SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Orang Dekat Tak dikenal


__ADS_3

Ketika sudah sampai di toko ternyata toko tutup kebetulan hari itu hari Minggu di penghujung bulan tetapi Elisa tidak tahu, Emeli atau partner lain juga tidak ada yang memberitahunya. Alhasil Elisa dan papanya balik lagi ke rumah. Ketika sedang di tengah perjalanan menuju arah pulang, tiba-tiba saja ponsel Elisa bergetar, saat itu ponsel juga masih digenggaman tangan Elisa. Ketika dilihat ternyata chat dari Reyhan.


"Sa, apakah Elisa mengenal perempuan bernama Elena?"


Elisa pun buru-buru menjawab. Karna yang ditanyakan Reyhan adalah nama seorang perempuan yang tidak Elisa kenal.


"Elena? Elena Siapa ya Han? Sepertinya aku tidak mengenalnya.. Apakah dia mengenal ku Han?" tanya Elisa kebingungan.


"Dia bilang dia mengenal mu, Sa.. dan masih ada ikatan saudara dengan mu.." jawab Reyhan meyakinkan.


"Tunggu-tunggu deh.. Elena, aku ada punya teman nama Elena dulu mantan partner kerja Han.. Tapi Elena yang Reyhan maksud itu orang mana?" tanya Elisa penasaran.


"Elena yang aku maksud dari desa B dan asal masih sesama Pe****ng Sa.." jawabnya.


"Masalahnya aku benar-benar tidak tahu Han dan tidak mengenal orang itu.." jawabnya meyakinkan Reyhan.


"Hemmm.. Sangat membingungkan ya Sa, dia dengan ngeyelnya bilang kalau dia mengenal Elisa dengan jelas loh.."


"Masa sih Han? Aku jadi penasaran dengan Elena ini.."


"Sebentar ya Sa aku kirim fotonya ke Elisa.."


"Ok terimakasih, ini fotonya sudah masuk, aku lihat dulu ya Han.."


Setelah melihatnya dengan seksama dan jelas, kemudian Elisa meng-chat Reyhan kembali..


"Han.. Beneran deh aku enggak kenal perempuan ini.." ujarnya meyakinkan Reyhan.

__ADS_1


Reyhan tak membalas chat Elisa dan kemudian ada inbox di messenger Elisa. Kemudian Elisa buru-buru membuka dan membacanya..


"Ini Elisa ya?? Maaf aku memakai akun messenger Reyhan, ini aku Elena yang kenal kamu.. Kamu benar tidak mengenal ku Sa?" tanya Elena menyindir.


"Benar.. Aku tidak mengenal mu.. Dan kenapa ya? Ada perlu apa dengan ku?" tanya Elisa kebingungan.


"Ya Ampun.. Ternyata Mbak Elisa benar-benar tidak mengenal ku toh.. Benar-benar konyol.. Sangat konyol.. Apa perlu aku jelaskan dengan detail Mbak?" ujar Elena masih dengan sindirannya.


"Ya silahkan kalau kamu mau menjelaskan sesuatu.. Aku akan berusaha memahami setiap kata ucapan mu.." jawabnya sopan.


"Ok jadi gini Mbak, aku tuh masih saudaraan sama Mbak Elisa. Aku ini cucu dari nenek Reni. Mbak Elisa kenal kan dengan nenek Reni?" tanyanya meyakinkan.


"Oh nenek Reni.. Yang tinggal di desa D ya?" jawabnya meyakinkan.


"Ya benar.. Jadi sekarang Mbak Elisa sudah bisa mengenal aku kan?" tanyanya meyakinkan.


"Ok enggak apa-apa aku bisa memakluminya kok Mbak.. Pertanyaan ku cuma 1 Mbak untuk Mbak Elisa.." katanya.


"Pertanyaan apa ya Len?"


"Apa Mbak Elisa pacarnya Reyhan yang sekarang?"


"Pacar? Aku dan Reyhan belum lama berkenalan dan kita masih status berteman.. Kenapa Len?"


"Tapi kenapa Reyhan bilang ke aku kalau Mbak Elisa adalah pacar barunya Reyhan.." ujarnya.


"Hahaha.. Iyakah Reyhan ada bilang seperti itu ke kamu Len?" jawabnya.

__ADS_1


"Iya Mbak.. Makanya aku berani tanya langsung ke Mbak Elisa untuk meyakinkan ini.." katanya.


"Len.. Aku memang enggak pacaran sama Reyhan.. Tetapi dia kemarin ada bilang dia ingin ta'aruf sama aku.." jawabnya jujur.


"Ta'aruf? Berani sekali dia.." timpalnya dengan emosi.


"Hem.. Maaf Len.. Apa kamu ada keberatan dengan niat baik Reyhan kepada ku?" tanyanya.


"Jelas aku keberatan Mbak, aku bahkan tidak setuju kalian ta'aruf.." jawabnya.


"Kenapa Len? Dan kenapa kamu begitu marah?" tanyanya serius.


"Jelas aku marah Mbak.. Pertama, tanpa sepengetahuan ku si Reyhan berani diam-diam chat dengan Mbak Elisa.. Kedua, aku ini pacar Reyhan, Mbak.." ujarnya menerangkan.


"Apa?? Kamu pacar Reyhan? Tapi kenapa selama ini Reyhan enggak pernah bilang itu ke aku ya Len??" jawabnya dengan rasa sakit di hati.


"Kalau Mbak Elisa benar-benar dewasa, tolonglah menjauh dari Reyhan.. Aku mau seriusan sama Reyhan Mbak.." ujarnya.


"Oh seperti itu.. Iya Len, kamu tenang saja.. Aku akan berusaha untuk menjaga jarak dengan Reyhan.. Tanpa kamu meminta ini ke aku pun, aku tetap akan menjaga jarak darinya.."


"Bagus.. Kalau Mbak Elisa mengerti.. Dan satu lagi.. Aku lebih percaya dengan bukti dari pada omongan ya Mbak.. Terimakasih.."


"Kamu tenang saja Len.. Aku bukan perempuan seperti itu.. Aku sangat mengerti perasaan mu.. Karna kita sesama perempuan.. Jadi aku lebih memilih menjaga jarak dengan Reyhan.. Aku akan tepati semua ucapan ku demi kamu dan Reyhan.." ujarnya meyakinkan Elena.


"Ok.. Aku akan berusaha mempercayai kamu Mbak.."


Setelah obrolan via messenger dengan Elena. Kemudian Elisa kembali mengirimkan pesan via WA kepada Reyhan..

__ADS_1


__ADS_2