SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Rumah Reyhan


__ADS_3

Dan butuh waktu 15 menit saja untuk menuju ke rumah Reyhan. Sesampainya di teras rumah lantas Reyhan mengajak Elisa untuk masuk ke dalam rumah.


"Sudah sampai Sa, ayo kita masuk! Adik ku ada didalam sedang menonton tv, Sa.." kata Reyhan sembari menggandeng Elisa untuk masuk.


"Assalamu'alaikum.." ucap Elisa ketika memasuki pintu rumah Reyhan.


"Wa'alaikumsalam.." jawab adik Reyhan saat itu.


"Sa, tolong kamu berikan nasi goreng ini ke adik aku ya.." suruhnya ke Elisa.


"Hei.. Aku belum tahu siapa nama adik mu.." bisiknya ke Reyhan.


"Oh ya kan lupa, adik aku namanya Erna Sa.. Jadi enggak mungkin malu kan memberikan ini ke adik aku?" tanyanya sambil bercanda.


"Hehehe.. Ya enggak lah, kenapa juga harus malu.." balas Elisa.


Lantas Elisa pergi ke ruang tengah untuk memberikan nasi goreng itu ke adik satu-satunya Reyhan.


"Adik Erna.. Ini mbak Elisa bawakan nasi goreng untuk Adik Erna, dimakan ya sayang.." pintanya sambil tersenyum ke Erna.


"Terimakasih mbak Elisa, harusnya enggak perlu repot-repot begini.." ujar Erna.


"Enggak repot kok sayang, kakak kamu itu perhatian dan peduli sama kamu makanya dia nyuruh mbak beli ini buat kamu.." ujar Elisa sedikit berbohong.


"Wah.. Ya sudah terimakasih banyak ya mbak.. Kalau gitu aku makan, mbak Elisa juga makan ya kan ini ada 2 nasinya.." katanya menawari Elisa makan.


"Enggak usah sayang, mbak sudah makan kok tadi.. Ini buat dik Erna sama mas Reyhan saja.." ujarnya.


"Oh gitu.. Sayang sekali aku makan seorang diri, lagian ini nasinya banyak banget loh mbak takut enggak habis.. Kita bagi 2 ya mbak.." katanya ke Elisa.

__ADS_1


"Enggak sayang, itu harus kamu habiskan biar nanti tidurnya nyenyak.. Ya sudah mbak balik ke ruang tamu dulu ya sayang.. Mbak mau lihat kakak kamu.." kata Elisa ke Erna.


"Ok deh mbak, kalau dia nakal jitak aja kepalanya mbak.. Hehehe.." canda Erna.


"Eh kok gitu, sakit atuh sayang kalau di jitak.. Bisa saja ya dik Erna bercanda.. Hehehe.." candanya ke Erna.


Kemudian Elisa ke ruang tamu menemui Reyhan.


"Kenapa melamun Han?" tanya Elisa.


"Enggak apa-apa ini sudah malam Sa ternyata sudah pukul 22.00 WIB, apa orang tua mu bakal mencari mu?" tanya Reyhan sembari memikirkan sesuatu.


"Seharusnya tidak karna aku bilang aku akan pergi sama teman-teman dan pulang juga akan diantar mereka.." jelasnya ke Reyhan.


"Jadi kamu berbohong ke mama kamu Sa? Kenapa tidak bilang kamu pergi sama aku Sa?" tanyanya bingung.


"Ok, apa kamu mau minum teh Sa? Ini pakai gelas ku.." ujar Reyhan.


"Enggak usah Han, terimakasih kan tadi sudah makan es campur.." jawabnya.


Setelah itu Reyhan masuk kedalam kamar. Elisa yang bingung dan polos masih tidak mengerti apa maksud Reyhan masuk ke kamar. Sedangkan Elisa masih di ruang tamu. Takut dilihat banyak orang lewat didepan rumah karna pintu ruang tamu terbuka akhirnya Elisa pun menghampiri Reyhan untuk mengobrol.


"Han, kenapa masuk ke kamar sih.. Enggak sepantasnya aku disini, sudah malam, yuk anterin aku pulang.." pinta Elisa.


Seketika Reyhan memegang tangan Elisa dan menyuruh Elisa duduk disampingnya.


"Jangan buru-buru Sa, sini duduk dulu.." pinta Reyhan.


"Mau apa Han? Kenapa jarak kita dekat sekali? Aku enggak nyaman seperti ini Han.." ujar Elisa tak nyaman.

__ADS_1


"Ssssttt.. Jangan berisik, masih ada Erna.. Aku hanya pengen meluk kamu Sa boleh?" ujar Reyhan.


Elisa yang saat itu tidak bisa menolak Reyhan pun akhirnya mengangguk. Seperti mendapat lampu hijau dari Elisa, Reyhan tak ingin menyianyiakan kesempatan. Seketika Reyhan langsung memeluk tubuh Elisa dengan erat dan saat itu juga Reyhan mulai mencium bibir seksi Elisa. Elisa terkejut dengan apa yang dilakulan Reyhan pada dirinya. Bahkan tanpa ragu juga Elisa membalas ciuman Reyhan sampai saat ini posisi mereka sudah berubah dari duduk berdampingan kini mereka sudah ambruk diatas kasur, Reyhan me****ih tubuh Elisa sembari masih tetap mencium Elisa dengan sangat bergairah. Dan tiba-tiba saja Reyhan melepaskan ciumannya, dia mengunci pintu dan kemudian dia berbisik ke Elisa.


"Sayang.. Aku ingin kamu malam ini.." pinta Reyhan yang sudah diselimuti kabut gairah.


"Ya" jawab Elisa sambil mengangguk dan belum sadar dengan apa yang sedang mereka lakukan, karna mereka sama-sama bergairah.


Erangan terdengar dari mulut Elisa, sesaat langsung diciumnya lagi bibir Elisa oleh Reyhan. Mereka sangat menikmati permainan itu. Hingga akhirnya mereka bisa melewati batas k****ks.


"Uuhh.. Reyhan.."


Mereka saling berpelukan, dan tak lama setelah itu Reyhan beranjak dari tubuh Elisa dan mulai memakai kembali baju-bajunya.


"Rapikan baju mu Sa.. Ini sudah larut, aku akan mengantar mu pulang.." pinta Reyhan.


"Ya, Han.." jawabnya dengan patuh.


Setelah itu Elisa pamit ke Erna yang masih belum tidur dan bersiap pulang dengan Reyhan. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Elisa yang membonceng Reyhan pun hanya diam dan melingkarkan tangan di perut Reyhan. 20 menit kemudian mereka sampai di rumah Elisa.


"Sa, kamu langsung masuk ke rumah dan aku langsung pulang saja, enggak enak kalau mau mampir, ini sudah malam enggak enak sama tetangga dan juga orang tua mu.." ujar Reyhan.


"Ya Han, aku masuk, terimakasih sudah mengantar pulang, hati-hati di jalan Han.." jawabnya sembari menahan rasa bersalah.


"Ya sayang.. Selamat malam, tidur yang nyenyak ya.." ucapnya ke Elisa.


"Ya, kamu juga pulang langsung tidur ya.. Bye.." jawabnya.


Seketika Reyhan menstarter motornya dan pergi meninggalkan Elisa. Sementara Elisa langsung masuk ke dalam rumah dan mendapati bahwa orang tuanya sudah tertidur nyenyak. Elisa bersiap membersihkan dirinya sebelum pergi tidur. Ketika semuanya selesai, Elisa membaringkan tubuhnya diatas kasur empuknya sembari berpikir "Kenapa aku melakukan itu sama Reyhan.. Sungguh bodohnya diriku" batin Elisa sambil menangis dan tangisan itu yang membawanya pergi ke alam mimpi juga.

__ADS_1


__ADS_2