SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Hari Jadi Reyhan


__ADS_3

Tak seperti biasanya, mama Elisa kini lebih memilih untuk diam ketika Elisa pulang larut malam. Elisa pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kali ini Elisa merasa Reyhan semakin ketergantungan dengan dirinya. Sementara Elisa sendiri tak tahu status apa yang pantas untuk dirinya, terkadang Elisa ingin sekali menangis dan berteriak "mengapa aku terlahir hanya untuk melampiaskan nafsu lelaki saja.."


Tetapi Elisa lebih memilih untuk menyembunyikan kesedihannya dihadapan orang tua dan teman-temannya. Hanya Emeli yang selalu menjadi teman curhatnya.


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, Elisa sudah melupakan kejadian yang sudah-sudah dan lebih memilih berdamai dengan dirinya sendiri. Dan 2 bulan kemudian tepatnya tanggal 08 April, Reyhan berulang tahun yang ke 26 tahun, Elisa berusaha memberikan kado buat Reyhan, dia membeli kemeja lengan pendek dan celana pendek untuk bersantai dengan harapan Reyhan mau memakainya. Dia memesan kemeja dan celana itu di partner kerjanya sekalian dibungkus di tempat kerja juga oleh partnernya.


Siang hari setelah makan siang di tempat kerja, tiba-tiba ada chat dari Reyhan.


"Elisa sayang.. Lagi ngapain? Sibuk kah?" tanyanya basa basi.


"Enggak terlalu sibuk, ada apa Han?" tanyanya berpura-pura.


"Nanti malam ketemu yuk.." ajaknya.


"Ya kalau enggak hujan ya Han.." timpalnya.


"Enggak akan Sa.."

__ADS_1


"By the way, ada acara apa nih ngajakin aku ketemu?" tanyanya penasaran ke Reyhan.


"Hemb.. Ya nanti malam ada acara bakar-bakaran di rumah aku Sa.." kata Reyhan.


"Wah... Enak dong.. Tapi aku malu, pasti banyak teman mu kan?"


"Ya pasti ada dong Sa.. Tapi kan mereka cuek masa bodoh ke kita.." ujarnya meyakinkan.


"Ok deh, asal kamu yang jemput.." jawabnya.


"Siap.. Bos kuh.."


"Sa, aku berharap kamu enggak akan seperti ini terus, dan keluar dari zona nyaman ini.. Ini hanya akan memperburuk citra mu di mata semua orang nantinya.." ujar Emeli.


"Aku tahu Mel, kelak ada saatnya aku dan dia akan mengakhiri hubungan gila ini.."


Pukul 20.55 WIB mereka (Emeli dan Elisa) keluar dari toko setelah menghitung uang hasil penjualan hari ini ke bos mereka.

__ADS_1


Dan tak disangka bahwa Reyhan sudah menunggu di depan toko. Lantas Elisa langsung naik membonceng Reyhan dan meninggalkan Emeli..


"Mel, aku dan Reyhan duluan ya, kamu pulang hati-hati ya.. Bye.." ujar Elisa.


"Yang seharusnya berhati-hati adalah kamu Sa, karna kamu berada ditangan lelaki yang sama sekali tidak pernah mencintai mu dengan tulus, melainkan hanya menginginkan tubuh mu saja.." batin Emeli dari dalam hatinya dengan prihatin.


Ditengah perjalanan pun Reyhan membuka percakapan.


"Kamu itu bawa apa Sa?" tanyanya penasaran.


"Ini? Bukan apa-apa kok, hanya barang ku saja.." jawabnya berbohong, padahal itu adalah bingkisan kado untuk hari jadi Reyhan malam ini.


"Oh, kirain apa.. Tadi teman kamu kayak agak enggak suka ya Sa lihat aku sama kamu jalan berdua.." ujarnya.


"Ya biasa lah Han, dia kan juga kenal sama Elena jadi dia hanya was-was saja sama aku, takut aku dan Elena ribut lagi hanya karna kamu.." timpalnya.


"Oh.. Begitu.. Kalau pun ada masalah pasti dia akan bantu kamu kan dibanding bantu Elena.." tambahnya.

__ADS_1


"Enggak tahu juga sih.. Setahu aku Emeli orangnya baik dan pandai menutupi rahasia jadi dia enggak akan memihak aku atau pun Elena.." ujar Elisa.


Setelah ucapan itu pun Reyhan tak bertanya lagi ke Elisa karna mereka sudah sampai di rumah Reyhan disana tampak teman-teman Reyhan, dan benar saja.. Mereka sangat cuek terhadap Elisa dan Reyhan..


__ADS_2