan pun.."


Elisa takut dengan kata-kata Reyhan, takut benar-benar Reyhan hanya memanfaatkannya saja. Perasaan dan fikiran Elisa kacau malam itu.


"S**lan.. Cepat starter motor.. Aku ingin pulang, aku enggak sudi mendengarkan semua ucapan-ucapan mu yang menjijikkan itu.." jelasnya ke Reyhan dengan penuh emosi.


"Ok Tuan Putri ku tersayang.. Pegangan yang erat ya.." pinta Reyhan.

__ADS_1


Elisa menurutinya untuk berpegangan erat. Setelah itu mereka jalan untuk pulang menuju rumah Elisa.


__ADS_2