
Setelah mereka selesai makan pun mereka mencuci piring mereka di dapur.
"Sini aku cucikan sekalian piring mu Sa.." ujar Reno.
"Jangan lah, dimana mana tuh anak perempuan yang harus cuci piring, bukannya anak laki.." candanya.
"Aku biasa hidup mandiri Sa, jadi aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini.."
"Masa Ren?? Sembari menatap muka Reno yang tampan ketika sedang mencuci piring.
"Kamu ngapain bengong? Mikirin apa sih?" katanya sambil senyam senyum.
"Aku tuh hari ini lagi bahagia banget Ren.."
"Kok enggak bagi aku sih bahagianya?" sambil meletakkan piring yang sudah dicuci ke tempatnya.
"Masa sih kamu enggak tahu aku bahagia karna siapa Ren?" sambil mencuci piring bekas makannya.
"Bukan hanya karna aku menyetujui rencana mu kan Sa?" sambil menuang air minum ke dalam gelas.
"Kamu benar.. Aku bahagia karna kamu setuju membantu ku Ren.." sambil meletakkan piring yang sudah dicuci. Dan menghampiri Reno untuk mengambil air minum juga.
"Itu hanya masalah kecil, kamu bisa sebahagia ini?" ujarnya tak yakin.
"Jadi kamu enggak suka kalau aku bahagia karna kamu Ren?"
"Ya suka, tapi kesannya aku kayak dewa penyelamat kamu ya Sa.." ujarnya serius sambil menatap muka Elisa.
"Ehem.. Ya bisa dikatakan seperti itu sih Ren.." sambil memalingkan mukanya karna malu ditatap Reno dengan serius.
"Sudah selesai kan? Ayo kita keluar Sa.." sambil senyam senyum melihat Elisa yang tersipu malu.
"Ayok.. Tapi aku minta sama kamu, tolong jangan bilang-bilang masalah ini ke siapapun ya Ren.. Termasuk Toto.."
"Iya enggak kok, santai saja lah Sa.." sembari berjalan meninggalkan dapur.
"Aku tahu kamu bisa menjaganya.."
Seketika mereka pun keluar menuju ke bagian alat tulis saat itu juga pandangan mata para partner kepada mereka berdua sungguh tidak nyaman. Elisa merasa teman-temannya itu marah karna Elisa makan bareng dengan partner baru. Tapi Elisa hanya masa bodoh saja.
"Enak banget ya makan berdua, di dalam lama banget pula.. Enggak mikir yang di luar lagi banyak pekerjaan?" ujar Toto memperingati mereka berdua.
__ADS_1
"Kebetulan tadi pas aku sama Elisa masuk tuh lauk belum matang dan kita akhirnya menunggu sebentar di dapur karna tukang masak juga yang menyuruh kita menunggu.." ujar Reyhan berbohong.
"Oh kayak gitu.. Dan kamu Elisa, kamu enggak lihat barang ku banyak disini, kamu tolonglah jangan lewat sini.." ujar Toto menasehati.
Seketika Reno memainkan mata ke Elisa dan Elisa pun mau untuk pergi meninggalkan tempat itu dan memilih jalan lain.
"Ok Toto.. Hari ini aku enggak mau berdebat sama kamu ya.. Jadi aku mengalah untuk lewat jalan lain.. Bye.."
"Bye juga.." Reno menjawab sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke Elisa. Elisa pun sama seperti Reno dan akhirnya dia balik ke meja kasirnya dengan melewati jalan luar etalase.
"Wah wah wah.. Sepertinya ada yang lagi bahagia nih.." ujar Emeli ketika melihat Elisa balik ke meja kasir dengan raut muka yang sumringah.
"Jelas dong.. Kamu tebak deh kira-kira aku bahagia karna siapa Mel?"
"Ya pasti karna Reno kan Sa?"
"Betul.. Jadi tadi aku sudah membicarakan masalah acara reuni itu Mel ke Reno dan Reno bilang katanya dia akan mengusahakannya demi aku.."
"Wah bagus dong Sa.. Sebentar lagi kamu bisa membalas Endah dan Elena.."
"Ya, aku benar-benar enggak sabar Mel menunggu hari itu tiba.."
"Iya sih, bagiku 3 bulan itu bukan waktu yang lama Mel.. Jadi aku akan bersabar menunggu.."
"Terus saat ini bagaimana dengan Reyhan Sa?"
"Aku break dulu sama dia, dia sendiri yang tidak ingin komunikasi sama aku.."
"Loh kok gitu.. Alasannya apa? Apa dia sudah bosan sama kamu Sa?"
"Sudah pasti untuk berjaga-jaga kalau nanti Elena akan balik kesini Mel.."
"Biar Elena enggak curiga ya.."
"Ya, aku pikir juga seperti itu.."
"Aku kalau jadi kamu sudah pasti aku pilih Reno Sa.."
"Seandainya dia tak menjerat leher ku dengan tali mungkin aku akan semudah itu meninggalkan dia Mel.."
"Apa memang benar-benar seperti itu Sa?"
__ADS_1
"Ya tentu saja tidak, ini hanya perumpamaan kalau aku memilih Reno sudah pasti Reyhan akan semakin menggila dengan ku.."
"Terus apa kamu menceritakan ke Reno alasan kamu menyuruh dia untuk membantu mu?"
"Aku hanya bilang untuk menemani ku saja Mel.. Dan aku tidak menceritakan perihal Endah, Elena atau pun Reyhan.."
"Jika seandainya dia menanyakan alasan dia harus menemani mu, kamu bakal jawab apa ke dia Sa?"
"Aku bakal menjawab demi menolong harga diriku yang sempat dijatuhkan oleh seseorang.."
"Apa hanya itu saja?"
"Tergantung dia mau tahu sampai mana ceritanya.. Kalau dia masih banyak nanya ya aku akan terbuka untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaannya.."
"Apa kamu enggak takut dia berubah pikiran?"
"Aku punya cara untuk membuat dia tetap bertahan dengan keputusan dia Mel.."
"Bagaimana caranya Sa?"
"Itu, Rahasia.. Aku masih berpikir untuk hal ini Mel.."
"Semoga kamu tidak melakukan hal yang sama seperti yang sudah kamu lakukan dengan Reyhan.."
"Ya enggak lah Mel, hancur image aku dong jika aku melakukan ini.."
"Tapi aku lihat si Reno juga mukanya enggak mesum kayak si Reyhan kan ya Sa.."
"Nah itu kamu tahu.. Jadi tenang saja Mel.. Kali ini aku hanya perlu berusaha membujuk tanpa harus melakukannya dengan cara itu.."
"Ya aku hanya khawatir saja.. Karna setahu aku kan kamu orangnya nekat Sa.."
"Kali ini aku enggak akan nekat Mel.. Percaya deh sama aku.."
"Ya untuk kali ini aku akan percaya sama kamu Sa.."
"Sana kamu makan, apa enggak lapar perut mu Mel?" tiba-tiba Elisa mengalihkan topik karna sedari tadi dia datang si Emeli sudah mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan.
"Ok bos ku.. Sampai lupa nih gara-gara menginterogasi kamu.. Hehehe.. Aku masuk ya Sa.."
"Ya.."
__ADS_1