
Akhirnya Elisa pun punya ide agar bisa dekat dengan Reno. Dia sering meninggalkan kasirnya dan pergi kebagian alat tulis hanya agar bisa mengobrol sama Reno, namun rupanya niatan dia itu langsung di gagalkan oleh Toto. Kala itu Elisa sehabis makan siang, dia keluar dari dapur mau menuju ke meja kasirnya lewat bagian alat tulis. Tiba-tiba saja Toto yang menyebalkan itu pun menyindir.
"Loh Elisa kamu biasanya enggak pernah lewat sini kok sekarang jadi sering lewat sini ya."
"Kamu ngomong apa sih To? Jelas-jelas kasir ku dekat dengan bagian alat tulis, kenapa enggak boleh lewat sini? Terus aku suruh lewat luar yang muter-muter itu."
"Ya terserah kamu, asal jangan lewat sini.. Besok barang datang banyak, alat tulis bakal sempit jadi kamu harus lewat muter Elisa.."
"Ok" Elisa pergi dengan rasa kesal.
"Lihat saja, aku enggak akan menyerah.." batinnya didalam hati.
"Sa, kamu debat lagi sama Toto?"
"Ya tuh, enggak tahu si Toto makin hari makin nyebelin Mel.."
"Mungkin dia lagi banyak masalah kali Sa.."
"Masalah apa Mel? Jelas-jelas dia enggak suka aku dekat-dekat sama Reno.."
"Caranya biar kamu bisa dekat sama Reno ya kamu harus baikin Toto juga dong Sa.."
"Kamu benar Mel.. Nanti akan aku coba ya.."
Hari itu toko sangat rame, Elisa tak bisa meninggalkan kasirnya. Bahkan chat Reyhan saja enggak dia buka apalagi dibalas. Dia membukanya pas maghrib.
"Sa, jalan yuk nanti malam.. Aku kan besok sudah mulai kerja lagi, jadi biar aku semangat gitu kerjanya.."
"Aku lagi datang bulan lah Han.." jawabnya bohong.
"Yakin Sa? Aku enggak percaya.. Coba pergi ke kamar mandi dan aku mau lihat.."
"Dasar mesum.. Apa perlu segitunya? Sejak kapan kamu tidak bisa mempercayai aku Han?"
"Sejak kita gagal ketemu waktu itu Sa.."
"Tapi masalahnya aku enggak bohong Reyhan.."
"Huh.. Aku kira kamu enggak akan datang bulan di bulan ini.."
"Jadi kamu mengharapkan aku hamil?"
"Kalau kamu hamil kan kamu enggak akan bisa nolak aku lagi Sa.."
"Pikiran kamu picik banget Han.."
"Bukannya selama ini kamu juga menikmatinya.. Jadi jangan berpura-pura lagi Sa.."
"Mau sampai kapan sih Han kita bakal kayak gini terus?"
"Sampai kamu benar-benar hamil Sa.."
"Aku sudah pernah bilang, aku enggak akan mungkin hamil sama kamu Han.."
"Alasannya kenapa Sa? Apa kamu minum pil KB?"
__ADS_1
"Pfffftt.. Kamu tuh ngomong apa sih Han? Aku belum pernah melahirkan untuk apa juga minum pil begituan?"
"Ya kali saja Sa.. Memang sebegitu enggak suka kah jika hamil anak aku Sa.."
"Ya, karna kamu pacar Elena Han.. Bukan pacar aku.."
"Terus aku harus bagaimana Sa?"
"Ya kamu harus sama Elena dan tinggalin aku Han.. Kan aku sudah sering ngomong ini berulang kali.."
"Dan jawaban aku tetap satu.. Aku enggak akan pernah ninggalin kamu atau pun Elena.."
"Kamu terlalu serakah Han.."
"Kalau kamu mau jadi pacar aku, aku pasti akan milih kamu Sa.."
"Itu enggak akan mungkin Reyhan.."
Reyhan kesal dan tidak membalas chat Elisa. Elisa pun sadar kalau Reyhan sangat kesal, tapi dia berbicara seperti itu juga demi kebaikannya dan kebaikan Reyhan juga.
"Uppps... Sorry mbak.. Aku enggak lihat soalnya ditangan ku penuh dengan dus-dus jam dinding.."
"Ya enggak apa-apa Ren.."
"Kebetulan Reno lagi memberesi jam dinding di gudang dekat kasir ku, aku punya kesempatan nih.." batinnya.
"Oh ya Ren, kamu kok akrab banget sih sama Toto, emang kalian saling kenal satu sama lain?"
"Ya, kebetulan teman aku kenal sama Toto jadi teman ku tanya ke Toto masalah lowongan kerja disini, terus pas Toto sudah bilang ada, ya aku langsung kesini sama teman ku yg cowok.."
"Teman mu yang kenal Toto siapa namanya Ren?"
"Oh Icha, ya kemayu-kemayunya sama kayak Toto ya.."
"Ya begitulah Sa.."
"Jadi kenapa kamu mau berteman sama Icha, dia kan cowok?"
"Karna dia sudah bantuin aku Sa.. Sering malah.."
"Oh gitu ya.. Oh ya Reno aku boleh minta nomer WA kamu enggak?"
"Boleh kok Sa.. Aku dikte kamu yang catat ya.."
"Ok"
"Yess.. Akhirnya dapat nomer WA Reno.." girangnya dari dalam hati sambil menulis angka yang Reno sebutkan.
"Sudah dicatat kan Sa.. Aku balik ke alat tulis dulu ya.."
"Ya.. Makasih Reno.."
"Sama-sama"
Elisa berasa seperti sedang jatuh cinta pada Reno. Dia merasa Reno seperti dewa kebahagiaan yang menyelamatkan hidupnya dari genggaman Reyhan.
__ADS_1
"Sa, kamu tadi minta nomer WA Reno ya?"
"Ih kamu dari tadi kepoin aku ya Mel.."
"Jelas dong.. hehe.. kamu kan tahu Sa kalau aku ini sahabat baik kamu.. Jadi harus banyak tahu tentang kamu dong.."
"Apa harus sampai segitunya ya Mel.."
"Oh ya aku sampai lupa Mel kan tadi pagi aku beli roti ya.. Kita makan yuk kan makan sorenya masih lama sejam lagi, kita ganjal perut kita dulu yuk.." ajaknya ke Emeli.
"Makasih Elisa, kamu baik banget loh sama aku.. Suka berbagi makanan ke aku.. aku malah belum bisa bales kamu nih.."
"Enggak perlu dibalas Mel.. Tetap doakan aku saja semoga aku bisa dekat sama Reno.."
"Aamiin.. Aku pasti doakan apapun yang bisa buat kamu bahagia Sa.."
"Thank you Emeli.."
"Sama-sama Elisa"
Kemudian mereka pun makan roti sama-sama ketika sedang asyik makan tiba-tiba saja Reno datang lagi untuk meletakkan jam dinding di gudang.
"Permisi, aku lewat ya Sa.."
"Ya silahkan Ren.."
"Huffftt capeknya.." keluh Reno.
"Kamu mau roti enggak? Kebetulan aku punya roti, nih kamu makan ya Ren.."
"Makasih ya Sa.. Tapi beneran ini buat aku?"
"Iya iya lah itu buat kamu Reno, Aku saja ini lagi makan kok, tadi Elisa ngasih ke aku juga.." timpal Emeli ikut berbicara.
"Oh gitu, makasih ya Sa.."
"Yups.. Makanlah.."
"Ok aku makan.."
Tiba-tiba datanglah Toto.
"Wah rame-rame lagi pada makan roti, kok aku enggak dikasih?" tanya Toto.
"Aku sama Emeli aja dikasih sama Elisa" ujar Reno.
"Elisa kok kamu jahat banget enggak ngasih ke aku?"
"Bukannya kamu yang jahat, tadi siang yang melarang-melarang aku lewat di alat tulis siapa? Kan kamu.."
"Terus kamu marah dan enggak bagi makanan ke aku?"
"Aku enggak marah kebetulan aku beli roti hanya 3 buah saja Toto.."
"Yah enggak adil banget.." Toto kesal dan meninggalkan mereka bertiga.
__ADS_1
"Sa, si Toto emang suka ngambekan ya?" tanya Reno.
"Ya seperti yang kamu lihat.. Dia seperti anak kecil yang suka merajuk.. Kelak kamu juga akan tahu perilakunya seperti apa.."