
Siang hari tiba waktunya istirahat makan siang. Berhubung semua karyawan pada berpuasa jadi, tukang masak hanya masak sedikit. Dan ketika mereka tidak makan makan mereka diperbolehkan untuk sholat oleh bos mereka.
"Mel.. Aku masuk duluan ya mau sholat.."
"Ya Sa.. Jangan lama-lama ya nanti buat gantian.."
"Siap Mel.."
Elisa pun meninggalkan Emeli dan menuju ke dapur kemudian naik tangga ke atas, karna dia sholatnya di lantai 3 jadi dia harus menaiki puluhan anak tangga. Setibanya di lantai 3 ternyata ada Eny yang habis ambil air wudhu.
"Sa.. Mau sholat juga?"
"Ya En.. Tapi kamu duluan deh.. Lagian kan mukenahnya juga ada satu En.. Kamu juga sudah wudhu.."
"Ok deh.."
Eny pun mulai niat dan takbir sementara Elisa mengambil air wudhu di tempat cucian yang sekaligus tempat untuk menjemur pakaian bos mereka. Setelah selesai berwudhu, Elisa pun duduk di pintu sembari menunggu Eny selesai sholatnya. Tak berapa lama Eny sudah salam lantas berdoa, sehabis itu gantian Elisa yang memakai mukenah.
"Sa.. Aku turun duluan ya.. Barang masih banyak di gudang.."
"Oh ya En enggak apa-apa.."
Eny pun pergi meninggalkan Elisa menuruni satu demi satu anak tangga. Sementara Elisa sudah berniat untuk melakukan sholat dhuhur siang itu. 5 menit akhirnya selesai, Elisa pun berdzikir serta berdoa. Setelah itu dia pun melipat mukenah dan turun dari lantai 3. Ketika di tangga dapur, dia melihat Reno sedang makan duduk di anak tangga.
"Ehem.. Makan siang Ren.."
Reno langsung menengadah dan menjawab.
"Hehe iya nih Sa.. Kamu mau?" ucapnya bercanda.
"Enggak lah buat kamu saja.. Makan yang banyak biar kuat menghadapi kenyataan ya.. hehehe.."
"Ya lah kenyataan hidup aku tuh berat, buktinya tadi aku habis angkat-angkat buku-buku tulis.."
"Semangat.. Nanti lebaran dapat THR loh dari bos.."
"Ya semangat dong.. Apalagi kalau yang nyemangatin kamu.." Ucap Reno sambil tersenyum.
"Huh.. Lagi-lagi rayuan gombal.."
"Hehehe.. Sekali kali lah bercanda Sa.. Biar capeknya hilang.."
"Ya terserah kamu saja deh Ren.. Aku balik ke kasir dulu ya.."
"Ya Sa.."
Elisa pun meninggalkan dapur dan menuju ke kasir, sementara Emeli masih tampak ngantuk dan lemas mukanya.
__ADS_1
"Mel.. Kamu baik-baik saja kan?"
"Ya Sa.. Kamu sudah selesai?"
"Sudah.. Sana kamu masuk Mel muka mu nampak ngantuk sekali.."
"Hehehe.. Iya kah Sa? Semalam aku jak 02.30 WIB sudah bangun Sa.. Jadi wajar lah kalau sekarang ngantuk berat.."
"Ya makanya cuci muka biar seger Mel.."
"Ok Sa.. Aku masuk sekarang ya.."
"Ya Mel.."
Emeli pun meninggalkan Elisa untuk sholat. Sementara Elisa masih kepikiran ucapan Reno barusan di dapur.
"Reno.. Imut banget dia pas tadi bilang kayak gitu ke aku.. Sayangnya umur mu masih selisih jauh dengan ku Ren.." pikir Elisa.
Hari itu toko lumayan rame hingga tanpa disadari sang mentari sudah hampir terbenam. Sementara Elisa bingung mau beli apa untuk berbuka.
"Mel.. Sudah petang ya, sebentar lagi berbuka, aku bingung nih mau beli apa.."
"Kamu biasanya minum yang dingin atau yang hangat Sa kalau berbuka.."
"Yang hangat sih Mel.."
"Masa sih Mel? Serius?"
"Ya iyalah Sa.."
"Terus rencana kamu mau beli sesuatu enggak Mel di Mbak Lekha?"
"Mungkin aku mau beli es.."
"Ok aku yang jaga kasir, kamu yang izin sama bos ya Mel.. Aku nitip kamu.."
"Ok deh Sa.. Mana uangnya?"
"Ini Mel.." Elisa menyerahkan uang lima ribuan ke Emeli dan Emeli pun pergi ke meja pak bos untuk meminta izin.
"Bos, aku keluar sebentar ke Mbak Lekha, mau beli minum buat berbuka puasa.."
"Loh apa harus beli ya Mel? Dibelakang bukannya tukang masak pada buat minuman teh hangat atau es teh ya.."
"Sepertinya enggak semua dibuatin bos.. Lagian kasir kan berbukanya juga harus bergilir.."
"Oh iya.. Kamu bener Mel.. Ya sudah sana pergi beli minum.."
__ADS_1
"Makasih bos.." Emeli pun langsung berjalan cepat meninggalkan toko untuk membeli es teh dan teh hangat. Di tempat jualan Mbak Lekha tampak ramai. Ya, banyak karyawan Toserba yang sedang menunggu waktu berbuka untuk makan disitu secara lesehan.
"Mbak Lekha, aku beli teh anget sama es teh ya.."
"Berapa Mel?"
"Masing-masing satu.. Buruan ya.."
"Ok, kalau kamu pasti prioritas.."
Tak butuh waktu lama, 5 menit pun selesai.
"Makasih ya Mbak Lekha.. Ini uangnya.." Emeli menyodorkan uang enam ribuan.
"Ini pas ya Mel uangnya.."
"Ok Mbak Lekha.. Aku balik dulu.."
"Ya Mel.."
Emeli pun kembali ke Toko, disana dia mendapati Elisa yang sudah menunggunya.
"Ini Sa, titipan kamu.." sambil menyodorkan minuman ke Elisa.
"Thanks ya Mel.. Ya sudah kamu buruan masuk deh sebentar lagi waktunya berbuka Mel.."
"Ok Sa.. Kamu nanti buka sendirian enggak apa-apa Sa?"
"Ya enggak apa-apa dong Mel.."
"Ya sudah aku masuk ke dalam dulu ya Sa.."
"Ya.."
Sesampainya di dapur Emeli bertemu Reno..
"Elisa enggak ikutan berbuka Mel?"
"Kasir mana boleh masuk semua, harus bergilir dong Ren.."
"Kasihan dong dia enggak bisa langsung makan.. Pasti dia lapar.."
"Lapar ya sudah pasti dong Ren, tapi mau bagaimana lagi? Sudah peraturannya begitu.."
"Ya juga sih.. Ya sudah buruan makan deh Mel biar bisa cepat gantian sama Elisa.."
"Iya iya.."
__ADS_1
Reno, Emeli dan teman yang lainnya pun ikut makan karna waktu mereka untuk berbuka sangatlah singkat dan harus bergantian dengan partner yang lain juga.