
Pukul 20.00 WIB. Reyhan chat Elisa kembali.
"Sa, nanti aku jemput kamu ditempat biasa, kamu dandan yang cantik dan wangi ya.." pinta Reyhan.
"Kamu pikir aku pe****r yang harus menuruti semua perkataan mu.." balasnya menyindir.
"Hehe.. Kamu memang yang paling bisa bercanda Sa.. Tapi kali ini aku serius.. Dan aku yakin kamu juga akan patuh padaku.." ujarnya.
"Dasar lelaki ma***k.." maki Elisa ke Reyhan.
"Terserah kamu mau berkata apa, aku seperti ini juga karna kamu.. Dan aku sudah berulang kali mengatakan ini.." jelasnya ke Elisa.
Pukul 20.30 WIB seperti biasa, toko tempat kerja Elisa sudah hampir tutup. Dan seperti biasa, Elisa dan Emeli pulang paling akhir karna harus menghitung uang hasil penjualan hari itu. 30 menit berlalu dan setelah itu Elisa bersama Emeli berpamitan dengan bosnya dan keluar dari dalam toko. Seperti hari-hari sebelumnya, Elisa selalu berjalan ke arah timur dan berbelok ke selatan menunggu jemputan dari papanya. Alangkah terkejutnya Elisa mendapati Reyhan sudah ditepi jalan bersama dengan motornya. Lantas Elisa tak ingin menghiraukannya, dia pura-pura tak melihat Reyhan. Sayangnya, Reyhan dengan sigap memegang tangan Elisa.
"Sa, apa yang kamu lakukan? Cepat naik ke motor!" pinta Reyhan.
"Aku enggak mau, kamu kenapa sih nekad banget pakai acara kesini segala kalau papa ku tahu bagaimana? Kamu tuh memang gila ya.."
"Hehe.. Jangan ngambek gitu dong Sa.. Ayok naik.. Kamu enggak menghargai aku nih yang sudah jauh-jauh datang buat jemput kamu.."
__ADS_1
"Masalahnya aku enggak bilang kalau aku setuju jalan sama kamu.. Jadi buat apa juga aku harus ikut kamu.." jelasnya ke Reyhan.
"Ayok lah Sa.. Aku janji ini yang terakhir kali.." pintanya memohon ke Elisa.
"Tapi ingat ya.. Ini benar menjadi yang terakhir kali.." katanya tegas. Elisa percaya saja dengan ucapan Reyhan yang tak pernah ditepatinya itu.
"Benar Sa.. Aku enggak akan bohong.." kata Reyhan meyakinkan Elisa.
"Ok.. Aku ikut kamu.." ujarnya menyetujui Reyhan.
"Nah gitu dong sayang.. Kalau kayak gini kan enak.." katanya dengan hati yang girang.
Sampai ditempat biasa mereka bercinta setelah memakan waktu 15 menit perjalanan.
"Tempat ini lagi? Benar-benar menyebalkan ya kamu.." ujarnya kesal ke Reyhan.
Seketika itu Reyhan langsung memeluk dan mencium bibir Elisa dengan sangat bergairah seakan tak ingin melepaskan Elisa saat ini. Posisi tubuh Reyhan yang memeluk Elisa itu pun membuat Elisa merasakan bahwa punya Reyhan sudah sangat te***g sekali. Elisa pun akhirnya pasrah dengan apa yang dilakukan Reyhan terhadap dirinya. Mereka bermain hanya sebentar saja, dan setelah Reyhan puas melampiaskan nafsunya, Elisa pun buru-buru merapikan pakaiannya.
"Makasih ya sayang" sembari mencium pipi Elisa.
__ADS_1
"Menyingkirlah Han.. Aku mau pulang sekarang.." pintanya pada Reyhan.
"Lain kali aku enggak akan secepat ini Sa.."
"Kamu ngomong apa? Lain kali? Aku harap kamu bisa sadar diri ya Reyhan dengan apa yang sudah kamu katakan sebelum kita pergi kesini.." ujar Elisa menjelaskan.
"Itu.. Aku enggak bisa janji.. Tapi aku akan berusaha.." jawabnya meyakinkan Elisa.
"Ok.. Mari kita lihat, mulut mu bakal ada bukti atau tidak.." sindirnya.
Waktu di ponsel menunjukkan pukul 21.40 WIB dan mereka pergi meninggalkan tempat itu. Dan pukul 22.00 WIB Elisa sampai di rumah.
"Selamat malam cantik ku.." ucap Reyhan.
"Ya.." jawabnya ketus.
Elisa mengetuk pintu dan dibukakan oleh mamanya. Sementara Reyhan pun pulang.
"Ba****an Reyhan.. Dia anggap aku ini apa? Bisa-bisanya melakukan itu berkali-kali kepada ku.. Dasar lelaki ma**ak.." Elisa kesal dan memaki Reyhan dalam hati.
__ADS_1