
Hari ketiga setelah lebaran, acara reuni bareng teman-teman SD Elisa pun diadakan di sebuah restoran kecil yang baru buka atau istilahnya grand opening, dimana salah satu tempat ini dipesan sama teman Elisa dan disetujui oleh beberapa pihak. Jamnya pun sudah ditentukan oleh teman Elisa yang memesan tempat itu.
"Reno.." Elisa mulai meng-chat Reno.
"Ya, Elisa.. Bagaimana? Kapan acaranya?"
"Hari ini.. Kamu tidak sedang sibuk kan Ren?"
"Sebenarnya aku sibuk.. Ada beberapa job hari ini.. Jam berapa acara reuninya Sa?"
"Teman ku bilang jam 15.00 WIB Ren.. Aku enggak tahu juga jam segitu sudah ontime atau belum.."
"Aku jemput kamu saja Sa jam segitu.."
"Terimakasih Ren.. Nanti aku share lokasi aku ke kamu biar kamu paham Ren.."
"Aku tunggu ya Sa.."
Jam 14.00 WIB Elisa mulai mandi dan mencari baju yang cocok untuk dipakai ke acara reuni. Sembari chat dengan Reno yang sedang berjalan menuju ke rumah Elisa.
Tepat jam 15.00 WIB rupanya, Reno sudah sampai di depan gang rumah Elisa namun enggan masuk ke dalam gang dan mencari rumah Elisa.
"Aku sudah sampai di depan gang rumah mu.. Aku tunggu kamu disini saja ya.."
Elisa yang masih sibuk berdandan pun lama membalas chat Reno. Bahkan Reno sampai menunggu setengah jam setelah dia tiba di depan gang.
Elisa langsung menelpon Reno biar Reno tidak kesal.
"Hallo Ren.. Aku ini mau menghpiri kamu.. Kamu dimana?"
"Aku dekat sebuah konter Sa.."
"Jauhnya.. Kenapa kamu nunggu disitu sih Ren?"
"Habisnya banyak gang.. Aku sampai bingung Sa.."
"Ok kamu tengok belakang, aku dibelakang kamu.."
Reno pun memalingkan mukanya menengok ke belakang..
"Aku minta maaf sudah membuat mu menunggu terlalu lama.." ucap Elisa pada Reno.
__ADS_1
"Enggak apa-apa Sa.."
"Tuh.. Kamu sampai berkeringat Ren.."
"Habisnya cuacanya panas sih Sa.."
"Kamu enggak gugup kan Ren?"
"Emm.. Enggak kok Sa.. Santai saja.. Yuk kita berangkat sekarang.."
"Ayo.. Aku naik ya.."
Mereka pun berboncengan motor layaknya dua sejoli yang sedang dimabuk cinta. Tapi Elisa tetap menjaga harga dirinya dengan tidak memeluk Reno dari belakang. Dalam perjalanan pun mereka sempat berbincang.
"Kamu sibuk jam berapa Ren?"
"Aku sibuk jam enam petang ini Sa.. Mungkim aku jam lima petang ini harus balik ke acara job ku.."
"Jika ternyata acaranya mundur jadi jam lima petang apa kamu akan ninggalin aku sendiri Ren?"
"Ya terpaksa.. Mau bagaimana lagi?"
Ketika mereka sampai benar saja belum ada seorang pun ada disitu. Tak nampak teman Elisa satu pun. Akhirnya Reno membeli 2 botol minumam dingin untuk mereka berdua di toko depan restoran itu.
"Ini Sa.. Untuk mu.."
"Thanks ya Ren.." Elisa pun meminum minuman itu.
"Aku menyesal menyuruh mu datang menjemputku tepat waktu Ren.." ujar Elisa.
"Kenapa harus disesali kalau akhirnya sudah tahu bakal seperti ini Sa.."
"Kasihan kamu yang panas-panasan nyari alamat rumah ku.."
"Sudah biasa Sa.. Lelaki kan harus kuat dan bisa.."
"Aku coba chat Whatsapp teman ku dulu ya Ren.."
"Ok Sa.. Aku juga mau lihat-lihat pemandangan sekitar juga.."
Dan pada akhirnya teman-teman Elisa baru bisa sampai jam 16.15 WIB. Mereka datang, ya teman perempuan ya teman laki-laki. Ada juga yang tidak datang alasannya tidak diizinkan suami dan takut anak rewel.
__ADS_1
Setelah mereka sampai pun akhirnya acara segera dimulai. Nampak Elisa meninggalkan Reno dengan teman-teman lelaki Elisa. Elisa yang melihatnya nampak kasihan. Diantara mereka juga ada yang merokok sedangkan Reno sendiri adalah lelaki yang tidak suka merokok juga alergi asap rokok. Akhirnya Reno menghampiri Elisa.
"Sa.. Aku balik ya.."
"Ih Reno.. kan acaranya baru mulai, kita juga belum makan loh.. Aku enggak enak sama kamu.."
"Aku nanti makan ditempat job ku saja Sa.."
Reno pun hendak meninggalkan Elisa kemudian teman Elisa menyuruhnya untuk menyusul Reno. Akhirnya Reno pun mendengarkan Elisa.
Tetapi Reno dan Elisa mencari tempat berdua untuk makan. Karna dengan itu baru membuktikan ke Endah kalau mereka mempunyai hubungan. Selain itu juga Elisa ingin teman lelakinya berhenti mengejarnya makanya mereka rela datang berdua ke acara reuni.
Endah sendiri mungkin tidak kaget jika melihat Elisa mengajak teman lelaki. Karna dimata Endah sendiri ya Elisa seperti perempuan gampangan. Walau faktanya itu sangat berlawanan dengan pribadi Elisa yang ternyata tipe perempuan setia.
"Ren.. Asal kita sudah seperti ini mereka juga akan mengira kalau kita pacaran.."
"Tapi jika aku pulang terlebih dahulu dan meninggalkan mu.. Apakah mereka akan mengira kalau aku ini benar pacar mu Sa?"
"Itu tidak penting.. Aku bisa mengatakan ke teman ku kalau aku bisa pulang sendiri atau bersama mereka dan kamu masih ada urusan mendadak.."
"Kamu cerdas ya Sa ternyata.."
"Terimakasih untuk pujiannya.. Kamu makan cepat biar nanti keburu dan enggak terlambat datang ke acara mu.."
"Ok bos.."
Setelah mereka selesai makan akhirnya Reno pamit ke Elisa untuk pulang. Sementara teman-teman Elisa benar saja mereka pada bertanya ke Elisa.
"Pacar mu kemana Sa?"
"Dia balik duluan karna ada urusan mendesak.."
"Nanti kamu pulangnya?"
"Aku numpang kamu ya sob.. Please.."
"Ok.. Dengan senang hati.."
Betapa bersyukurnya Elisa punya teman seperti malaikat penyelamat. Dengan begini tidak ada alasan bagi teman lelakinya untuk mengantar dia pulang.
Acara pun selesai waktu maghrib. Setelah makan, mereka pun saling ngobrol satu sama lain dan ditutup dengan berfoto bersama.
__ADS_1