
"Assalamualaikum" Elisa memasuki pintu rumah.
"Wa'alaikumsalam" jawab Mama dan Papa Elisa.
"Kamu darimana saja Sa? Kenapa pulang larut lagi?" tanya Mama Elisa.
"Elisa tadi habis pergi ngumpul sama teman Mah, terus tadi pulang diantar sama Toto.."
"Jangan keseringan ngumpul sampai larut malam ya Sa.. Mama dan Papa khawatir loh saka kamu meskipun kamu diantar teman lelaki juga Mama enggak tenang.." jelas Mama Elisa.
"Sudah Mama, jangan terlalu khawatir berlebihan gitu dong.. Intinya sekarang kan Elisa pulang dengan keadaan baik-baik saja.. Jadi Mama harusnya sudah enggak khawatir lagi kan?"
"Iya sih, tapi lain kali jangan gini ya Nak.."
"Ok Mah, nanti Elisa kurangi ngumpul sama teman deh.. Elisa ke kamar mandi dulu ya kebelet kencing.."
"Ya sudah sana.."
Elisa pun meninggalkan orang tuanya yang masih di ruang TV dan pergi ke kamar mandi.
"Maafin Elisa Mah Pah, Elisa kali ini harus bohong lagi ke Mama dan Papa.." Elisa pun menitikkan air mata di dalam kamar mandi sembari membersihkan cairan cintanya dengan Reyhan.
Setelah selesai, Elisa pun keluar dan langsung masuk ke dalam kamar tidurnya.
"Nak.. Kamu sudah sholat isya?" tanya Mama Elisa yang tak mendengar Elisa mengambil air wudhu.
"Oh iya Mah, Elisa lupa.. Elisa balik ke kamar mandi lagi deh.."
Elisa pun akhirnya keluar lagi dari dalam kamar dan berpura-pura untuk ambil air wudhu, padahal dia tahu kalau dirinya sedang tidak layak untuk sholat sebelum mandi junub.
Setelah selesai ambil air wudhu, Elisa balik ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
"Lagi-lagi aku harus berbohong sama Mama dan Papa.. Sampai kapan aku harus seperti ini??" tangisan Elisa makin menjadi. Banyak air mata keluar dari dua bola matanya yg indah.
__ADS_1
Ditengah kesedihannya, tiba-tiba saja Reno chat.
"Hai Sa.. Kamu lagi ngapain? Sudah pulang?"
Elisa yang masih sedih pun akhirnya langsung mengelap air matanya dan membalas chat Reno.
"Hai juga Ren.. Aku baru pulang, aku lagi sedih.."
Reno khawatir dengan balasan chat yang dikirim Elisa.
"Sedih? Sedih kenapa? Apa Toto macam-macam sama kamu Sa?"
"Bukan itu.. Aku sedih jika teringat hubungan ku sama Reyhan Ren.."
"Kalau menurut kamu, dia itu bukan lelaki baik-baik ya kamu jauhin dia saja Sa.."
"Aku sudah sering mencoba tapi susah Reno.. Aku bingung harus bagaimana.."
"Apa dia sangat toxic bagimu Sa?"
"Ya kamu tahu sendiri lah Sa.. Anak muda jaman sekarang kalau pacaran ya pasti sering melakukan hal-hal yang merugikan kaum perempuan, lah itu yang dimaksud toxic.. Apa Reyhan juga seperti itu padamu?"
"Jika kamu menanyakan ini maka aku harus jawab apa Ren?"
"Ok, aku tidak akan memaksa kamu untuk menjawab karna bagaimana pun ini adalah privasi mu Sa.."
"Thanks Ren.. Seharusnya kamu paham sendiri.."
"Tapi aku tidak akan paham jika tidak mendengar langsung dari mulut kamu Sa.."
"Kelak kamu akan tahu dari mulut orang lain Ren.."
"Kenapa bisa gitu Sa? Apa orang lain tahu semua aib dan privasi mu?"
__ADS_1
"Ya, awalnya hanya ada satu dua orang, tapi lama-lama pasti bakal tahu semua ke telinga orang setoko.."
"Apa mulut semua karyawan toko kita seperti itu Sa?"
"Enggak, hanya beberapa orang saja Ren.."
"Ok lah.. Aku perlu berhati-hati nih kayaknya.."
"Ya.."
"Ngomong-ngomong, tadi kamu sama Toto pergi kemana Sa?"
"Em.. Tadi aku ambil pesanan barang di teman Toto Ren.. Kenapa?" lagi-lagi Elisa harus membohongi orang.
"Ya enggak apa-apa sih.. Kurang enak saja aku kalau lihat kamu pergi berdua sama Toto.."
"Pffftt.. Jangan bilang kalau kamu cemburu.."
"Enggak gitu.. Toto kan bukan lelaki tulen jadi aku takutnya merusak citra kamu gitu yang sebagai perempuan tulen.."
"Ya, mama ku pun juga sempat berfikir kayak gitu sih.. Tapi enggak apa-apalah kan enggak sering-sering juga Ren perginya.. Kamu enggak tidur Ren?"
"Belum ngantuk Sa.. Kamu mau tidur ya?"
"Besok kan kerja, nanti jam 03.00 WIB juga harus bangun buat sahur loh Ren.. Kamu besok puasa enggak?"
"Enggak tahu, kayaknya sih enggak soalnya kan alat tulis barang-barangnya berat-berat Sa apalagi kalau mendekati tahun ajaran baru kan harus banyak-banyak ngangkatin dus-dus full dengan buku-buku tulis.."
"Ya juga yak.. Sebenarnya kalau niat ya pasti kuat Ren.. Ya sudah ya aku tidur dulu, sudah ngantuk nih.. Selamat malam Reno.."
"Selamat malam juga Sa.. Semoga mimpi indah ya.."
"Ya, kamu juga.."
__ADS_1
Mereka pun mengkahiri chat.
Sementara Reno masih bermain dengan ponselnya karna malam itu matanya sulit untuk dipejamkan hanya karna memikirkan hubungan Elisa dan Reyhan. Tak terasa Reno terjaga hingga pukul 01.00 WIB setelah 2 jam mengakhiri chat dengan Elisa. Reno pun memaksakan untuk tidur malam itu juga.