
Beberapa hari berlalu, Elisa masih melihat plester yang ada di jari Reno rupanya memang tak dilepas dan sampai daya rekat plester itu sendiri hampir menghilang.
"Bagaimana luka mu Ren?"
"Seharusnya sudah membaik ya Sa, tapi belum aku buka plesternya.."
"Ya sudah enggak apa-apa.. Lain kali kamu hatus lebih berhati-hati lagi ya Ren.."
"Ya Sa.. Kalau kamu enggak ngobatin aku mungkin lukanya masih basah dan perih.."
"Enggak usah dibahas.. Jadi nanti kamu bisa nemanin aku pergi ke acara reuni enggak?"
"Hari pas diadakan reuni sepertinya aku juga ada jadwal ngisi acara panggung Sa.."
"Acaranya jam berapa terus kira-kira bertabrakan enggak sama acara reunian ku kelak?"
"Sepertinya enggak.. Soalnya semalam aku sudah tanya dan konfirmasi ke pihak MC-nya katanya jamnya mulai malam itu acaranya.."
"Baguslah kalau begitu.."
"Tapi jujur saja, aku malu Sa bertemu dengan teman-teman SD mu.."
"Kenapa harus malu Ren?" Nanti kita duduk bareng ok.. Karna yang pasti kamu enggak akan nyaman kalau duduk dikelilingi orang yang tidak kamu kenal.. Benar enggak?"
"Ya benar.. Dan tak terasa kurang berapa minggu lagi ya Sa.."
"Ya, kurang 2 minggu lagi Ren.."
"Bagaimana dengan Elisa pacar mu itu?" Elisa bertanya pada Reno.
"Ya biasa saja.."
"Enggak ada masalah terkait kesalahpahaman hubungan kita kan?"
"Dia tahu lah Sa.. Tapi dia memilih lebih percaya padaku.."
"Bagus kalau gitu.."
"Apa hubungan mu dan Reyhan juga baik-baik saja Sa?" tanya Reno ke Elisa.
"Kenapa kamu menanyakan itu?"
"Ya enggak apa-apa.. Soalnya kan pacar Reyhan pas itu juga datang kesini malah sempat kau dicaci sama sepupu pacar Reyhan.."
"Heh.. Aku penasaran saja sama ending hubungan aku Reyhan dan Elena, Ren.."
__ADS_1
"Penasarannya kenapa Sa?"
"Habisnya Mama ku mulai tanya keseriusan hubungan ku sama Reyhan.."
"Terus kamu jawab apa Sa?"
"Aku hanya diam dan bilang tidak tahu.."
Ketika mereka sedang menata buku-buku tulis di rak tiba-tiba saja Emeli memanggil Elisa dari meja kasir.
"Sa.. Kemari.. Bantu aku.."
"Ya Mel.. Sebentar lagi ya.."
Elisa langsung buru-buru menata buku-buku itu.
"Sudah Sa, nanti aku yang lanjutkan.. Kamu cepat bantu Emeli.."
"Aduh maaf merepotkan mu Ren.."
"Enggak apa-apa Sa.."
"Kalau begitu thanks banget loh Ren.." ucapnya sambil menjauh meninggalkan Reno yang ada di bagian alat tulis.
"Sama-sama Sa.." Reno pun menjawab tanpa didengar Elisa.
***
"Huh.. Capeknya.."
"Beginilah nikmatnya orang berpuasa Mel.."
"Aku enggak puasa Sa.. Hehe.."
"Kamu bocor Mel?"
"Hehehe.. Iya nih, kamu tahu saja sih Sa.."
"Aku malah belum bocor nih.. Harusnya sih minggu depan Mel.."
"Jangan sampai kenapa-kenapa loh Sa.. Hihihi.."
"Kenapa-kenapa yang bagaimana nih?"
"Hahaha.. Enggak apa-apa Sa.. Bercanda sayang.. Habisnya kamu sama Reyhan.." ujarnya sedikit berbisik.
__ADS_1
"Ya, tapi enggak bakalan kebobolan lah Mel.."
"Bagus lah kalau begitu Sa.."
"Please ya, ini bulan puasa jangan bahas-bahas begituan dong Mel.."
"Oh iya ya.. Takut ada yang baper nih.."
"Aku cuma lagi malas saja membahas itu di siang bolong cuaca panas begini Mel.."
"Ok lah aku tahu perasaan mu Sa.. Tadi aku hanya bercanda ok?"
"Ya lah enggak apa-apa.. Mel.."
****
Tak terasa sudah pukul 12.15 WIB. Emeli pun ijin ke dapur untuk makan karna dia sedang tidak berpuasa hari ini.
"Sa.. Aku pergi makan dulu ya.."
"Ya Mel.. Jangan lama-lama ya.. Nanti aku juga mau sholat.."
"Ok Sa.."
Sambil menunggu Emeli selesai makan, Elisa pun mainan ponsel.
"Sa.. Kamu puasa enggak hari ini?" chat dari Reyhan.
"InsyaAllah puasa.. Kenapa? Kamu pasti enggak puasa kan?"
"Puasa lah kan lagi jauh dari kamu, kalau lagi dekat kamu ya enggak pengen puasa.."
"Menyebalkan.."
"Nanti malam jalan yuk.."
"Jalan kemana? Ke tempat itu lagi? Males ah.."
"Ya habisnya mau dimana lagi dong Sa? Apa mau di indekost Toto?"
"Aku lagi enggak mood Han.. Kamu kalau mau jalan sama Elena saja ngapa.. Dia kan sudah balik dari ibukota.. Kenapa juga harus cari aku.."
"Masalahnya Elena pun enggak mau ku ajak jalan Sa.."
"Ya sudah kalau dia saja enggak mau ya aku pun enggak akan mau Han.."
__ADS_1
Elisa langsung mengakhiri chat Reyhan karna kesal. Tapi dia sadar kalau dia lagi puasa.. Mungkin kesabaran dia saat ini sedang di uji.
"Sabar Sa.. Sabar.." ucap Elisa pada diri dia sendiri.