SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Ingatan Masa-masa Sulit


__ADS_3

Ketika sedang melamun tiba-tiba saja papa Elisa datang, segera Elisa tersadar dari lamunannya dan bergegas memboceng papanya.


15 menit setelah perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah. Lantas Elisa membuka pintu dan mengucapkan salam. Mama Elisa pun menjawab salam dari Elisa.


Elisa langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan, kaki dan muka. Kemudian dilanjut dia mengambil air wudhu untuk sholat isya. Karna di tempat kerja Elisa sangat sulit sekali untuk bisa mengerjakan sholat dikarenakan bos Elisa bukan seorang muslim.


Bahkan Elisa sendiri pun sebenarnya malu ketika bertemu temannya di tempat kerja. Entah teman SD, SMP atau pun teman SMK-nya semasa dulu. Elisa bukan malu perihal pekerjaannya yang sebagai kasir, melainkan karna dia tidak bisa berhijab layaknya teman-temannya yang lain, memang peraturan di tempat kerja Elisa tidak memperbolehkan karyawan untuk berhijab, ya meskipun Elisa dan Emeli selalu berhijab dari rumah ketika berangkat kerja, tetapi mereka berdua harus melepas hijab mereka kala toko sudah mulai buka. Ya begitulah memang yang membuat Elisa kurang nyaman bekerja ditempat itu. Karna peraturannya sangat tidak bisa menghargai antar keyakinan. Bahkan peraturan itu tidak pernah berubah dari tahun 2014 waktu pertama kalinya Elisa masuk kerja disitu. Sampai satu tahun kemudian, tepatnya tahun 2015 Elisa memilih untuk resign dari pekerjaan itu, karna dia merasa gaji dia sebagai karyawan toko kurang mencukupi untuk kebutuhannya setiap hari, terlebih saat itu Elisa sedang menjadi tulang punggung keluarga. Ya, papa Elisa kala itu sudah tidak bekerja lagi di kapal, mama Elisa juga hanya sebagai ibu rumah tangga, terkadang mengerjakan pekerjaan sampingan untuk mengisi kekosongan dan menambah sedikit-sedikit uang untuk bisa membayar sekolah adik-adik Elisa yang masih duduk di bangku SMP dan SMK.


Sampai akhirnya Elisa memutuskan untuk pergi bekerja di luar negeri demi agar adik-adiknya bisa bersekolah dan bisa untuk biaya kebutuhan sehari-hari terutama untuk makan keluarganya.


Awalnya Elisa ragu dan terasa berat banget meninggalkan keluarganya, tapi dia membulatkan tekadnya hingga akhirnya Elisa pun berangkat di bulan September tahun 2015 saat itu dia berpisah dengan keluarganya selama 3 tahun, bahkan 3 tahun itu pun dia tidak pernah pulang ke kampung halamannya. Ya, hari-hari yang dijalani Elisa di negeri orang tidaklah mudah, jika bukan demi keluarga mungkin dia tidak akan mampu bertahan selama 3 tahun.


Lantas Elisa pun berganti baju dan mengerjakan sholat setelah teringat semua masa-masa itu. Setelah selesai ketika dia sedang berdoa tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Elisa mengabaikannya dan lebih memilih untuk lanjut berdoa.


Setelah selesai, dia pun merapikannya. Dan dia mengambil ponsel, dilihatnya ada notif chat dari Reyhan.


"Malam sayang.. Lagi apa? Sudah tidur kah?"


"Malam juga.. Belum.. Aku lagi mengingat sesuatu dan tiba-tiba kamu menyadarkan ku.."


"I'am sorry.. Sudah mengganggu lamunan mu.. Memangnya kamu sedang nglamunin apa sih sayang?"


"Biasa.. Kehidupan susah di masa lalu.."


"Oh begitu.. Ya itu kan sudah berlalu Sa.. Enggak usah lah diingat-ingat lagi terlebih sekarang kan hidup kamu sudah enak sudah berkecukupan.. Ya kan?"


"Ya tapi tetap saja Han.. Dibalik kehidupan yang sekarang ini tetap ada kisah yang sangat mengharukan dibelakangnya.. Enggak mudah bagiku untuk berada di titik sekarang ini.. Oh ya, kamu ada apa chat aku?"


"Enggak ada apa-apa Sa.."


Tiba-tiba Reyhan mengirim gambar ke Elisa. Nampak Reyhan sedang memegang gitar dan memakai baju pemberian Elisa sebagai kado ultah pada Reyhan waktu itu.


"Gimana Sa? Bagus enggak?"


"Ya lumayan sih.. Bagus kok.."

__ADS_1


Elisa kemudian mengirim gambar ke story WA dia. Dan Reyhan pun membalas story Elisa.


"Sangat cantik Sa.. Baju putih panjang dengan gambar doraemon, rambut hitam lurus, mahkota bunga cantik yang melingkar di kepala kamu, senyuman yang manis.. Sungguh seperti seorang putri.."


"Kamu terlalu berlebihan Han.. Tapi aku memang suka bunga yg ku jadikan mahkota ini.."


"Kamu buat sendiri kah?"


"Enggak Han, itu kan bunga hiasan yang dijual ditempat kerja ku, kebetulan aku iseng sih jadikan mahkota.. Eh ternyata bagus banget hasilnya.."


"Sa.. Besok ketemu ya.."


"Apaan sih kamu, lagi bahas apa tiba-tiba berubah jadi apa.. Suka banget ngalihin topik pembicaraan.."


"Hehehe.. Jangan ngambek dong.."


"Gimana aku enggak ngambek coba, baru 3 hari kemarin ketemu loh.. Masa iya sih ketemu lagi.. Bosen banget.."


"Kok kamu gitu sih Sa.."


"Jadi kamu minta Elena saja deh buat temani kamu.."


"Dia belum balik dari perantauan Sa.."


"Ya sudah tunggu sampai dia balik kesini saja.. Lagian aku males berurusan sama bocah bau kencur itu.."


"Kamu sendiri males, apalagi aku Sa.. Please mau ya besok ketemu aku.."


"Mau apalagi sih Han? Kamu lama-lama beneran jadi fuckboy deh.."


"Apa salahnya kalau sama orang yang kita cinta, janji aku enggak sama wanita lain Sa.. Cuma kamu.."


"Bulshit.. Aku enggak percaya.."


"Kenapa enggak percaya sayang?"

__ADS_1


"Ya karna kamu seorang sopir mustahil dong kamu enggak tergoda wanita-wanita cantik yang berdiri di tepi jalan itu.."


"Buat apa sih Sa aku bohong sama kamu.. Lagian buat apa juga aku main sama mereka, yang ada aku takut kena penyakit pula.."


"Idih amit-amit ya.. Kamu sama diri sendiri hati-hati dong kalau berbicara.. Lagian kamu bohong atau enggak juga enggak penting sih buat aku.. Kalau kamu bohong juga kamu bakal kena karmanya.."


"Loh kok jadi doain yang enggak baik sih Sa.."


"Ya abisnya kamu tuh ngeselin.."


"Kemarin kan kita enggak sempat nglakuin sayang.."


"Kamu kadang mikir perasaan aku sebagai wanita enggak sih Han? Seandainya aku hamil apa kamu mau tanggung jawab?"


"Aku siap tanggung jawab Sa kalau ada apa-apa sama kamu.."


"Yakin? terus pacar kamu si Elena itu yang jelas-jelas masih ada bau saudara sama aku mau kamu kemana kan?"


"Ya aku tinggal lah.."


"Memangnya rela melepaskan wanita semok seperti Elena?"


"Rela enggak rela.. Harus rela dong Sa.."


"Hahahaha.. Kamu benar-benar bukan lelaki setia.. Kamu gila Reyhan.."


"Aku gila juga karna kamu Sa.. Aku ketagihan rasa mu Sa.."


"Hadeh.. Lagi-lagi kata-kata ini.. Bosan aku dengarnya.. Sudah lah aku mengantuk.. Mau istirahat.. Bye.."


"Semoga mimpi indah sayang.."


"Ya, kamu juga Reyhan.."


Dan pada akhirnya Elisa lebih memilih untuk tidak membahas hal semacam itu karna dia fikir pasti Reyhan akan semakin menggila dan akan kekeuh memaksa Elisa untuk bertemu dengannya.

__ADS_1


Elisa bingung, dia harus bagaimana, susah baginya lepas dari jeratan Reyhan. Disatu sisi dia enggak ingin menyakiti hati saudaranya. Disisi lain Reyhan juga enggak bisa melepasnya begitu saja. Dia menangis malam itu. Betapa menyakitkannya hubungan seperti ini.


__ADS_2