SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Obrolan Sepulang Kerja


__ADS_3

Dua jam berlalu dan akhirnya pun toko tutup dengan di susul para karyawan keluar dari toko tempat Elisa bekerja. Sementara seperti biasa, Elisa dan Emeli keluar paling akhir diantara karyawan lainnya.


Setelah selesai menghitung seluruh total penjualan hari itu, bos mereka pun menyuruh mereka untuk pulang.


Ketika keluar dari pintu toko lantas Emeli pun bertanya lagi tentang pembicaraan Elisa sama Eny petang tadi.


"Sa.. Katanya kamu mau cerita sama aku masalah Eny.. Kalian berdua ngobrolin apa sih tadi?"


"Oh iya aku lupa.. Ya jadi si Eny tuh tahu Mel kalau aku dan Reyhan sudah sejauh itu.."


"What?? Yang benar saja Sa? Dia tahu darimana masalah itu Sa?"


"Aku tadinya mengira dia tahu dari kamu Mel tapi dia menyangkal, dia bilang kalau dia tahu itu dari salah satu partner kita.. Katanya partner kita ada yang enggak sengaja dengar pembicaraan kita waktu itu Mel.."


"Kok bisa gitu sih? Itu kan aib kamu Sa.. Bagaimana mungkin ada orang yang sengaja menyebarkan aib mu ke orang lain yang jelas-jelas enggak mengerti sama sekali tentang kejadiannya.."


"Aku pikir, orang itu yang sangat membenci aku disini Mel.."

__ADS_1


"Kamu bisa menebak enggak orang itu siapa?"


"Aku enggak tahu Mel.. Setahu aku sih semua karyawan disini baik ke aku.. Hanya ada satu orang saja yang enggak suka, mungkin karyawan yang paling senior itu.."


"Tapi enggak mungkin juga Sa kalau dia orangnya, karna dia sering bekerja di bagian gudang.. Enggak kayak kita yang sering bertemu pembeli.."


"Ya sudah lah Mel enggak usah terlalu difikirin, siapapun dia, kelak kita juga akan tahu kebenarannya.."


"Oh iya Sa aku cuma mau nasehatin kamu, kamu tolong ya jangan terlalu terbuka sama Eny.. Karna aku rasa Eny enggak pernah bisa jaga mulut.."


"Yaps.. Benar banget Sa.. Makanya kamu harus hati-hati, dia baik didepan mu bahkan sok peduli juga, tapi kita enggak pernah tahu dibelakang kita tuh dia seperti apa.. Ya kan?"


"Apa yang kamu bilang ada benarnya Mel.. Ok mulai sekarang aku enggak akan terbuka sama Eny.. Tapi kamu harus janji untuk menjaga aib ku sampai kapan pun ya Mel.."


"Siap bos que.. Eh tapi anterin aku ke tempat parkir motor yuk Sa.."


"Kenapa? Kamu takut Mel?"

__ADS_1


"Hehehehe.. Iya sih sedikit takut gara-gara waktu itu mendengar cerita tentang tempat mess yang sudah enggak terpakai itu dari teman-teman lain.."


"Hadeh Mel.. Mel.. Kamu tuh ada-ada saja deh.. Ok deh aku antar kamu kesana.."


"Nah gitu dong, itu baru Elisa ku.."


Mereka pun akhirnya menuju tempat parkir motor dan menutup gerbang parkir itu.


"Sa, aku pulang dulu enggak apa-apa ya.. Papa mu sudah diperjalanan belum?"


"Seharusnya sih sudah di perjalanan Mel.. Enggak apa-apa kok kalau kamu mau pulang duluan Mel, hati-hati jangan ngebut-ngebut ya.."


"Ok Sa.. Bye.."


"Bye.."


Elisa yang masih menunggu papanya pun duduk seorang diri di sebelah timur toko. Dalam diamnya Elisa melamun membayangkan bahwa tempat itu adalah tempat dimana Reyhan selalu menjemputnya, dia pun seketika membayangkan bagaimana akhir hubungan mereka kelak, apakah bakal bahagia bersama atau ada satu yang akan terluka atau terluka semuanya.

__ADS_1


__ADS_2