SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Janji Membayar Hutang


__ADS_3

Ketika kasir Emeli sudah sepi kemudian Emeli tanya pada Elisa.


"Sa.. Tadi itu adiknya Reyhan ya??"


"Ya Mel, kenapa Mel?"


"Dia datang kesini untuk ambil duit, dia jadi minjam?"


"Ya jadi lah Mel.."


"Eman-eman banget Sa.. Entah kenapa firasat ku bilang kalau dia enggak akan balikin duit kamu itu Sa.."


"Kenapa kamu sampai punya pikiran seperti itu Mel?" tanyanya heran.


"Ya aku sendiri juga enggak tahu Sa.. Tapi ini feeling aku sih.. Soalnya kalau dilihat dari muka adik Reyhan itu dia kayak anak kurang bertanggung jawab.."


"Semoga saja enggak sampai sejauh itu ya Mel.. Kita mikir positif saja, Ok.."


Ketika mereka sedang ngobrol tiba-tiba ada notif chat dari Erna si adiknya Reyhan.


"Mbak Elisa.. Ini uangnya mah kebanyakan.."


"Kebanyakan bagaimana dek? Bukannya benar lima ratus ribu ya?"


"Ini kebanyakan mbak, apa mas Reyhan enggak bilang ke mbak Elisa kalau aku hanya ingin minjam dua ratus ribu saja?"


"Mamas mu enggak ada bilang seperti itu dek.. Ya sudah kamu simpan saja sisanya kali saja kamu ada keperluan mendadak ya pakai saja uang itu.."


"Aduh mbak Elisa baik banget sih.. Terimakasih ya mbak.. Nanti sisanya mau aku pakai buat belanja bulanan soalnya mas Reyhan enggak kasih aku jatah uang bulanan hanya karna dia kemarin kena apes, masalah ngembaliin uangnya nanti sama mas Reyhan saja ya mbak.."

__ADS_1


"Ya sudah dek enggak apa-apa kok.. Iya itu urusannya mbak sama mas Reyhan nanti.."


"Mbak Elisa ini pacarnya mas Reyhan ya?"


"Kenapa tanyanya begitu dek?"


"Kalau hanya sekedar teman enggak akan mungkin mau dong ngasih pinjam uang sebanyak ini.."


"Ya sebenarnya kita memang cuma berteman sih dek.. Enggak sampai ke tahap yang lebih serius.."


"Wah.. Sayang banget loh Mbak kalau hanya berteman.. Aku pikir Mbak Elisa ini baik loh.. Harusnya cocok sama mas Reyhan.."


"Kamu bisa saja sih dek.. Memangnya Mas Reyhan baik?"


"Enggak, dia mah menyebalkan, kalau dia di rumah ya sesuka dia sendiri sukanya nyuruh aku ini itu.. Sudah kayak pembantu dia deh.. Tapi ya itu tadi, kalau aku minta apapun ya selalu diberi dan dibelikan mbak.."


"Oh ya berarti dia baik dan sayang lah sama kamu dek.."


"Bye juga.. Hati-hati ya.."


"Ya Mbak.."


"Siapa Sa yang chat?" tanya Emeli.


"Si Erna adiknya Reyhan.."


"Dia bilang apa?"


"Dia bilang katanya uangnya terlalu banyak.. Harusnya cuma dua ratus ribu saja.. Tapi aku kasih lima ratus ribu.."

__ADS_1


"Nah tuh kan.. Dari situ saja aku sudah merasa janggal loh Sa.."


"Ya sudah enggak usah dipikirin Mel.. Nanti aku yang tanya ke Reyhan.."


"Ya deh Sa.."


Kemudian mereka pun lebih memilih untuk fokus bekerja..


Malam harinya Reyhan chat Elisa.


"Sa.. Erna sudah kesitu belum?"


"Sudah, tadi siang, memangnya dia enggak bilang sama kamu apa?"


"Enggak.. Aku saja baru buka ponsel dan Erna enggak chat aku atau apa.."


"Ya.. Sudah aku kasih lima ratus ribu.. Tapi kenapa Erna bilang kalau uangnya lebih banyak ya.. Dia bilang dia hanya butuh dua ratus ribu doang, tapi kamu bilang lima ratus ribu.."


"Karna aku masih punya hutang sama dia Sa.. Dan dia sudah lama minta uang tapi karna aku ketiban apes jadinya aku belum bisa bayar hutang dia.. Terpaksa deh minjam di kamu dulu.. Tapi aku janji nanti bakal aku balikin sehabis gajian kok Sa.."


"Ya lah, semoga kamu bisa menepati ucapan mu ya Han.."


"Ya bisa dong Sa.."


"Kamu enggak sibuk?"


"Enggak terlalu sibuk makanya bisa chat kamu Sa.. Bagaimana dengan kamu?"


"Aku lumayan sibuk, apalagi mendekati H-7 lebaran, pasti banyak orang belanja deh.."

__ADS_1


"Ya sudah sewajarnya sih.."


Elisa tak membalas chat Reyhan lagi karna dia mulai sibuk lagi melayani pembeli yang ingin melakukan pembayaran..


__ADS_2