SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Membuat Elisa Jatuh Cinta


__ADS_3

Ketika mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Reno datang ke kasir Elisa meletakkan barang milik pembeli.


"Ini ya Sa.. Aku taruh sini barangnya.. Oh ya dari tadi aku lihatin kamu sama Emeli kok asyik banget.. Emang lagi ngobrolin apa sih?"


"Biasa.. Namanya juga perempuan ya ngobrolnya apa saja yang bisa diobrolin dong Ren.."


"Maaf tadi aku kayak agak dengar Elisa bilang kalau Elisa enggak mungkin cinta sama dia.. Dia yang kamu maksud siapa Sa?" tanya Reno ke Elisa penasaran.


"Eh.. Dia yang aku maksud ya kamu dong Reno.. Ini tadi Emeli tanya-tanya ke aku kenapa aku minta nomer kamu, Emeli kira aku jatuh cinta sama kamu Reno.." ujar Elisa menutupi yang sebenarnya.


"Hahahaha.. Emeli kamu mikir apa sih? Ada-ada saja.. Lagian aku juga sudah punya pacar kok.. Aku sama Elisa ya cuma teman saja dong Mel.."


"Hehehe.. Ya kali aja kamu pengen punya 2 pacar gitu.. Kan biar kamu lebih semangat kerjanya.." ujar Emeli.


Seketika Elisa dan Reno saling tatap dan tersipu malu.


"Apaan sih kamu Mel.. Kamu jangan memojokkan Reno kayak gitu dong.. Kasihan tahu..."


"Enggak apa-apa kok Sa.. Mungkin Emeli penasaran makanya tanya ke kamu, tapi karna aku sendiri yang sudah menjelaskannya langsung ya harusnya Emeli sekarang sudah mengerti kan.."


"Iya aku sudah mengerti kok Ren.. Untuk yang tadi aku hanya bercanda loh.. Jangan dimasukkan ke hati ya.. Aku tahu kamu bakal fokus sama pacar kamu saja.. Dan kamu sama Elisa juga pasti enggak mungkin lebih dari teman.." ujar Emeli.


"Ya itu sudah pasti Mel.. Aku balik kerja dulu ya.."


"Ya" jawab Emeli dan Elisa.


Di sisi lain, Reyhan dan Elena sedang ribut perihal chat Reyhan ke Elisa yang Elisa kirimkan ke Elena.


"Maksud kamu apaan Mas, kenapa kamu bilang kayak gini ke Elisa?"


"Elisa ngirim itu ke kamu sayang?"

__ADS_1


"Iya, kali ini kamu mau menjelaskan apa lagi setelah aku tahu kalau kamu rupanya masih komunikasi sama Elisa.."


"Itu hanya kesalahpahaman saja sayang.. Maksud aku tuh menyuruh Elisa buat nemenin adek aku si Erna. Soalnya Erna kan lagi enggak kerja jadi dia sering bosan sendirian di rumah. Sesekali dia nyuruh aku buat chat Elisa biar Elisa mau nemenin Erna di rumah.. Gitu loh yang.." mencoba menutupi.


"Elisa mungkin salah paham juga, dia pikir aku yang minta ditemenin dia.. Padahal si Erna yang minta ditemenin.. Gimana? Kamu masih curiga sama aku sayang?" tambahnya.


"Aku enggak ngerti harus percaya siapa.. Lagi-lagi apa ini trik dari Elisa agar aku cemburu dan marah sama kamu Mas.."


"Aku pikir seperti itu.. Sudah ya enggak usah terpancing sama ucapan Elisa.. Aku disini akan selalu ada untuk mu.."


"Ya Mas.. Tadi Elisa bilang ke aku kalau dia katanya sudah punya gebetan baru dan enggak mau berhubungan lagi sama kamu.. Terus maksud perkataan Elisa yang ini apa Mas?"


"Ya bisa saja Elisa menolak untuk datang ke rumah aku buat nemenin Erna hanya karna dia enggak enak sama kamu kali.. Atau biar kamu enggak mikir macam-macam ke aku gitu.. Ya masalahnya memang sih aku enggak ada hubungan apa-apa sama Elisa.."


"Aku harap kali ini kamu tidak berbohong Mas.. Aku bakal kecewa banget kalau tahu kamu berbohong.. Kali ini aku akan percaya kamu.. Tapi kamu juga harus ingat kalau Elisa bukan perempuan baik-baik.."


"Iya sayang aku tahu kok.." jawabnya santai.


Reyhan pun langsung chat Elisa.


"Sayang.. Kamu bilang apa sama Elena?"


"Elena yang bilang apa saja sama kamu?" langsung dibalas oleh Elisa.


"Elena bilang kamu punya gebetan baru.. Emang benar?"


"Lantas untuk apa aku berbohong? Terus mau kamu apa?"


"Memangnya kamu masih kurang puas sama aku sampai berani cari lelaki lain?"


"Kamu sendiri memangnya puas sama Elena? Sampai kamu nggebet saudara pacar mu sendiri?"

__ADS_1


"Aku ke kamu enggak kayak aku ke Elena ya Sa.. Aku peringatkan ke kamu, aku hanya melakukannya ke kamu saja.."


"Ya terus aku suruh percaya sama kamu gitu? Reyhan aku bukan Elena yang mudah kamu bohongi.. Lagi pula aku mengenal bad boy bukan cuma kamu saja kok.."


"Ok sekarang terserah kamu juga kalau kamu mau punya gebetan baru.. Aku pastikan hanya aku yang bisa memiliki dirimu seutuhnya.."


"Kamu yakin bisa memiliki diriku seutuhnya? Memangnya kamu bisa membuat aku jatuh cinta sama kamu?" ucapnya meremehkan Reyhan.


"Bisa.. Pelan-pelan saja akan ku buat kamu jatuh cinta sama aku.."


"Ok aku akan lihat itu.."


"Jatuh cinta sama bad boy kayak Reyhan? Itu sangat mustahil.. Lagi pula perempuan mana yang mau di duakan? Dimana-mana perempuan ya maunya diprioritaskan.." batin Elisa.


"Kamu sudah dapat chat dari Reyhan Sa?"


"Ya.. Dia bilang katanya akan membuat ku jatuh cinta Mel.."


"Kamu yakin dia bisa? Kamu yakin juga enggak kalau suatu saat kamu bakal cinta sama dia.."


"Aku yakinnya kalau dia enggak bakal bisa membuat ku jatuh cinta Mel.."


"Semoga saja kamu benar-benar tak mempunyai perasaan itu ke Reyhan.."


Pukul 15.30 WIB di layar komputer Elisa. Elisa baru sadar kalau dia masih harus piket membersihkan kamar mandi. Buru-buru dia bergegas.


"Mel.. Aku piket dulu ya.. Aku sampai terlupa nih gara-gara keasyikan ngobrol dan meladeni chat Reyhan.."


"Ya udah sana masuk Sa.."


Elisa pun beranjak meninggalkan meja karirnya. Dan melewati bagian alat tulis karna waktu itu barang-barang yang tadi pagi datang sudah ditata ke etalase dan rak-rak sisanya disimpan ke dalam gudang.

__ADS_1


__ADS_2